Maisya Fahira, gadis bar-bar dengan segala keunikan yang di miliki nya,rela hidup sebatang kara di ibu kota hingga sukses menyelesaikan kuliah nya berkat bantuan dari sang kakak serta kedua sahabat baik nya, hingga di terima bekerja di sebuah perusahaan besar milik suami dari sahabat terdekat nya,siapa sangka dalam turun naik nya kehidupan yang dia jalani,Maisya justru bertemu dengan seorang pria yang berhasil mencuri seluruh hati nya.
Akan kah perasaan Maisya berbalas sempurna atau malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Ruko
Keesokan harinya, dengan suasana yang di buat sebaik mungkin dan wajah yang di paksa ceria ,Maisya sudah menyiapkan sarapan untuk Digo.
" Bagaimana kondisi mu sekarang?" tanya Digo menatap Maisya.
" Udah mendingan." jawab Maisya singkat.
" Kamu mau keluar lagi?" tanya Digo lagi dan mulai merasa ada perubahan pada diri Maisya.
Apa karena masalah tadi malam, tetapi Digo tidak merasa bersikap berlebihan,dia hanya tidak suka jika Maisya sering- sering mendatangi rumah orang tua nya,Digo takut jika Maisya sampai mengetahui tentang rahasia yang selama ini berusaha untuk dia tutup rapat.
" Iya, kemarin Aku sudah berjanji untuk menemani Dila." jawab Maisya yang sengaja menutupi alasan yang sebenarnya.
Maisya tidak ingin Digo sampai tahu tentang rencana nya membuka usaha,lagian pria itu mungkin juga tidak perduli dengan hidup Maisya Karena di kepala nya hanya ada Laura.
" Oh..." Digo ber oh ria tidak tahu harus berkata apa lagi.
Maisya mengambil piring Digo lalu mengambil nasi untuk pria itu.
" Aku langsung berangkat saja,soal nya pagi ini ada meeting penting." Digo sudah menenteng tas kerja nya berikut dengan jas mahal di tangan kiri nya.piring yang tadi Maiysa pegang langsung di letakkan lagi ke atas meja.
Maisya terhenyak mendengar ucapan Digo,padahal tadi pagi Maisya rela bangun pagi untuk menyiapkan semua ini,dia tidak tega melihat Digo bekerja dalam keadaan perut kosong, tetapi pria ini justru memilih pergi tanpa sarapan.
Maisya mengepal kuat kedua tangan nya.dia tatap lama-lama meja makan yang masih terisi penuh oleh masakan nya sendiri.
" Segitu hina nya gue, sampai-sampai makanan yang gue masak aja nggak mau lagi di sentuh." batin Maisya dan Digo sudah keluar dari apartemen.
Selama dua bulan menikah,baru kali ini Digo menolak menyentuh masakan nya,dulu sesibuk apapun suami nya itu di kantor,Digo selalu menyempatkan diri untuk makan karena memang lidah nya sangat cocok sekali dengan masakan Maisya.bahkan dia sampai meminta Maisya untuk membuat kan nya bekal sangking enak nya masakan Maisya.
Huftt..
Maisya menghirup nafas dalam-dalam.menahan tangis agar tidak pecah lagi.
" Gue bungkus aja makanan ini,Pak Septi pasti belum makan,sisa nya bisa untuk keluarga nya di rumah." batin Maisya lagi lalu mengambil sedikit makanan untuk dia makan pagi ini, sedangkan sisa nya akan dia bungkus untuk bestiie terbaik nya.
Ada bagus nya juga Digo tidak ikut sarapan sehingga Maisya bisa berbagi kepada orang yang membutuhkan.
Maisya sudah mengirim pesan kepada Pak Septi untuk datang ke apartemen nya.tidak berapa lama Pak Septi kembali mengirim pesan balasan kepada Maisya kalau beliau sudah menunggu di depan lobby.
" Pak Septi! " seru Maisya riang melambaikan tangan ke arah Pak Septi.
" Mbak Maisya." balas Pak Septi sambil tersenyum hangat.
" Ini ada makanan untuk Bapak dan keluarga,di makan ya pak,tadi Aku masak banyak dan tidak sanggup menghabis kan sendirian, Makanan nya masih baru kok Pak, belum di sentuh oleh orang lain." ujar Maisya menjelaskan.
" Terimakasih banyak Mbak! Jangan repot-repot , saya nggak biasa sarapan,paling nanti sekalian makan siang gitu." sahut Pak Septi menerima bingkisan dari tangan Maisya.
Hati Pak Septi begitu senang mendapatkan makanan gratis,biasa nya beliau memilih irit demi bisa memenuhi kebutuhan keluarga nya di rumah.tetapi pagi ini tuhan mengirimkan orang baik untuk hidup nya.
" Nggak repot kok Pak! Makanan nya kebetulan banyak, cukup juga untuk keluarga Bapak di rumah,kalau bisa jangan sampai melewatkan sarapan ya Pak.kalau nanti Bapak sakit bagaimana dengan istri dan anak Bapak?" Maisya kembali tersentuh mendengar ucapan Pak Septi.tanpa ragu Maisya lalu mengambil beberapa lembar uang dari dompet nya untuk dia berikan kepada Pak Septi.
" Untuk istri Bapak di rumah,Aku pergi dulu ya Pak,soal nya teman Aku udah datang." Maisya langsung berpamitan kepada Pak Septi karena memang mobil Dila sudah terlihat oleh mata nya.dari jendela mobil terlihat Dila yang melambaikan tangan ke arah nya.
" Aduh... Terimakasih banyak Mbak,maafkan Saya yang terus merepotkan Mbak Maisya." Pak Septi menangis terharu.pagi ini sangat sepi sekali sehingga belum ada penumpang yang menggunakan taksi nya, beruntung ada Maisya si gadis cantik yang selalu ikhlas menolong keluarga nya.
Pemberian Maisya ini sangat berarti sekali untuk Pak Septi,tanpa pikir panjang Pak Septi langsung memutar setir mobil ke arah kontrakan nya.beliau tahu istri dan anak nya pun belum makan karena memang di rumah sedang tidak ada bahan makanan sedikit pun.
" Apa yang Kamu kasih sama Bapak itu?" tanya Dila penasaran.
" Makanan,nama nya Pak Septi, beliau adalah bestiie gue setelah Lo dan Bima." balas Maisya.
" Maksudnya?" tanya Dila tidak paham
" Ya Bestiie...Pak Septi bisa jadi teman bisa juga jadi sopir,tapi gue tetep bayar ongkos taksi nya,kisah hidup Pak Septi sangat memprihatinkan.dari pada makanan nya basi karena nggak di makan, lebih baik gue kasih sama Pak Septi aja." ucap Maisya berusaha tersenyum di depan Dila.
" Digo nggak pulang lagi?" tanya Dila kaget.sebab setahu dia Digo sudah pulang sejak kemarin sore ,apa mereka berdua sudah tinggal terpisah.
" Pulang,tapi nggak ikut sarapan,kata nya lagi buru-buru. Udah lah nggak usah bahas dia lagi,sakit hati gue jadi kumat kalau Lo sebut terus nama pria itu."Maisya mulai menceritakan bagaimana sikap Digo sejak pulang dari luar kota,dan semua kejadian yang terjadi di rumah mertua nya, bagaimana ketika Digo membentak dan melarang dia untuk pergi ke rumah orang tua nya,termasuk ketika Dia memilih tidur di kamar yang berbeda pun ikut dia ceritakan kepada Dila.
Sepanjang perjalanan,Dila terus mengintrogasi Maisya dengan pertanyaan yang sulit,Maisya yang tidak pintar berbohong akhirnya membuka semua yang terjadi.
"Kita langsung ke toko kosmetik atau cari ruko nya dulu?" tanya Dila yang begitu mendukung keputusan Maisya.
Dan dia sendiri sudah mencari orang yang akan mengajarkan Maisya dalam berbisnis.orang itu adalah teman sekolah Dila sewaktu masih duduk di bangku SMP yang sudah sukses dengan kerajaan bisnis nya dan memiliki banyak karyawan.
" Cari ruko nya aja dulu Dil,masalah belajar itu gampang." jawab Maisya semangat.
Babak baru dalam kehidupan nya akan segera di mulai,Maisya pasti bisa sukses dengan cara nya sendiri.ada Dila yang akan mendukung karir nya.jika jatuh maka dia harus bangun sampai dunia berada di dalam genggaman tangan nya.
" Oke baiklah." balas Dila lalu meminta sopir pribadi nya menuju ke sebuah alamat,Arki lagi-lagi membantu Dila mencari kan tempat strategis untuk bisnis Maisya,pria itu terpaksa turun tangan karena tidak ingin istri nya kelelahan dalam membantu Maisya.Dila memilih menyimpan rapat keterlibatan Arki dalam rencana Maisya ini, karena Dila yakin Maisya pasti akan menolak pertolongan dari Suami nya
" Ini mah besar banget Dil ruko nya,kayak nya gue nggak sanggup deh buat bayar sewa ruko nya." kata Maisya sambil menatap bangunan dua lantai yang ada di depan nya saat ini.
" Kita tanya aja dulu Sya! Jangan langsung menyerah gitu,duit Lo itu sangat banyak jadi nggak ada cerita nya nggak sanggup bayar,kalau perlu pakai duit gue aja dulu,di sini Lo juga bisa jadikan tempat tinggal." Dila sudah bersiap-siap hendak turun menghampiri manager pemasaran,namun Maisya kembali menahan pergelangan nya sehingga membuat Dila kembali terduduk di posisi semula.
" Jangan ngaco deh Dil,gue masih merintis dari nol,jadi semua nya harus di beli.gue segan kalau harus minjam duit Lo,apa kata suami Lo nanti?" desis Maisya yang takut jika Arki marah kepada nya, dengan dila di perbolehkan untuk menemani nya saja sudah cukup bagi Maisya,dia tidak berani meminta lebih kepada sahabat nya itu.
" Maka dari itu! Gue akan bantu Lo kalau memang dana Lo kurang, nanti setelah bisnis Lo lancar,baru deh Lo ganti uang gue yang udah ke pakai,suami gue malah senang mendengar rencana Lo itu." tukas Dila mengusap lengan Maisya agar sahabat nya itu tenang.
Maisya terisak dengan keperdulian Dila terhadap hidup nya.dalam hati Maisya berjanji suatu hari nanti akan menggantikan kebaikan Dila ini dengan kebaikan nya pula.
Maisya akhirnya mengangguk mengikuti saran dari Dila,kedua wanita ini lantas turun dari mobil lalu menghampiri seorang pria yang berdiri tepat di depan sebuah ruko kosong.
Maisya dan Dila tampak berbincang serius dengan pria tersebut.setelah cukup lama berbincang,kedua wanita ini lalu di tuntun untuk melihat - lihat keadaan ruko.mulai dari lantai dua lalu kembali turun lagi ke lantai satu .
" Bagus kok Sya!Ambil aja ruko nya,sayang kalau di ambil sama orang lain." saran Dila membuat Maisya berpikir panjang.
" Sewa ruko nya nggak bisa di kurangi lagi ya Pak?" tanya Maisya masih berharap ada diskon.
" Udah mentok segitu Mbak,semua harga nya sama karena tempat ini sangat strategis sekali Mbak, cocok untuk berbisnis." jawab Pria itu lagi.
" Udah Sya! Ambil aja." Dila menyikut lengan Maisya agar sahabat nya itu tidak kelamaan dalam berpikir.
" Baiklah,saya sewa ruko yang ini ya Pak." putus Maisya setuju.
Tidak sampai di sana saja, setelah menandatangani banyak surat,Maisya langsung membayar cash sewa ruko selama satu tahun ke depan .untuk bulan pertama mungkin dia akan mengurus sendiri toko nya, nanti jika sudah mulai ramai baru lah Maisya akan merekrut karyawan yang bisa membantu dia mengurus toko.
" Kita kemana lagi Sya?" tanya Dila setelah mereka masuk ke dalam mobil.
" Lo masih sanggup?" sahut Maisya memastikan keadaan Dila.kalau sampai terjadi sesuatu kepada sahabat nya itu,Arki pasti akan mencari nya .
" Sanggup kok, orang gue cuman duduk aja dari tadi." Maisya lalu menceritakan hal apa saja yang ingin dia lakukan sekarang.
Mulai dari membeli rak-rak baju , Cctv untuk toko nya serta perlengkapan toko lain nya.dalam satu hari urusan pernak-pernik toko akhirnya beres juga.Maisya merentangkan tangan ke udara di sertai dengan helaan nafas lega .
" Besok Lo mesti ketemu sama teman gue ,kalau Lo masih belum paham juga, nanti salah satu anak buah nya boleh Lo bawa untuk ikut menemani Lo di toko." ujar Dila sambil meneguk jus jeruk nya.
" Lalu teman Lo itu bagaimana? Memang nya dia nggak kerepotan kalau karyawan nya gue ambil?" tanya Maisya mulai berubah haluan,dia terpaksa harus memakai satu karyawan yang memang sudah berpengalaman dalam urusan bisnis.agar usaha nya lancar tidak cepat - cepat gulung tikar.
" Dia mah gampang,cabang nya ada di mana - mana, nggak bakal keteteran pokok nya." Maisya setuju-setuju aja,selagi menurut Dila itu baik maka akan dia ikuti saran dari sahabat baik nya itu.
Dila tidak mungkin menjerumuskan dia ke dalam jurang kehancuran.karena mereka berdua sudah mengenal sejak lama dan tahu dengan kekurangan masing-masing.
Hari ini Digo akhir nya memutuskan untuk pulang lebih awal dari kantor dan setelah menempuh perjalanan cukup jauh,Digo langsung masuk ke dalam apartemen nya.niat hati ingin berganti pakaian lalu memenuhi undangan dari salah satu sahabat nya yang sedang merayakan hari ulang tahun di sebuah club malam yang ada di pusat kota.
" Apa dia masih bersama istri Arki juga?"lirih Digo dengan keadaan apartemen yang sunyi senyap tanpa kehadiran Maisya.
Digo menatap lekat segala sisi apartemen nya, sudah dua bulan mereka tinggal bersama.dan setiap hari pasti ada saja kebisingan yang di ciptakan oleh Maisya,entah itu dari dapur atau di ruangan lain nya sehingga membuat suasana apartemen terasa begitu ramai.
" Sepi juga nggak ada dia sini." kata Digo duduk sejenak di sofa ruang tamu.setelah sepuluh menit,pria ini bangkit lalu masuk ke kamar nya untuk mandi dan berganti pakaian.
Bukan nya menjemput Maisya yang masih berada di tempat sepupu nya itu,Digo malah memilih menuju ke sebuah club ,dimana para sahabat nya sudah menunggu kehadiran nya di sana.
Sangat egois sekali pria ini, begitu masuk ke ruangan yang minim akan pencahayaan.Digo sudah di sambut oleh banyak wanita bayaran.
Digo lalu memilih salah satu di antara wanita itu,dan akhirnya kembali menghabiskan malam panas bersama wanita lain yang suka menggunakan pakaian seksi kurang bahan.
Bersambung...
Tetap semangat & tabah ya Meisya,
kamu org baik pasti akan ketemu org baik juga..
mana ada isteri yg maw terang2an di selingkuhin suaminya...
Biar si dingdong menyesal menyepelekan perasaan/kehadiran kamu meisya..
mu thooor
alur ceritanya naik turun jd g ngebosenin...terus semangat berkarya thor
ditunggu kelanjutannya.