Indonesia
NovelToon NovelToon
Everything About You

Everything About You

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:457.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

"Bukan karena aku sudah bahagia, hanya saja aku sangat pandai dalam menyembunyikan luka"

Anisa Rahmawati

Tidak ada yang indah dari sebuah pernikahan tanpa cinta, begitulah yang di rasakan oleh Dimas Prasetyo hingga dia memilih menghadirakan kembali kekasihnya sebagai istri kedua di tengah - tengah pernikahannya dengan Anisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Enam bulan berlalu, Anisa tidak lagi perduli dengan apa yang terjadi dengan pernikahannya. Divisi tempatnya mengais rezeki di kantor memang jauh dari ruangan Dimas membuatnya jarang sekali bertemu dengan laki-laki itu jika sedang berada di kantor, dan itu salah satu keberuntungan darinya.

Sudah enam bulan ini, mereka jarang sekali bertegur sapa meskipun berada di apartemen yang sama, bahkan selama enam hari dalam seminggu mereka akan beristirahat di kamar yang sama walaupun di ranjang yang berbeda. Anisa membentangakn jarak itu, membuat tembok kokoh untuk menjaga hatinya yang sudah sedikit demi sedikit dia sadarkan dari rasa yang tidak seharusnya. Rasa yang hanya akan mengerogoti jiwanya hingga membuat hatinya mati. Dia tidak menginginkan hal itu, mungkin bukan sekarang namu dia sangat yakin Allah akan mengirimkan orang yang benar-benar menganggapnya berarti kemudian hari.

Selama enam bulan ini pula, setiap akhir pekan Dimas tidak pernah kembali ke apartemen dan Anisa tau kemana perginya laki-laki itu jika bukan kerumah istri keduanya. Namun dia tidak perduli lagi, selama laki-laki itu tidak akan melewati batasan yang sudah Anisa tetapkan sehari sebelum pernikahan sirih Dimas terlaksana.

Senin pagi di awali dengan Anisa yang lebih dulu keluar dari kamar mandi di pagi buta dengan stelan kantor juga hijab yang sudah menutupi mahkotanya dengan rapi. Pagi ini sebelum berangkat kerja, dia kembali menyiapkan sarapan seperti biasanya dan Dimas akan memakannya tanpa bicara. Hanya makanan yang Anisa siapkan, tidak untuk hal yang lain. Dia tidak sudi menyentuh pakaian yang juga di sentuh oleh wanita lain.

Menurutnya tidak ada salahnya untuk memasak, terlebih lagi Dimas selalu memakan semuanya dengan lahap. Seekor kucing yang nyasar saja tidak ada salahnya jika kita beri makan, apalagi ini seorang manusia lagipula uang yang dia pakai untuk kebutuhan juga milik Dimas.

Tabungannya sudah membengkak karena gajinya jarang sekali dia gunakan. Dan seperti biasanya, Anisa akan beranjak terlebih dahulu tanpa sepata kata dari mulutnya meninggalkan Dimas yang masih menikmati sarapannya.

Setelah kepergian Anisa, Dimas menyandarkan pungugnya di sandaran kursi, lalu menghembuskan nafasnya kasar. Gadis itu berubah dingin sejak enam bulan ini dan itu sangat mengganggunya. Kenapa ? dia juga tidak tahu apa yang sudah terjadi padanya. Ditambah lagi masalahnya dengan Rania seakan tidak ada habisnya.

Laki-laki itu segera keluar dari ruang makan, namun langkahnya terhenti karena gadis yang mulai diam-diam dia perhatikan kini masih duduk di atas sofa di dalam ruang tamu apartemen .

Seperti biasanya, Anisa akan menunggu taxi online yang akan mengantarnya keperusahaan dan Dimas membiarkan itu. Meskipun ini mengganggu, namun dia menghargai jarak yang di ciptakan Anisa dengannya.

"Berangkat bersamaku saja." Ajak Dimas saat tubuhnya sudah berdiri di samping Anisa.

"Tidak perlu, sedikit lagi taxi akan sampai kok." Jawab Anisa tanpa mengalihkan tatapannya pada benda pipih yang ada dalam genggamannya. Dan benar saja, tidak butuh waktu lama sebuah taxi berhenti di halaman apartemen dan notifikasi dari aplikasi yang menyediakan jasa muncul di layar ponselnya.

Lagi-lagi tanpa kata apapun, embel-embel berpamitan atau apapun itu tidak lagi terucap dari mulutnya. Anisa keluar dari apartemen dengan istigfar yang terus keluar dari mulutnya, karena sejak dia menyadari laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu sudah berdiri di samping sofa yang dia duduki.

"Ya Allah ini sangat menyiksaku." Lirih Anisa di dalam hatinya.

Mencoba sekuat tenaga, namun keadaan yang sama sekali tidak mendukung. Akhir-akhir ini laki-laki itu beberapa kali dia dapati sedang menatapnya dan itu sangat tidak nyaman.

Taxi yang membawanya terus melahu sedang. Anisa beberala kali menarik nafasnya lalu menghembuskannya, mencoba menahan gemuruh yang terus bersemayam di rongga dadanya.

Hampir bersamaan gadis itu keluar dari taxi mobil Dimas juga masuk kedalam halaman kantor miliknya. Petugas kemamanan sudah bersedia disana untuk meraih kunci mobil milik Dimas untuk dia parkirkan di tempat yang seharusnya.

Tio, asisten Dimas juga sudah berdiri di lobi perusahaan menanti atasan sekaligus sahabatnya itu. Anisa tidak berniat membalas senyuman yang Tio berikan padanya, dia melewati dua laki-laki yang menganggap hidupnya tidak berarti itu begitu saja. Dendam ? tidak. Namun dia susah melupakan kata-kata yang ikut keluar dari mulut Tio enam bulan lalu. "Kalian hanya sebatas ini, tidak lebih. Dimas mencintai kekasihnya jadi aku harap kamu tidak akan terluka dengan ini." Keyla menarik sudut bibirnya miris, mereka tidak berfikir untuk sedikit menjaga perasaannya yang sudah luluh lantak tidak berbentuk.

Ting..

Lift berhenti, Anisa segera masuk kedalam dengan diam. Beberapa kali memeriksa chat dari sahabatnya yang kini sedang menikmati masa-masa nikmatnya ngidam di trismester pertama. Indra dan Nina sudah menikah empat bulan yang lalu, dan dia ikut mengadiri pernikahan yang di laksanakan di kediaman Indra di Bandung.

Anisa tidak perduli, meskipun laki-laki yang selalu saja membuat detak jantungnya menggila juga ikut masuk kedalam bersama pengikutnya yang setia di sampingnya.

"Kamu tidak menyapa atasanmu ?" Tanya Dimas saat Anisa sudah bersiap untuk keluar dari dalam lift yang membawa mereka hampir sampai si lantai tempat tujuan Anisa. "Kamu bisa seenaknya mengabaikanku di apartemen, tapi disini aku atasanmu." Kesal Dimas karena setiap hari selalu mendapati sikap dingin ini.

"Selamat pagi pak, dan selamat beraktifitas semoga hari anda menyenangkan." Ucap Anisa dingin. Sebelum keluar dari lift, Anisa terlebih dulu melihat dua gadis yang pura-pura sibuk dengan android mereka, namun dia sangat yakin jika setelah ini gosip akan mulai menyebar di seluruh kantor.

"Jika ada yang membicarakan Anisa setelah ini, pecat mereka berdua." Ucap Dimas tegas tanpa melihat kearah dua gadis yang sudah gemetar si sudut lift. Dia mengerti tatapan Anisa pada dua gadis tadi.

"Baik pak." Jawab Tio singkat.

Anisa tidak perduli dan segera keluar dari dalam lift di susul dua gadis itu di belakangnya. Mereka ingin sekali menanyakan hal yang mereka dengar dari dalam lift tadi, namun pekerjaan ini sangat penting jadi mereka memilih untuk menutup mulut mereka rapat.

Seperti hari-hari biasanya, Anisa akan segera keluar dari dalam kantor menuju sahabatnya yang sudah berada di kursi tunggu dekat resepsionis bersama suami protektifnya. Anisa tersenyum ketika Nina sudah melambaikan tangannya, mereka akan makan siang bersama di restoran di depan kantor Anisa.

"Hai ponakan,, sehat-sehat ya disana." Usap Anisa pada perut yang masih belum nampak milik sahabatnya.

Dari ujung sana tatapan Dimas terus tertuju pada tiga orang yang saling bercengkrama dengan hangatnya, hingga tiga orang itu sudah keluar dari pintu utama. hampir setiap hari sepasang suami istri itu datang hanya untuk makan siang bersama Anisa. Dimas merasa lega, dalam hidup Anisa dia tidak mendapati orang lain selain sepasang suami istri itu.

1
falea sezi
g jelas ne novel pantes sepi like
falea sezi
tau agama tp kumpul. satu rmh ma mantan suami. yg buat novel gmna /Pooh-pooh/
falea sezi
males klo ujungnya balikan/Drowsy/ bekas rania aja. lu doyan nis begooo
falea sezi
goblok aja g bs. move on dr laki bekas jalang di kasih spek. baik kayak angga g mau oon
Annie Soe..
Cerita yg bagus thor, cuma tlg revisi typo nya ya..
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Yunior
typo lagi
Yunior
nama orang banyak yang typo
Saini Jamudin
anak sya sja suda 5 thn masi mnyusu
Jumadin Adin
jgn ada pelakor ya thooor kasian anisa
Jumadin Adin
akhirnya cinta yg menang....horee cinta
Jumadin Adin
perasaan mengalahkan luka
Jumadin Adin
Ya Allah ANISA kamu bkn muhrim,kenapa mau di gandeng
Jumadin Adin
cinta mmg tdk masuk akal,sesakit apapun pada seseorang tp di hadapkan dg hati yg masih bersamanya...perih itu tak terasa
Jumadin Adin
sakitnya hati ini thoorr..melihat nereka berdua sama² tersakiti
Jumadin Adin
lho dimas dan ANISA kan hidupnya di apartemen.kenapa melihatnya trenyuh di rumah Dimas
Jumadin Adin
pergumulan yg menyakitkan
Jumadin Adin
sesuatu baru terasa setelah kehilangan.Pada saat msh bersama sering terabaikan
Jumadin Adin
dimas betul² jomblo ngenes.Anisa menggugat ceria,Rania di cerai krn memilih hidup dg suami orang
Jumadin Adin
thooorrr banyak typo²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!