Indonesia
NovelToon NovelToon
Bulan Untuk Bintang

Bulan Untuk Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Sungguh tidak menyangka bagi dokter Rembulan. Ia akan mendengar permintaan aneh dari Mentari sahabat sekaligus pasiennya yang sudah dia tangani selama satu tahun. Mentari meminta untuk menjadi ibu bagi Talita. Menjadi ibu tiri anak Mentari berarti Rembulan harus menikah dengan Bintang suami sahabatnya.

Jelas Bintang suami Mentari menolak dengan tegas.

"Tolonglah Mas, Demi anak kita, aku sudah tidak kuat lagi."

"Sayang... jangan berpikir yang aneh-aneh, kamu akan sembuh dan kita akan hidup bahagia selamanya."




Apakah Bulan akhirnya menyanggupi permintaan Mentari? Lalu bagaimana tanggapan Bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Beberapa kali Bintang mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, kemudian mengumpulkan sisa keberanian untuk mendorong kenop pintu kamar tamu itu perlahan-lahan hingga terbuka.

Bintang berdiri di ambang pintu sejenak, tangannya mencengkeram gagang pintu. Ini pertama kalinya ia masuk ke kamar wanita yang dinikahinya secara siri seminggu yang lalu. Entah kenapa jantungnya berdegup kencang, rasa gugup yang tidak biasa menyergapnya.

Kemana Dia? Tanyanya dalam hati karena di kamar itu kosong. Namun, aroma parfum wanita yang menyegarkan masih tertinggal, kontras dengan kamar utama yang bau obat-obatan dan minyak.

Klak!

Dengan santainya Bulan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kaos longgar tanpa dalaman dan celana pendek di atas lutut.

"Ka-kamu ngapain di kamar ini?" Bulan tersentak kaget, bingung antara mau lanjut atau balik ke kamar mandi, tapi Bintang sudah terlanjur melihat tubuhnya. Ia akhirnya berlari ke arah lemari pakaian menyambar baju daster longgar untuk merangkap.

Bintang tersenyum melihat tingkah Bulan yang kalang kabut, tanpa ragu lagi ia melangkah masuk. Ternyata wanita itu menggemaskan juga bila sedang panik seperti tikus kelapa dikejar kucing.

"Kenapa kamu takut saya melihat tubuhmu? Bukankah kita suami istri?" Tanya Bintang antara serius dan meledek beda tipis.

"Pak Bintang tidak boleh masuk ke sini! Ingat perjanjian kita! Kita menikah hanya demi Mentari tidak boleh saling menyentuh!" Bulan ngomel-ngomel setelah daster melekat di tubuh rampingnya, lalu berkacak pinggang di hadapan Bintang.

"Siapa yang mau menyentuhmu, aku masuk karena disuruh Mentari tidur disini. Kalau kamu melarang, memang mau kalau Mentari akhirnya kambuh lagi," ancam Bintang. Rupanya pria itu bisa nerocos juga.

"Ya bukan berarti beneran masuk ke kamar saya dong Pak... Pak Bintang kan bisa tidur di sofa, kamar Lita, kamar Bibi, kalau perlu kamar mandi."

Buk!

Bintang memukul kasur dengan wajah sebal, ia pemilik rumah ini tapi disuruh tidur bersama bibi dan parahnya lagi di kamar mandi.

Bulan menahan tawa karena Bintang akhirnya terpancing, tapi itu tidak lama karena ia juga kesal kerena Bintang melanggar kesepakatan yang sudah mereka buat. Tidak boleh mengganggu apapun yang akan Bulan lakukan, tidak boleh bersentuhan, tidak boleh masuk ke kamar jika bukan karena penting sekali.

"Ya sudah, kalau gitu saya yang keluar," Bulan hendak membuka pintu tapi tubuh kekar Bintang segera memagari.

"Ehm... Kamu mau tidur di mana? Memang tidak takut karena di rumah ini ada hantunya?" Bintang menakuti dan sengaja menghalangi langkah Rembulan.

"Bapak hantunya," Bulan jelas tidak percaya, selama seminggu tinggal di rumah ini tidak ada gangguan.

"Keluar saja kalau berani, di bawah tangga kamu pasti akan ketemu hantu wajah kucing kaki manusia yang lagi nyari jodoh," ucap Bintang asal sambil mengunci pintu kamar dengan cepat, kemudian menyembunyikan di saku celana.

"Aagghhh... mana kuncinya..." Bulan menghentakkan kakinya seperti anak kecil.

"Kalau bisa ambil kunci kamu boleh keluar," Bintang menunjuk kunci di saku..

"Dasar Pak Bintang menyebalkan!" dengus Bulan, mana mungkin ia berani ambil kunci tersebut. Karena hantu sejatinya bersembunyi di balik kolor Bintang bahkan sedang bertengger.

"Dasar nggak jelas!" Ketus Bulan lalu melengos meninggalkan Bintang dan membanting bokongnya di kasur. Ia benar-benar takut berdua dengan Bintang di dalam kamar seperti ini. Sebagai laki-laki normal dan mungkin sudah lama tidak mendapat jatah dari Mentari, Bintang tentu menginginkan sesuatu yang bisa memuaskan hasratnya.

Terlebih hantu kobra piaraan Bintang yang sedang mencari mangsa sungguh menakutkan. Jelas tidak berdosa jika Bintang menuntut hak nya, tapi Bulan belum sanggup untuk berbagi.

Tiba-tiba saja tempat tidur yang Bulan duduk bergerak, ia seketika berdiri.

"Eh, eh. Pak Bintang mau apa?" Rembulan kaget lalu ambil bantal untuk menutupi dadanya ketika separuh badan Bintang merayap naik ke tempat tidur dengan posisi tengkurap lalu menarik-narik bantal yang Bulan peluk.

"Pak Bintang, ingat perjanjian kita jangan macam-macam!"

"Mau minta bantalnya satu, memang kamu kira saya mau apa?" Bintang geleng-geleng kepala.

Secepatnya Bulan melepas bantal lalu melempar pelan ke tubuh Bintang.

"Sudahlah... Bu Dokter... Anda tidur di kasur, lalu saya di bawah, begitu saja kok repot, tidak mungkin juga saya mem*erkosa kamu kali...." kata Bintang panjang lebar.

Mungkin pria itu tidak mau membuat hati Bulan merasa tidak nyaman di rumahnya, walau bagaimana Bintang seharusnya terima kasih karena kehadiran Bulan membuat suasana keluarganya yang sebelumnya sangat mencekam kini menjadi ramai.

Bulan masih termangu di tempat tidur menahan rasa malu, kenapa juga ia berpikir akan diapa-apakan oleh Bintang? Padahal Bintang tidur di kamar ini bukan kemauan sendiri melainkan atas permintaan Mentari, terlebih Bintang sangat mencintai istrinya.

Sepi sekali di kamar itu, setelah hampir sepuluh menit Bulan termenung. Tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari bibir Bintang, karena penasaran Bulan menyeret bokongnya ke pinggir ranjang lalu menatap Bintang yang sudah mendengkur kecil.

"Cepat sekali pria itu tidur," gumam Bulan, melihat situasi sudah aman, Bulan pun seketika merebahkan tubuhnya di kasur. Namun, berbeda dengan Bintang, Bulan mencoba untuk memejamkan mata tapi pikiran melayang kemana-mana, meski tidur juga walau sangat larut.

Waktu berganti pagi Bulan pun akhirnya bangun walau sebenarnya masih mengantuk. Secepatnya ia ke kamar mandi bersih-bersih dan shalat subuh. Begitu selesai ia ingin keluar tapi pintu masih di kunci bahkan Bintang masih nyenyak sekali.

Bagaimana ini? Batin Bulan, padahal rencananya pagi ini ingin membuat sarapan sehat untuk keluarga. Bulan membungkuk memandangi saku di mana kunci tersimpan. Dengan tangan gemetar ia hendak mengambil benda tersebut.

Buk!

"Aagghhh..." Bulan berteriak karena tiba-tiba tangannya di tarik oleh Bintang hingga tubuhnya jatuh dan tengkurap di dada. Tanpa berpikir panjang Bulan seketika berguling ke samping turun dari dada bidang itu.

"Kamu akhirnya ngiler juga kan lihat body aku?" Tanya Bintang bergurau, wajahnya tampak tenang. Pria itu ternyata tidak sekaku yang Bulan kira.

"Ngiler apaan?! Mana kuncinya," Bulan melirik tajam, tapi Bintang justru melipat tangan di dada dan mata terpejam sepertinya ingin tidur lagi.

"Kis dulu kalau mau dapat kunci..." Bintang masih juga senang menggoda Bulan yang rasa kesal nya sudah sampai ubun-ubun.

"Pak tolong... kuncinya mana... saya mau buat sarapan, mau bangunin Talita, terus periksa Mentari," kata Bulan memelas.

Mendengar kata memeriksa Mentari, Bintang bangun membuka kunci lalu ke kamar utama ingin segera melihat keadaan istrinya yang ia tinggalkan semalam hanya ditemani Entin.

Sementara Bulan segera ke dapur membuat sarapan dibantu bibi, walau tidak pandai memasak setidaknya tahu mana makanan yang cocok untuk kebutuhan gizi Talita dan juga cocok untuk membantu pemulihan penyakit Mentari.

Sreek Sreek...

Di kamar Talita Bulan membuka gorden, dan jendela agar sirkulasi udara pagi itu menyehatkan. "Talita... Bangun sayang..."

Pagi itu Bulan sudah seperti kipas angin, berputar kesana kemari agar semua pekerjaan ke handle sebelum berangkat ke rumah sakit.

Begitu Talita mandi, Bulan ke kamar Mentari.

"Bagaimana rasanya pagi ini sahabatku..." ucapnya sambil tersenyum.

"Agak enak kok Bulan..." lirih Mentari.

"Alhamdulillah..." Bulan segera memeriksa sahabatnya itu dengan teliti. Di dalam kamar mandi terdengar gemericik air, siapa lagi jika bukan Bintang yang sedang mandi.

"Sebentar lagi Entin ke kamar membawa sarapan, jangan lupa obat dan vitamin diminum ya..." pesan Bulan.

"Terima kasih Bulan..." Mentari menatap Bulan berkaca-kaca.

"Sama-sama..." pungkas Bulan lalu memanggil Talita untuk sarapan. Ketika hendak menuju meja makan terdengar kendaraan masuk halaman.

"Siapa itu sayang? Kita lihat Yuk..."

Tidak menunggu jawaban Talita, Bulan menuntun ke depan melihat siapa yang datang.

Dua orang wanita paruh baya dan masih muda sedang turun dari kendaraan.

...~Bersambung~...

1
Teh Yen
harus bagaimana memberitahu ibu mertuamu yg ngeyel itu yah ,, suruh aj mentari yg cerita semuanya bintang coba percaya engg tuh ibu mertuamu tp aku yakin mereka pasti akan menghasut mentari agar membenci rembulan
Eka ELissa
ksian Talita jadi korban... khilngan mama nya kan....
Eka ELissa
nah kan....
hrus nya mentari juga jujur dari awal klau bulan istri ke dua binta⭐biar tu mulut duo keong racun diem 😡
Eka ELissa
mknya kmu yg tegas jgn mbut mbut aj...dong....klau gini ribett kan..🤦🤦🤦
falea sezi
kapok makanya bulan ngapain sok baik ma sahabat 🤣🤣 mau mati aja nyusain lu mentari sahabat prettt bkin bulan di hujat sana sini 😒😒 mati aja lu mentari gk tau diri amat lu
mery harwati
Belum lagi kenyataan yang harus Bulan hadapi di tempat kerja, pasti lah video itu udah viral & sebagian orang di tempat kerja Bulan udah nonton termasuk ibu kandung Bintang sendiri, di tempat kerja tekanan psikologis Bulan makin berat gegara video viral itu 🥴
Setyowati Setyowati
karakter bintang kurang tegas , terlalu plin-plan ...dan Bulan harusnya dlm perdebatan jangan mau kalah SM Serly dan ibunya ..mereka cuma mau depak kamu dan Serly yg bakal menggantikan posisi mentari ..karena jiwa pelakornya meronta "
tiara
kasihan Bulan udah nikah ga sesuai keinginan eh malah dibuat sakit hati sama mertua ibu dan adiknya mentari,udah usir aja tuh orang ga punya hati mah mereka cuma pengen harta aja tuh
Agunk Setyawan
Uda tau mertua sama ipar gitu tp gak ada tegas" nya malah lembek kaya kangkung
Teh Yen
huuh kenapa bukan dari siang blng begitu nya bintang huuh bikin kesel.dulu deh baru tegas hadeuuh 🙈
mery harwati
Noh Bintang liat di dunia nyata bagaimana kekuatan nitezen mengorek abis kisah asmara CEO & artis yang diberitakan dapat uang dari mantan suami ratusan juta tiap bulannya
Gak abis² beritanya sampe sekarang juga, udah berapa bulan itu berlangsung
Kamu jangan meremehkan jagat maya Bintang karena efek psikologisnya mengena pisan terutama ke korban
Buna Seta: 🤣🤣🤣🤣❤❤❤
total 1 replies
mery harwati
Emang semudah itu menghapis jejak digital di medsos? Mimpi Bintang ketinggian dalam menghadapi netizen di jagat maya 🤣
Meremehkan netizen, menganggap sepele udah dihapus, selesai dalam pikiran Bintang yang masa bodo
Gak mikir efek psikologis Bulan, Mentari, anaknya & ibu kandung Bintang sendiri
Pret lah Bintang, kau anggap remeh kekuatan nitezen tanpa memikirkan psikologisnya
tiara
bagus Bintang usir saja mertua sama ipar yang ga ada akhlak,bikin rusuh aja
Perempuan
lelet kamu Bintang. Kamu sudah melukai bahkan mendzolimi Bulan. Bulan rugi banget nikah sama kamu, masih ditambah dgn sikap kamu yg gak jelas, lambat ngambil keputusan
Eka ELissa
Halah telat basi...ktika bulan mju baru kmu nongol bintang ⭐⭐⭐⭐😡😡😡😡😡gaje lu....🤦🤦🤦
Eka ELissa
huuu....nah kan yg jadi korban mlhn bulan... mikirin perasaan orang Mulu cih..... prasaan orang yg terdekat GK di pikirin kmu kurang tegas bintang 😏😡
Agunk Setyawan
telat
mery harwati
Sosok Bintang dibuat BODOH di novel ini
Secara Bintang tuan rumah, mudah baginya untuk mengusir mertua & afik ipar meski masih berstatus suami Mentari
Tapi gimana lagi 🤷‍♀️
memang dibuat bodoh & masa bodo agar tetep salah paham antara mertua, ipar, istri kedua & orang tua kandung Bintang sendiri
Sabar aja nunggu episode selanjutnya yang bikin viral nama Bulan ancur karena narasi kejelekan² dari Sherly & Ratih
Teh Yen
duh gemes deh smaa bintang malah pergi ke rmh sakit harusnya jelasin dulu sama ibu mertua mu itu biar tidak nyebar jg gosipnya skrng nama baik rembulan d RS d pertaruhkan loh dengan menyebarnya vidio itu hadeeuh
Rohmi Yatun
disini posisi bulan sangat tdk menguntungkan.. tapi itu juga salahnya sendiri sih gak dipikirkan akibatnya wktu dia menerima permintaan mentari... dia yg menjerumuskan dirinya sendiri dlm situasi yg rumit..
dimata siapapun bukan diposisi yg salah. orang awam gk akan percaya kalo semua itu istri pertama yg meminta.. mau dijelaskan gimanapun dimata netizen Bulan seorang pelakor..
kasian juga sich sebenarnya.. 😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!