Indonesia
NovelToon NovelToon
Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Dikiranya Numpang Hidup, Padahal Aku Bos Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Mas bilang jatah uang belanja Nisa dipotong dua juta untuk Sisil. Nisa pikir, kalau Sisil sudah dapat uang tunai dua juta dari Mas Rian, buat apa lagi dia pakai kartu kredit atas nama Nisa? Lagi pula, Nisa kan cuma wanita bodoh yang nggak punya penghasilan. Nisa takut nggak sanggup bayar tagihan kartu kredit itu bulan depan."


Demi cinta yang ia kira tulus, Annisa yang baru berusia 24 tahun itu rela menyembunyikan identitas aslinya. Ia berpura-pura cuma gadis yatim piatu biasa saat dipersunting Rian, pria yang kini berumur 28 tahun. Annisa cuma ingin menguji—apakah Rian benar-benar mencintainya atau cuma mengincar hartanya.

Dan suatu hari, jawaban dari ujian itu makin jelas kelihatan.

Tiga tahun pengorbanannya. Tiga tahun penyamarannya. Tiga tahun kesabarannya menahan hinaan mertua dan ipar demi menjaga harga diri Rian ... semuanya dibalas dengan pengkhianatan murahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Hadiah Mewah untuk Sang Pelakor-1

Siang hari di kantor anak perusahaan Vantara Land terasa berbeda dari biasanya. Suasana di lantai tiga, tempat Divisi Pemasaran berada, tampak ramai oleh bisik-bisik antar karyawan. Di tengah ruangan, Eriska berjalan dengan langkah meliuk-liuk, sengaja menggerakkan tangan kirinya agak tinggi agar gelang berlian white gold di pergelangan tangannya memantulkan cahaya lampu ruangan.

"Aduh, Riska! Cantik banget gelangnya! Itu berlian asli, kan?" seru Lia, salah satu staf senior pemasaran, dengan mata berbinar-binar.

Eriska tertawa renyah, mengibaskan rambutnya yang terurai indah. "Ya asli-lah, Lia! Masa pacar aku beliin barang KW? Ini tuh nilainya hampir lima puluh juta rupiah. Dibeli langsung di toko perhiasan ternama di Jakarta Pusat!"

Beberapa staf perempuan lain langsung mengerumuninya dengan raut wajah penuh kekaguman dan rasa iri. Eriska membusungkan dadanya, merasa begitu bangga dan berkuasa. Bagi Eriska, berhasil menggaet Rian yang menjabat sebagai Manager Divisi Pemasaran adalah prestasi terbesar dalam hidupnya.

"Gila ya, Riska ... beruntung banget kamu dapet pria royal kayak gitu," timpal staf lainnya. "Beda banget sama istrinya Mas Rian yang kabarnya cuma perempuan pengangguran di rumah."

Eriska terkekeh sinis. "Yah, makanya jadi perempuan itu harus pintar merawat diri dan bisa dibanggakan. Kalau cuma bisa ndekem di rumah, makan, tidur, dan nguras uang suami ... ya wajar aja suaminya kelain hati. Bentar lagi juga Mas Rian bakal ceraikan istrinya yang udik itu!"

Dari balik pintu ruang kerjanya yang terbuka sedikit, Rian memperhatikan Eriska yang sedang dipuji-puji oleh anak buahnya. Ada rasa bangga tersendiri di dalam dada Rian melihat selingkuhannya pamer perhiasan. Bagi Rian, tatapan kagum orang-orang pada Eriska seolah mengukuhkan statusnya sebagai pria sukses yang mampu memanjakan wanita berkelas.

Rian membusungkan dada, merapikan ikatan dasinya, lalu melangkah keluar ruangan dengan gaya sok berkuasa.

"Ehem! Ada apa ini ramai-ramai?" tegur Rian dengan nada bercanda yang dibuat-buat anggun.

Para staf langsung membubarkan diri dengan canggung kembali ke meja masing-masing, sementara Eriska menyambut Rian dengan senyuman manja nan manis.

"Mas Rian ... ini lho, teman-teman pada kagum sama gelang pemberian kamu," puji Eriska manis, membelai lengan jas Rian.

Rian tersenyum jumawa. "Haha, itu belum seberapa, Riska. Nanti kalau proyek kawasan terpadu baru kita cair, Mas bakal beliin kamu mobil baru."

"Sumpah, Mas?! Aduh, makin sayang deh sama Mas Rian!" pekik Eriska gembira tanpa peduli lagi pada norma kesopanan di area kantor.

Namun, di tengah suasana pamer yang penuh tawa palsu itu, dentang pintu lift VIP di ujung koridor mendadak berdenting nyaring.

Ting!

Dua orang pria bersetelan jas hitam yang sangat rapi keluar dari dalam *lift*. Sosok di depan adalah seorang pria berusia 34 tahun dengan tubuh tinggi tegap, garis wajah tegas, dan aura dominasi yang amat pekat. Tatapan mata cokelat gelapnya yang dingin menyapu seluruh area ruangan pemasaran.

Dialah Fandi Prasetyo, didampingi oleh Pak Danu, kuasa hukum senior dari kantor pusat Vantara Group.

Seketika, seluruh keriuhan di divisi pemasaran mendadak senyap. Aura berwibawa dan dingin yang terpancar dari Fandi membuat para karyawan merasa ciut dan merinding. Bahkan Rian yang tadinya berdiri tegak mendadak meneguk ludah, merasakan dorongan ketakutan yang aneh saat matanya beradu dengan mata Fandi.

Rian mengenali Pak Danu sebagai pengacara eksekutif dari Vantara Group, tetapi ia sama sekali tidak mengenali pria matang di sampingnya.

"Selamat siang," tegur Pak Danu dengan suara berat yang memenuhi ruangan.

Rian buru-buru maju beberapa langkah, menyunggingkan senyum penghormatan yang agak panik. "S-selamat siang, Pak Danu. Ada angin apa Pak Danu dari kantor pusat datang ke divisi kami? Dan ... siapakah pria di samping Pak Danu ini?"

Fandi tidak menjawab. Ia tetap berdiri tegap dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana jasnya. Tatapannya yang tajam dan tak bersahabat tertuju lurus pada Rian, lalu perlahan beralih menatap gelang berlian di pergelangan tangan Eriska.

Pak Danu berdeham pelan, mengeluarkan sebuah dokumen dari tas kulitnya. "Perkenalkan, Pak Rian. Pria di samping saya ini adalah Bapak Fandi Prasetyo, Direktur Utama dari Prasetyo Group sekaligus Ketua Tim Pengawas Investasi Utama yang ditunjuk langsung oleh jajaran Direksi Vantara Group."

Mendengar nama Prasetyo Group dan jabatan tinggi tersebut, Rian merasa lututnya sedikit lemas. Prasetyo Group adalah raksasa bisnis nasional yang baru saja menyuntikkan dana ratusan miliar ke anak perusahaan mereka!

"S-selamat datang di divisi kami, Pak Fandi!" ucap Rian terbata-bata seraya mengulurkan tangannya dengan membungkukkan badan. "Suatu kehormatan bagi saya sebagai Manager Pemasaran menerima kunjungan Bapak hari ini!"

Fandi menatap uluran tangan Rian selama beberapa detik dengan tatapan dingin, lalu tanpa menyambut uluran tangan itu, Fandi mengalihkan pandangannya begitu saja. Sikap dingin Fandi telak meremukkan harga diri Rian di depan seluruh anak buahnya. Rian menarik kembali tangannya dengan wajah yang mendadak merah padam akibat malu.

"Pak Rian," suara Fandi terdengar sangat berat, tenang, namun berwibawa. "Kedatangan kami ke sini bukan untuk sekadar berkunjung atau mendengarkan bualan kamu."

"M-maksud Pak Fandi bagaimana?" tanya Rian gugup.

Pak Danu melangkah maju dan membuka dokumen resmi bermaterai di tangannya. "Atas perintah langsung dari jajaran Komisaris Utama Vantara Group, hari ini kami melakukan audit mendadak terkait penggunaan dana taktis dan fasilitas operasional divisi pemasaran."

Bersambung...

1
Cicih Sophiana
jgn gitu dong kalian... kalian juga kan pernah ikut menikmati uang nya... teman lagi susah bukan nya membantu ini malah di bully... teman macam apa kalian
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut Mak ghin
Mutaharotin Rotin
kok g update lagi mom 🙏🙏🙏
Cicih Sophiana
itulah pelakor pasti cari kaki laki yg bisa di pirotin walau udah punya istri...
Cicih Sophiana
cakep 👍 ibu dapat balasan nya yg membuat pingsan...
Cicih Sophiana
pak Ginanjar tolong saya pak... saya lapar tp tdk punya yang untuk membeli sesuatu...🫢
Mulaini
Rian dan Eriska sudah pasti dapat hukuman penjara lebih lama.
Mulaini
Rian penangguhan penahanan mu di tolak.
Teh Euis Tea
udah blangsak baru deh ngakuin nisa menantu kemarin2 nisa kalian jadikan babu
Teh Euis Tea
elehh bu rini dulu km punya rasa kemanusiaan ga waktu menindas anisa menantumu
Nar Sih
terima dan jalani nasib mu atas dosa juga kesombongan mu
Nar Sih
jalani saja nasib mu bu rini yg sombong dulu terima kenyataan hukuman untuk ank mu yg mantan suami durjana🤣🤣
Mutaharotin Rotin
kok


🥰🥰🥰🥰🥰
Cicih Sophiana
udah ngabisin uang kantor kamu Rian... sekarang kamu minta di bebaskan? mimpi aja kali
Cicih Sophiana
klo mau menyakiti dan menghina pengangguran... knp dulu kalian menikah?sebelum menikah kan mungkin kamu Rian tadinya sudah pendekatan atau pacaran kan?
Naufal Affiq
penyesalan mu rian terlambat
Naufal Affiq
lanjut mommy
Kar Genjreng
Mak jedurrrr langit runtuh seketika penyesalan bnya sudah tak ada lagi harapan pupus sudah tinggal lah kenangan dan hayalan,,, dengan wajah pucat pasi kedua manusia penghianat
kini duduk di kursi pesakitan,,,ohhh Tuhan
seandainya engkau mengingatkan kala itu
mungkin tidak akan terjadi seperti ini ratapan rian hidayat 😮😮😭😭 sekarang Tuhan sedang berkehendak,,
Kar Genjreng
ya elanhh Bu ketika masih menantu kan Anissa gayanya selangit,,,bahkan tidak perduli sama sekali ga Suami ga mertua ga pula adek iparnya,,, semua menghina nya bahkan selalu memotong uang nafkah
demi adeknya sekarang mengemis menghiba,,,sapa yang perduli dengan dirimu Rini dan sisil ,,,bertahanlah seperti Anissa ketika menjadi menantu dirimu
Sugiharti Rusli
karena kan dalam satu atau dua tahun pernikahan, pasti sudah terlihat watak aslinya sih seharusnya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!