" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 8
Malam harinya sesuai dengan janjinya ludwighe pulang dengan cepat ke apartemennya.tak butuh waktu lama ludwighe sudah sampai ke apartemennya.
Ceklek...
Ludwighe masuk ke dalam apartemennya ia terkejut saat melihat semua keluarganya dan keluarga Bella sedang duduk dan berbincang hangat.
semua orang yang ada di sana serentak terdiam beberapa saat.
" nah ini dia orang yang di tunggu-tunggu" ucap sebuah suara yang ternyata adalah mommy Maria
ludwighe berjalan mendekat ke arah kedua keluarganya itu dan ia duduk tepat di sebelah Bella.
" kamu ini gimana sih Ludwighe masa kamu mau pindah gak bilang-bilang sma mommy dan keluarga lainnya ,untung aja mommy tanyak sama mantu mommy kalu gak pasti kaki semua gak akan tau kalau kamu mau pindah dari sini " ucap mommy Maria panjang lebar dan semua orang hanya saling tatap saat sang ratu tengah mengomel.
" iya Daddy saja sampai terkejut saat mommy mu menyuruh Daddy pulang dengan cepat hari ini " ucap Daddy Louis menambah kan
Bella yang melihat ludwighe seperti kelelahan pun pergi ke dapur dan membuatkan kopi untuk suaminya itu.
" mas kopinya " ucap Bella lalu ia duduk kembali di samping sang suami.
Ludwighe mengambil kopi itu dan meminumnya dengan perlahan.
"Kakak dan kakak ipar mau pindah kemana" tanya Aldo
" kami akan pindah ke rumah yang lebih besar apalagi sekarang aku sudah menikah gak mungkin aku dan Bella terus tinggal di apartemen ini." ucap ludwighe dengan tenang ia menjelaskan pada semua keluarganya.
" kenapa tak memberi tau kami " tanya mommy Maria.
" mom tadinya aku ingin memberitahukan semua orang saat kami sudah menempati rumah itu " ucap ludwighe.
" dasar anak durhaka ,kamu ini gak kasihan apa sama Bella ,untung aj mommy dan Sintia datang cepat dan membantu Bella berkemas" omel mommy Maria ,ia mengomeli sang putra .
" udah lah mom, jangan marah- marah terus lagian kan menantu kita gak apa-apa" ucap Daddy Louis menenangkan sang istri.
" iya mom Bella gak apa-apa,lagian kan barangnya gak banyak mas Ludwig juga bantu Bella cuma udah keduluan sama mommy dan Sintia " ucap Bella ia mencoba memberi pengertian pada sang mertua agar ludwighe tidak di marahi.
" iya Maria Bella benar , Ludwighe pasti juga ingin membantu istrinya,aku percaya pada menantuku ini " ucap Bu Ani mengelus lembut lengan menantunya itu.
" Bella bawa suamimu ke atas nak ,kasihan suamimu pasti capek " ucap buk ani pada putrinya.
" ayo mas,Bella siapin air hangat untuk mas mandi " ucap Bella sembari membawa sang suami ke lantai atas yaitu kamar mereka.
Ceklekk...
ludwighe masuk kedalam kamar ia berjalan ke arah ranjang dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
Bella menatap suaminya dengan sendu,ada rasa tak tega di hatinya saat melihat suaminya itu pulang dalam keadaan kelelahan.bella mendekati ludwighe yang berbaring di atas ranjang dengan mata tertutup.
" mas pasti capek kan " ucap Bella
ludwighe membuka matanya perlahan dan melihat Bella sudah duduk di sampingnya.
" hmm sedikit " ucapnya.ia bangkit menjadi duduk di atas ranjang bersebelahan dengan Bella.
" mas mau mandi atau mau Bella pijitin badannya supaya gak pegal lagi" ucap Bella menawarkan pijitan untuk suaminya itu.
" tidak perlu aku akan mandi saja,lagi pun kita masih harus pergi ke rumah baru malam ini " ucap ludwighe kemudian ia beranjak menuju kamar mandi dan masuk kedalamnya.
Bella menyiapkan pakaian untuk suaminya ,lalu ia memutuskan untuk turun ke bawah bergabung bersama keluarga nya.
Tak tak tak
Bella menuruni tangga dengan pelan.
" mana suami mu nak " tanya buk ani ibunya Bella
" mas Ludwig lagi mandi buk " jawab Bella ia berjalan menuju ke arah keluarga nya berkumpul.
" Oalah yasudah semua barang-barang kalian sudah mommy suruh orang untuk mengantar nya ke rumah baru kalian,kita akan menunggu suamimu selesai mandi dan nanti kita berangkat ke rumah baru kalian bersama- sama" ucap mommy Maria yang di angguki semu orang.
" Mbak Bella ,nanti Sintia kangen sama mbak gimana " ucap Sintia ia memanyunkan bibirnya seolah ia kesal.
" heheh.. " Bella terkekeh melihat tingkah adik iparnya itu.
"Kamu kan nanti juga tau rumah mbak ,jadi datang aja kalau kamu kangen sama mbak " ucap Bella dengan lembut.
Tak berselang lama ludwighe turun menghampiri mereka dengan wajah yang terlihat lebih segar namun tetap datar.
" apakah semua barang nya sudah di antar kerumahku " tanya ludwighe.
" yaa mommy sudah suruh orang taxi untuk mengirimnya " jawab mommy Maria
" hmm ayo kita berangkat " ucap ludwighe yang sudah berlalu keluar terlebih dahulu.
Semua orang beranjak keluar dan menaiki mobil mereka masing - masing .
Mommy Maria di dalam mobil bersama Daddy Louis dan buk ani besannya.
Aldo bersama dengan sang istri ( Sintia ) .
Bella bersama Ludwighe.
Dan Justin pria itu sendirian sebab ia belum memiliki pasangan seperti yang lainnya.
setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya mereka sampai di sebuah perumahan elit yang sangat mewah dan megah ,hanya kalangan atas yang bisa tinggal di perumahan tersebut.
Sepanjang jalan memasuki area perumahan Bella sangat takjub tak henti-hentinya ia memuji keindahan itu ,matanya berbinar seperti anak kecil yang di berikan permen.
" mas perumahan di sini bagus banget ya " ucap Bella ia menatap ludwighe yang tengah menyetir.
" hmm " balas ludwighe
Bella tak menghiraukan balasan singkat ludwighe karna ia sibuk dengan rasa takjubnya pada keindahan perumahan itu.
setelah memasuki area perumahan lebih dalam lagi akhirnya mobil ludwighe berhenti di depan sebuah bangunan rumah mewah dan yang paling besar di antara semua bangunan di are perumahan tersebut.
" ayo turun" ucap ludwighe yang sudah turun terlebih dahulu , kemudian ia memutar tubuhnya ke samping mobil dan membukakan pintu mobil untuk Bella.
Bella tertegun sejenak namun ia tetap melangkah keluar dan berjalan di sisi ludwighe.
Keluarga yang lain juga sudah sampai mereka semua juga sama seperti Bella ,mereka merasa sangat takjub pada bangunan di depan mereka yang seperti bangunan istana sangkin megahnya.
" wah ini rumah baru kalian " ucap mommy Maria
" cantik banget ya mar" ucap buk Nia yang di balas anggukan kepala oleh mommy Maria .
" ayo masuk " ucap ludwighe
ia menekan tombol di sudut pintu dan terdengar bunyi
Ting ,ting
tak lama kemudian pintu besar itu di buka oleh seorang wanita parubaya .wanita itu menunduk dan bergeser ke samping Dimana terdapat 2 laki- laki yang kelihatannya masih berumur 30 an.
" selamat datang tuan dan nyonya" ucap mereka serentak masih sambil membungkukkan tubuh mereka.
Bella terkejut ia hanya mampu terdiam mencoba merespon apa yang terjadi.
" hmm ayo masuk " ucap ludwighe ia menggenggam tangan Bella dan menariknya masuk ke dalam rumah dengan lembut.
__________________________________________
" emm maaf ya pak jadi ngerepotin pak Bagas " ucap lani.saat ini bagas dan lani sedang di perjalanan menuju rumah kos lani,awalnya lani menolak ajakan Bagas namun Bagas tetap bersikeras untuk mengantarkan lani pulang sampai ke kos dengan selamat.dan setelah melewati perdebatan yang cukup panjang akhirnya lani terpaksa meng iyakan permintaan Bagas.
" kamu gak merepotkan saya sama sekali lani,saya yang mau mengantar kamu pulang jadi berhentilah bersikap tak enak pada saya" ucap Bagas sebab dari tadi lani selalu merasa membebaninya dan ia tak mau melihat lani tak nyaman dengannya.
" iya pak terimakasih sekali lagi" ucap lani
" hmm " ucap Bagas lalu selanjutnya hening hingga beberapa saat kemudian mobil Bagas telah sampai ke sebuah rumah yang minimalis dan tampak sederhana.
Lani turun dari mobil di ikuti oleh Bagas.
" hmm ini kos kamu " tanya Bagas memastikan.
" iya pak " ucap lani
" kalau begitu sekali lagi terimakasih ya pak sudah mengantar saya pulang tapi anu saya gak bisa bawa bapak mampir nanti takutnya di kira macam-macam sama warga sekitar." ucap lani menjelaskan,sebenarnya ia merasa sangat tak enak hati mengatakan nya.
" hmm saya mengerti ,masuklah tak baik anak gadis keluar malam - malam" ucap Bagas
" emm iya pak saya masuk dulu ya ,bapak hati - hati nyetirnya " ucap lani kemudian ia Langs berbalik dan berjalan cepat ke kosnya.
Bagas tersenyum kecil ,ia memastikannya lani masuk ke dalam kosnya terlebih dahulu barulah Bagas menaiki mobilnya dan berlalu dari kos lani menuju ke apartemen nya.
Davin melangkah memasuki rumahnya dengan langkah lebar ia menaiki tangga dan berjalan cepat menuju ke kamarnya.
Sesampainya di depan kamar ia merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kunci dan membuka pintu kamar tersebut.
klik ceklek......
Dara menoleh ke arah pintu saat mendengar pintu tersebut terbuka, tak lama kemudian Davin masuk ke dalam kamar , tatapannya dingin wajahnya datar tak ada kelembutan seperti biasa di wajah pria tersebut.
dara berdiri dari tempatnya Meringkuk,ia pandangi Davin yang masih terdiam sambil menatap nya.
" aku ingin keluar ,kenapa kau mengunciku di kamar mu seperti tawanan" ucap dara dengan lirih suaranya hampir habis karna terlalu banyak menangis.
Davin diam rahangnya mengeras dan tatapan matanya semakin tajam.
" JAWAB AKU DAVIN,KENAPA KAU MELAKUKAN INI SEMUA PADAKU " teriak dara ,air matanya menetes lagi membasahi pipinya yang mulus dan kemerahan.
" KENAPAAAA" teriak dara lagi kali ini ia mendekati Davin yang dari tadi terdiam.
" KARNA AKU MENCINTAIMU" teriak Davin pada akhirnya ia tak bisa menahan gejolak di hatinya.
dara terdiam namun air matanya menetes lebih deras lagi,entah kenapa hatinya sakit saat mendengar pengakuan Davin tadi ada rasa sesak di dalam hatinya.
" hey sayang maafkan aku ok , aku tidak sengaja membentak mu tolong maaf kan aku hmm" ucap Davin ia mendekati dara dan menghapus air mata dara dengan lembut.
" tolong jangan menangis ,aku tidak akan mengurungmu lagi kau akan bebas seperti sebelumnya tapi kumohon tolong jangan menangis lagi " ucap Davin dengan sendu ,kedua matanya berkaca-kaca memandang wanita pujaannya yang baru saja ia bentak dengan tidak sengaja itu.
" aku mau pulang " ucap dara pelan setelah beberapa saat terdiam
" baiklah" ucap Davin dengan cepat ia menyetujui permintaan pujaan hatinya.
"aku ingin pulang sendiri,kau tak perlu mengantar ku" sambung dara sembari menepis tangan Davin dari pipinya.
Davin terdiam beberapa saat namun akhirnya dengan lesu ia menyetujui permintaan dara.
" hmm pulang lah ,dan jaga dirimu baik-baik " ucapnya dengan lirih.
Dara langsung berlalu meninggalkan Davin seorang diri di kamar tersebut.
" aku akan Selalu bersama mu sayang ,walaupun kau membenciku " ucap Davin getir ia berjalan ke arah ranjang dimana ada aroma sang pujaan hati di sana ia baringkan tubuhnya di ranjang dan menghirup aroma tubuh dara yang tertinggal di atas ranjang itu.