Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Komedi / Misteri / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Alea hidup dalam realitas kemiskinan mulai dari tagihan listrik dan kontrakan yang menunggak memaksanya berjuang keras banting tulang demi memenuhi kebutuhannya sendri.

Di sisi lain, Arka Adiwangsa hidup dalam kemewahan namun dibayangi darah, pengkhianatan, dan rahasia gelap keluarganya.

Hingga pertemuan tak terduga di tepi jembatan malam itu menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Dua dunia yang bertolak belakang pun berbenturan: Alea perlahan terseret ke dalam pusaran bahaya dunia mafia, sementara logika absurd gadis itu tanpa sadar menundukkan sisi gelap di dalam diri Arka.

Ketika nyawa dan uang receh dipertaruhkan di meja yang sama, akankah sang pewaris takhta akhirnya luluh dan menaklukkan hati Alea? Atau justru mereka harus kembali melangkah di jalan masing-masing?

Kisah mereka lebih dari sekadar pertemuan dua dunia yang tak seharusnya bersentuhan. Penasaran? Langsung baca saja ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Di sudut paling redup Kafe Sudut Temu, Arka duduk menyerupai bayangan mematikan yang sengaja memisahkan diri dari peradaban.

Secangkir americano panas bersanding dengan Black Card di atas meja, namun matanya yang setajam elang itu tidak lepas dari pergerakan Alea.

Gadis itu mondar-mandir mengantar nampan, tersenyum paksa pada pelanggan rewel, dan mengomeli mesin pembuat espresso yang macet seolah benda mati itu punya telinga.

​Bagi Arka, rutinitas ini sangat membosankan. Namun, melihat gadis absurd ini bertarung mati-matian demi recehan entah bagaimana memberikan hiburan yang lebih memuaskan daripada melihat musuh-musuhnya bertekuk lutut.

​Ketenangan itu pecah ketika pintu kafe didorong dengan sangat kasar. Lonceng bergemerincing panik. Tiga pria berwajah preman dengan jaket kulit imitasi dan tato pudar melangkah masuk.

Bau alkohol murahan dan asap rokok seketika mencemari pendingin ruangan. Para pelanggan yang didominasi mahasiswa sontak menunduk, buru-buru memasukkan laptop mereka ke dalam tas.

​"Heh! Mana bos kalian?! Udah tanggal lima, mana jatah keamanan kita?!" bentak preman paling depan, menggebrak meja kasir hingga mesin EDC terpelanting.

​Bukannya gemetar atau menangis seperti pelayan normal, Alea justru membusungkan dada. Urat lehernya menegang, menatap nyalang ketiga pria berbadan besar itu dengan raut wajah penuh perhitungan kerugian.

​"Keamanan mata lo peyang, Bang?!" sembur Alea dengan volume maksimal, mengabaikan fakta bahwa ia bisa saja dihabisi di tempat.

"Lagian semenjak abang-abang sering nongkrong di depan, spion motor driver ojol hilang! Terus helm bogo pelanggan juga ikut raib tiga hari yang lalu! Kalau mau minta jatah keamanan, minimal kasih garansi replacement barang hilang dong! Kerja kok nggak ada Standard Operating Procedure-nya sama sekali! Kalian preman apa debt collector magang, sih?!"

​Wajah preman itu memerah padam karena dihina secara profesional oleh seorang pelayan kafe rendahan.

"Wah, nantangin nih cewek! Mulut lo belum pernah disekolahin, ya?!"

​Tangan preman itu terangkat tinggi, bersiap menampar wajah Alea. Gadis itu refleks memejamkan mata. Otaknya dengan cepat mulai mengkalkulasi skenario terburuk. "Kalau rahang gue geser, biaya rontgen di rumah sakit bisa habis tujuh ratus ribu, belum termasuk obat anti-inflamasi... dan jika gue ngelawan mereka bisa-bisa properti di ruangan ini akan hancur lebur dan itu artinya pengeluaran bisa berkali-kali lipat lebih besar."

​Namun, rasa sakit dan tagihan itu tidak pernah datang.

​Sebaliknya yang terdengar malah bunyi tulang retak.

KRAK!

Suara yang sangat nyaring dan memuakkan, disusul jeritan melengking yang membuat bulu kuduk seluruh isi kafe berdiri tegak.

​Alea gegas membuka matanya dengan cepat, hal yang pertama ia lihat adalah sosok Arka yang sudah berdiri tepat di sampingnya, seolah berteleportasi dari sudut ruangan.

Tangan kiri pemuda itu masih mencengkeram pergelangan tangan sang preman dengan sangat santai, seakan hanya mematahkan sebatang ranting kering.

Namun, sudut pergelangan tangan preman itu sudah berputar pada arah yang sama sekali menyalahi ilmu anatomi manusia.

​Sorot mata Arka telah berubah menjadi palung laut yang gelap dan hampa. Hawa membunuh menguar begitu pekat, mencekik oksigen di dalam kafe. Dua preman di belakang mendadak lumpuh ketakutan, tak mampu menggerakkan kaki melihat iblis sungguhan yang kini berdiri melindungi mesin kasir tersebut.

​"Jauhi tangan kotor lo darinya," bisik Arka pelan, suaranya sangat tenang namun membawa teror absolut yang menembus tulang.

"Gue paling benci... jika ada hama yang berani menyentuh orang yang gue lindungi."

​Dengan satu sentakan kecil yang mematikan, Arka melempar preman bertubuh besar itu layaknya karung beras. Tubuh pria itu melayang dan menghantam rak display tumbler kafe.

Prang!

Bunyi benda-benda berjatuhan memecah keheningan. Menyadari mereka sedang berhadapan dengan malaikat maut, ketiga preman itu bangkit tertatih-tatih, berteriak panik, dan lari terbirit-birit keluar tanpa berani menoleh.

​Arka merapikan lengan kemejanya yang sedikit berkedut. Lalu menoleh pada Alea, berekspektasi gadis itu akan menatapnya dengan kekaguman, atau setidaknya memeluk lengannya sambil gemetar karena syok.

​Namun, Alea justru menatap lantai dengan horor yang sesungguhnya. Matanya terbelalak ngeri melihat kekacauan di bawah rak kayu tersebut.

​"Tamat riwayat gue!!" jerit Alea histeris, menjambak rambutnya sendiri bak orang frustrasi.

"Itu tumbler merchandise kafe edisi terbatas! Harganya seratus lima puluh ribu per biji! Ada tiga yang pecah! Terus meja nomor empat?! Pelanggannya kabur belum bayar red velvet gara-gara takut sama lo! Total kerugian kafe ini enam ratus ribu, dan lo tahu siapa yang bakal disuruh potong gaji buat ganti semua ini?! GUE, BOS! GUE!!"

​Arka membeku. Hawa membunuh di sekitarnya seketika menguap tanpa sisa, digantikan oleh keheningan yang luar biasa canggung.

​Alea menuding tepat ke dada bidang Arka dengan jari telunjuk yang bergetar emosi.

"Mana Black Card lo! Cepat gesek enam ratus ribu di mesin ini, atau gue seret lo ke kantor polisi pakai pasal berlapis perusakan properti UMKM!"

​Sang ketua klan mafia paling mematikan di dunia bawah tanah itu memejamkan mata sesaat, menelan ludah pelan. Untuk kesekian kalinya, iblis di dalam dirinya takluk total. Bukan oleh peluru, melainkan oleh perhitungan akuntansi brutal seorang pelayan kafe yang terancam potong gaji.

Bersambung...

1
neny
wkwkwk,,dmn ada gaun butik makan nambah jd sobek🤣🤣,,ada2 ajh Alea mah,,lucu banget sih km😍
neny
yes,,aq dukung rencana mu arka,,biar papa mu malu udh merencanakan lamaran itu buat mempermalukan alea,dan biar Clarissa jg gk kepedean sm km,,biar di lawan sm si bar bar alea🤣🤣
neny
is apa sih hartawan ini,,Alea kan GK tau siapa arka sebenarnya,,GK perduli dia mah,,yg tertarik kan arka,,Alea mah nganggap nya bos besar,,yg sayang klau di lepas,,lagian ngapain nyuci otak arka,,mending nyuci baju🤣🤣
neny: 😄😄😄😄😄
total 2 replies
Umi Zein
kenapa Al?! jantung nya msh aman kaan dibaperin bos' Arka 🤣🤣🤣
Umi Zein
dasar Alea pikirane, gak uang ya makanan. dah lah Al sekarep mu 😂😂
riniandara: /Grievance//Grin/
total 1 replies
Umi Zein
Alea di lawan soal harga jasa dirinya. ooh no 🤣🤣🤣
Umi Zein
ya ampun Al yaa kalii sekelas Arka nyuruh jaga katering hajatan 🤦🏻‍♀️🤣🤣
riniandara: otak Alea gak nyampe mikir panjang kak/CoolGuy//Facepalm/
total 1 replies
Umi Zein
yakin pak tua Alea bakalan pergi?!😏 yakin banget Loe! belum tau aja Alea bar2 mah bukan pacarnya Arka jdi kyanya dia gak akan perduli tuh sma stts hubungan Arka 🤣🤣🤣
riniandara: yupz ketebak banget ya wataknya alea hehe
total 2 replies
Umi Zein
wkwk Kaka othor bisa aja ngasih nama2 turunan pemaran tokohnya. Hartawan punya Suryanegara 🤣🤣🤣
riniandara: biar beda dari yang lain kak /Shhh/
total 1 replies
neny
itu 2 sales suruhan nya hartawan,atau cecunguk nya Kevin,,lemah banget,,GK ada gerakan taktis untuk menangkal serangan Alea,,secara kan anak buah nya hartawan dr kelompok elite
Dewi kunti
memalukan🙈
Dewi kunti
Alexa sp lagi ini thooor
riniandara: Alea kak salah ketik maaf ya
total 1 replies
Umi Zein
dasar sodara tiri gak tau diri. pake fasilitas tuan muda tp seolah2 dia yg punya kuasa... ngaca woiii Klevon🙄😠 hrsnya elu tuh sungkem sm Arka 😏😏
Umi Zein
Waduuh Alea mau dia pain tuh?!😳🤭
udh lah jngan suka mancing2 Alea yg bar2 ini, bisa kena bogem loh buru**nya nnt 😂😂😂
Umi Zein
udh Al mengalah aja, pokoknya yg bukan donatur, dilarang mengatur 😂😂😂
Umi Zein: betul kan kak othor sudah prosedur nya Kya gtu 😀😀
total 2 replies
neny
wkwkwk,,licik ya Alea,,klau menang ajh dia minta traktiran batagor sebulan penuh,,eh pas ditanya klau kalah,,gk mau jawab dia🤣🤣🤣,,dasar Alea,,GK mau rugi fia🤣🤣🤣
neny: /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
total 2 replies
neny
Alea,,km itu target,,tau target gak sih,,gemes aq tuh baca nya,,pinter2 gmn ya Alea ini,,nyawa terancam ajh masih bs buat lelucon🤣🤣,,malah nego pake qris lg, haduuhh,,emng bener sih pake cek mah lama cair nya,,lebih cepat pake qris🤭
neny
wkwkwk,,dasar Alea mata duitan,,apa2 duit,,apa2 duit,,🤦,,gk tau apa arka sengaja berbuat demikian buat ngelindungi Alea dr hartawan,,🤭
Sastri Dalila
🤣🤣🤣😅
Dewi kunti
typo Alexa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!