Seruni adalah seorang wanita, istri dan tulang punggung keluarganya. Mendapatkan suami yang pemalas membuat Seruni harus bekerja membanting tulang untuk keluarganya.
Suaminya bahkan tidak mau menjaga anak anak mereka, jadilah Seruni meminta bantuan pada keponakannya yang ada di kampung untuk membantunya menjaga anak anaknya sementara Ia bekerja.
Naasnya, karena suami dan keponakannya sering berada di rumah berdua, maka timbul rasa cinta diantaranya. Tanpa memikirkan perasaan seruni, mereka berdua berselingkuh di belakang seruni. Bagaimana kehidupan seruni selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wajiman menggemparkan seluruh pabrik
Suasana pabrik tepatnya di section packing hari ini tidak seperti hari Biasanya.
Laki-laki yang mereka lihat di kantin karyawan kemarin, ternyata benar akan menjadi pengawas di section packing.
Seruni yang datang bersama Tiwi kaget ketika melihat laki-laki itu sudah stand by di section mereka.
Sebelum memulai pekerjaan, Pak Selamet memperkenalkan laki-laki itu kepada kami.
" Selamat pagi temen temen " Pak Selamet membuka briefing pagi ini.
" Seperti yang kalian tahu, Pak Warjono sudah menuntaskan masa baktinya di perusahaan ini "
" Oleh karena itu, kita kedatangan pengawas baru yang akan menjadi atasan kalian kelak menggantikan Pak Warjono, Saya minta bantuannya untuk dapat bekerja sama dengan baik ya. Silakan Pak Wajiman memperkenalkan diri "
" Selamat siang teman teman, saya Wajiman yang akan menjadi pengawas teman teman semuanya. Saya mohon bantuannya agar pekerjaan kita berjalan dengan solid ya "
Suasana di section packing menjadi ramai mendengar perkenalan dari Pak Wajiman.
" Sudah sudah jangan ramai, jika perkenalannya sudah selesai ayo silakan dimulai pekerjaannya " Ujar Pak Slamet. Teman-teman langsung membubarkan diri dan mulai bekerja.
Adanya Pak Wajiman di section kami, membuat beberapa karyawan perempuan menjadi tidak fokus kerja karena sibuk menarik perhatian Pak wajiman.
Padahal Pak Wajiman hanya fokus dengan pekerjaannya sebagai pengawas dan tidak menanggapi pandangan centil dari teman teman Seruni.
Seruni yang mengagumi Pak Wajiman pun hanya sebatas mengagumi saja tidak sampai mengganggu pekerjaannya.
Iya dan Tiwi tetap bekerja seperti biasa tanpa terganggu dengan keberadaan Pak Wajiman.
Sampai akhirnya waktu makan siang tiba, Pak Wajiman memberikan instruksi untuk kami dapat beristirahat.
" Kalian sudah boleh beristirahat, tapi mohon diingat untuk tiba di section kalian tepat waktu di jam satu siang ya" Ujar Pak Wajiman sebelum kami meninggalkan section.
" Baik Pak" Jawab semua karyawan kompak.
Di perjalanan menuju kantin, semua karyawan membicarakan tentang Pak Wajiman termasuk Kami berempat.
" Wah informasi Kamu betul semua Tiw, ternyata Pak Wajiman bener menggantikan Pak waryono untuk menjadi pengawas section packing" Ucap Ningsih terlihat kagum kepada Tiwi.
" Benar kan apa yang aku bilang, tidak perlu diragukan lagi karena sudah pasti benar" Tiwi tertawa di akhir kalimatnya.
" Iya iya deh Tiwi memang selalu benar " Ujar Romlah, dan lagi-lagi ucapan Romlah membuat Kami berempat tertawa.
" Walaupun namanya benar-benar sederhana, tapi wajah Pak Wajiman benar-benar tampan sekali " Ningsih seperti terlihat gemas dengan Pak Wajiman.
" Betul juga, sudah jarang sekali rasanya mendengar nama Wajiman di perkotaan"
" Tapi ya Apalah arti sebuah nama, jika wajahnya tampan ya tetap saja terlihat tampan "
" Aku setuju sekali tuh, sepanjang bekerja aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi karena sibuk melihat Pak Wagiman " Bayangan Wajah Pak Wajiman seperti ada di salam kepala Ningsih
" Iya aku lihat air liur mu sampai menetes karena melihat Pak Wajiman terus"
" Asem kamu Romlah, mana ada air liurku sampai menetes " Dan mereka berempat pun tertawa mendengar Romlah yang menggoda Ningsih.
" Baru kali ini rasa-rasanya Aku tidak sabar untuk bekerja lagi, bahkan untuk istirahat makan saja rasanya sudah merindukan Pak Wajiman"
" Gayamu Ningsih sudah seperti pacarnya saja"
" Biar saja Romlah, nggak seneng banget ngelihat temannya senang" Ningsih terlihat manyun mendengar ucapan Romlah.
" Menurut kalian Apakah ada di antara kita yang akan mencuri hati Pak Wajiman? "
" Sudah pasti akulah Tiwi " Ningsih mengibaskan rambutnya dengan genit.
" Wah wah percaya diri sekali kamu Ningsih, kalaupun ada yang mencuri hati Pak Wajiman aku yakin orang itu adalah Seruni" Ucap Tiwi.
" Aku? Kenapa Aku? " Tiwi menunjuk wajahnya sendiri dengan heran.
" Ya dari semua yang ada di section kita, kamu terlihat yang paling cantik Run. Kamu saja yang terlalu ga peduli sama sekelilingmu sehingga ga sadar kalo banyak laki laki yang suka padamu "
Ningsih dan Romlah mau protes tapi apa yang di katakan Tiwi benar.
Sudah berapa banyak laki laki yang minta di titipkan salam kepada Seruni.
Tapi Seruni tidak pernah menanggapinya, di mata Seruni hanya kerja dan menabung saja, Ia seolah tidak peduli dengan laki laki.
Yang di katakan Tiwi benar, Seruni adalah teman mereka yang paling cantik di section packing.
Seruni memiliki tinggi badan dan bentuk badan ideal, rambutnya yang hitam selalu diikat rapih.
Matanya indah dan memiliki senyum yang manis dan Ia memiliki pribadi yang riang.
Tidak heran banyak kaum adam yang suka terhadap seruni. Mereka seperti berlomba lomba mengirimkan salam lewat teman teman terdekatnya yaitu Tiwi, Romlah dan Ningsih.
Tapi reaksi Seruni selalu sama, Ia tidak banyak menanggapi laki laki yang mendekatinya.
Menurut Tiwi, Seruni terlalu fokus untuk mengejar mimpi mimpinya dan tidak memikirkan laki laki dulu.
"Sudah jangan rebutan, nanti kita udah sibuk rebutan Pak Wajiman, eh dia sudah punya pacar bahkan istri" ujar Seruni.
" Iya gimana kalau ternyata dia udah punya pacar ya? " tanya Ningsih.
" Ya selagi janur kuning belum melengkung berarti masih ada kesempatan untuk kita, kecuali kalau sudah menikah baru tidak ada kesempatan lagi "
Kali ini kami setuju dengan ucapan Romlah, memang tidak ada yang tahu status Pak Wajiman apakah sudah beristri apa belum.
Bahkan Tiwi yang biasanya paling tahu tentang gosip terbaru pun tidak mengetahui hal itu.
" Oh Iya Tiw ngomongin janur kuning, hari sabtu kemarin gimana? Bener Mas Ilham melamar Kamu ? " Tanya Ningsih.
Seruni tertawa mendengar pertanyaan Ningsih, sedangkan Tiwi terlihat cemberut.
Bagaimana Seruni tidak tertawa, beberapa hari yang lalu Tiwi begitu percaya diri jika Mas Ilham akan melamarnya karena menemukan nota pembelian Cincin Emas.
Dan Sabtu kemarin sepulang dari kencannya dengan Mas Ilham, Tiwi langsung ke kamar Seruni untuk bercerita bahwa ternyata Mas Ilham tidak melamarnya.
" Aku malu banget Run, kok bisa ya aku mikir kalo itu cincin untukku " Tiwi mengambil bantal dan menutup mukanya sendiri karena malu.
" Harusnya kamu menunggu sampai Mas Ilham benar benar melamar kamu, kenapa harus kamu tanya prihal cincin itu "
" Itulah salahku Run, aku nggak tau kalau ternyata itu adalah nota pembelian cincin
Kakaknya "
Seruni tertawa terbahak bahak mendengar cerita Tiwi.
" Aku malu banget Run, mana pas Mas Ilham bilang cincin itu untuk Kakaknya, aku bilang padanya untuk jangan berbohong dan jujur saja kalo cincin itu untuk aku "
Tiwi menutup wajahnya lagi dengan bantal.
" Kamu harus lihat cara Mas Ilham tertawa Run, Ya Allah aku malu banget Run "
" Bahkan sampai tadi dia mengantarku, aku nggak berani melihat wajahnya karena malu. Kok aku bisa sepercaya diri itu ya Run "
Malam itu Seruni tidak henti hentinya mentertawakan Tiwi dan rasa percaya dirinya yang begitu besar.
" Sudah toh Run, puas bener mentertawakan aku " Tiwi melempar bantal yang ada di tangannya ke arah Seruni yang tidak bisa berhenti tertawa.