Indonesia
NovelToon NovelToon
Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Roh Supernatural / Dunia Lain / Spiritual
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: Herrscher

Yashbi memiliki kemampuan melebihi manusia lainnya selain uang yang banyak dia juga memiliki kekuatan yang dapat menolong manusia yang diganggu oleh makhluk astral atau makhluk lain karena sikap dan perilaku manusia itu sendiri. Tanpa disadari sikap dan perilaku manusia itu melahirkan pemimpin Dunia lain atau lebih dikenal disebut Satan's World.

LYashbi menolong seorang laki-laki yang sudah berkeluarga. Laki-laki yang terkena gangguan oleh seekor makhluk karena mengambil hak milik orang lain dan memakai pemikat (asihan) "wanita" ditubuhnya. Untuk menyembuhkannya melenyapkan makhluk yang berada ditubuh laki-laki itu Yashbi diharuskan menikahi anak perempuan dari laki-laki itu. Anak perempuan yang bernama Ashana.

Bagaimana kisah Yashbi dan Ashana?

Seiring berjalannya waktu Ashana memiliki rahasia yang akan membuat hidup Yashbi terasa terbalik seketika.

Ikutin kisahnya.

Mohon maaf mungkin penyampaiannya kurang mungkin tidak dapat dipahami jika dalam sekali baca 🙏😳

Dan ini 40-50% kisah nyata Author sendiri bersama suami. Termasuk makhluk-makhluk yang muncul beberapa chapter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herrscher, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebersamaan

Di musium...

Ashana dan Sandi terlihat menikmati waktu kebersamaan mereka. Pertama kali masuk Ashana tertuju ke salah satu buku yang berjudul "Love is Painful and also makes lost direction".

"siapa yang menulis buku ini" tanya Ashana

"setahuku si penulis tidak menginginkan namanya dipublikasikan jadi dibuku itu hanya tertulis tanda underscore tiga kali" jawab Sandi sambil mengedarkan pandangannya

"oh.."

"sampai kapan kita berdiri di sini terus?" Sandi mengulurkan tangan dan disambut tangan Ashana

Selain buku tadi yang mereka lihat ada lukisan-lukisan abstrak, pemandangan, manusia dan artefak jaman dulu. Mata mereka tertuju ke salah satu fosil dinosaurus dan manusia purba.

" kita harus memberi hormat untuk mereka" Sandi sedikit menundukkan kepalanya

"kenapa harus melakukan itu?" tanya Ashana

"sebagai penghormatan saja karena mereka lebih lama hidup di bumi ini dan dengan adanya dunia saat ini awal muasal dari mereka. Kehidupan yang kita alami lebih maju dan modern" ucap Sandi

Ashana hanya tersenyum hangat mendengar ucapan Sandi. Tidak menyangka temannya satu ini berubah drastis dan menjadi pribadi lebih baik. Mengingat dulu Sandi tidak akan segan beradu jotos jika ada orang yang menganggu Ashana. Fisik yang kuat dari yang lainnya membuatnya banyak disegani teman sebayanya.

Grap

Salah satu tangan memeluk lengan Sandi

"pantas saja kau tidak ada di ruangan ternyata di sini" ucap Nina dengan senyum sumiringahnya

"kau selalu saja mengikutiku. Ada apa sih, Nin?" Sandi kesal

"aku hanya ingin dekat denganmu. Apa tidak boleh?" rengek Nina

"kau bukan anak kecil lagi. Jadi stop mengikutiku. Aku memiliki privasi harusnya kau ngerti itu" tegas Sandi

"apa kau lupa janjimu pada orangtuaku, San?" tanya Nina yang merasa puas karena Nina tahu betul jika Sandi mendengar kata orang tua dia tidak akan bisa berulah

"dengar, betul aku akan menjagamu selama studytour ini tapi tidak perlu sampai kau mengikutiku setiap detik" Sandi menjawab berusaha tenang di depan Ashana

Ya, Sandi ingin terlihat berubah disaat pertemuannya dengan Ashana berubah menjadi lebih santai dan kalem. Setidaknya Ashana memberi poin plus untuknya.

"San, apa kalian pergi berdua?" Nina mengalihkan topik

"kau lihat sendiri" ketus jawab Sandi

"kalau begitu aku ikut saja dengan kalian. Bagaimana?" tanya Nina

"ayo ikut saja dengan kami dengan banyak orang pasti lebih seru" jawab Ashana

"bolehkan, San?" Nina mengabaikan Ashana

"kau tidak dengar apa yang barusan diucapkan, Ashana" Sandi kembali menjawab ketus

Mereka akhirnya pergi bersama.

Melihat seisi musium itu tanpa ada yang terlewatkan. Sesekali Sandi dan Ashana berpoto tidak ketinggalan Nina berpoto bersama Sandi. Nina selalu menjauhkan kedekatan Sandi dan Ashana tapi Sandi mengetahui apa maksud kedatangan Nina jadi dia bisa menghadapinya.

"Ash, setelah ini kita pergi ke mana?" tanya Sandi yang berjalan di samping Ashana

Tatapan hangat Sandi tidak pernah lepas saat melihat Ashana. Keadaan ini disaksikan Nina yang selalu berada di belakang mereka.

"sial!. Kau lihat saja wanita jelek. Saat pulang nanti aku tidak akan melepaskan Sandi begitu saja" batin Nina

Tempat tinggal dan sekolah Sandi saat ini berada di Semarang. Sejak awal kepindahannya sudah menjadi populer karena selain tampan tapi juga baik dan ramah. Nina yang terpesona saat pertama pertemuan mereka dan kebetulan orang tuanya mengenal baik membuat Nina leluasa untuk selalu dekat dengannya. Bahkan satu sekolah menyebarkan gosip jika mereka memiliki hubungan layaknya pasangan dan lebih parahnya mereka akan melaksanakan pernikahan setelah memasuki kuliah.

Sandi dan Ashana istirahat sejenak di sebuah warung kecil dan membeli minuman.

Gluk

Gluk

Gluk

"kau seperti kecebong, Ash" ledek Sandi

Mendengar hal itu membuat Ashana menyemburkan minumannya tepat ke arah badan Nina

"arrrrgghh kau ini apa-apaan sih. Menjijikan sekali" Nina sangat marah

Ashana mengambil sapu tangan dari sakunya untuk membersihkan baju Nina namun Nina menolaknya dengan kasar hingga Ashana terdorong ke belakang.

"hentikan. Aku tidak butuh bantuanmu dan jangan pernah menyentuhku dengan tanganmu" ucap Nina, galak

Sandi mengambil sapu tangan dari tangan Ashana.

"kau tidak perlu semarah ini. Dia sama sekali tidak sengaja. Dan yang salah aku"ucap Sandi sambil membersihkan baju Nina. Nina menatap Sandi dengan tatapan berbinar, senang.

" a... aku minta maaf. Aku tidak sengaja, Nina"ucap Ashana nada lembut

Nina mengabaikannya dan hanya menatap jelas tidak menyukai kehadiran Ashana.

Ashana melihat jam tangan yang melingkar di tangannya menunjukan pukul 18.30

" San, sebaiknya aku pulang hari sudah malam. Ibuku pasti mencariku" Ashana membalikkan badannya

"t... tunggu dulu" Sandi memegang lengan Ashana

"ikut denganku sebentar" Sandi terlihat memohon

Ashana hanya mengangguk pelan dan menoleh ke arah Nina yang tertinggal di belakang.

Nina sangat kesal dan semakin membenci Ashana.

.

.

.

.

.

"kau akan membawaku ke mana, San?" tanya Ashana, heran

"jangan banyak bicara. Kau pasti akan menyukainya" jawab Sandi

"kau ini aneh sekali dari awal pertemuan kita hingga sekarang ini" ucap Ashana dengan pandangan tangan Sandi yang masih memegang erat lengannya

"bukan aneh lebih tepatnya aku sudah berubah. Berubah menjadi laki-laki lebih baik" ucap Sandi

"euumphh aku juga merasa seperti itu kau jauh lebih hangat dan sedikit lebih manis" ucap Ashana

Mendengar ucapan Ashana membuat Sandi tersipu dan melayang. Siapa yang tidak merasa seperti itu jika mendengar pujian dari seseorang yang kita sukai dibeberapa tahun lalu.

"saat aku pindah aku berpikir perpisahan itu menyakitkan tapi ternyata tidak. Setidaknya memberiku ruang untuk menjadi lebih baik lagi" ucap Sandi

"ya perpisahan mengajarkan kita menghargai orang yang sudah ada di sekeliling kita" ucap Ashana

Ashana celingak celinguk mencari keberadaan Nina namun tidak ada sama sekali batang hidungnya.

"San, Nina tidak ikut bersama kita? kita harus mencarinya aku takut dia tersesat dan dijahati. Kau tahu kan orang-orang di sini" tanya Ashana dengan wajah penuh kekhawatiran

"biarkan saja. Lagipula dia akan kembali pulang karena di jemput orang suruhan orang tuanya" jawab Sandi

"waaahh berarti dia anak orang kaya pantas saja kulitnya mulus sekali dan wangi. Berbeda denganku..." Ashana mengendus-endus badannya sendiri untuk memastikan tidak bau badan

Sandi tertawa melihat kelakuan Ashana yang masih polos dan lugu.

"kau bukan bau atau wangi tapi tubuhmu itu tidak memiliki aroma sama sekali, Ash" ucap Sandi

Ashana memukul lengan Sandi

"kau ini selalu saja menghina tadi bilang aku kecebong sekarang hantu" ucap Ashana, kesal

Sandi menggaruk belakang kepala yang sbee2tidka gatal.

"bu...bukan begitu maksudku. Mana mungkin aku menghinamu. Aku tidak mungkin mengeluarkan kata-kata yang membuatmu merasa terhina karena aku..." ucap Sandi dan mata mereka saling bertemu

1
ORC
Mampir kak ....

Salam kenal dari Ry
😊
Fausta Vova: Halo salam kenal juga

Ayo ikuti terus ceritanya 🙏

Terima kasih banyak lho udah mampir 🙏😃
total 1 replies
vienkinn
Yekkk jisss, ngaca sono!! Kelakuan kek syetan gitu ya harusnya sama badak aja 🤬
vienkinn
Itu tandanya kamu kiyowokkk ♡(*´ω`*)/♡
vienkinn
Ayo omm, cemungutzz!!
vienkinn
Cwe di sini punya masalah apasih? Dikit2 bawa ortunya 😓
vienkinn
Mase, kamu telat melangkah, udah diduluin ama duda kaya nohhh
vienkinn
Nggak salah sih emaknya, cuma agak goblok ajah 😇
vienkinn
Mbak kalo nggak mau buat aku aja gpp :)
vienkinn
Ohhh dia temennya roi kimochi
vienkinn
Yah, kufikri hubungan kita spesial mas
vienkinn
Hmnnn.... bau apa ini.... bau percikan asmara?
vienkinn
Nih cewe jadi2an juga minta di tendang palanyaaa. Plisss thorrr, siksa para manusiya inih 😔✌
vienkinn
I don't like, bukan ceritanya, tapi karakter utamanya 😭
Si Ashana bucin banget deh, yakin banget si indra tampangnya cem jin tomang. Mending ngehalu mas jae bareng aku, mbak daripada ama manusia syetan begini 😤
Millena
Waahh, ceritanya bagus
jieverr
Mangats thor!
💕NARA༄𝑓𝑠𝑝⍟
kasihan sekali km ashana tapi jgn bersedih km pasti bisa membalas mereka
💕NARA༄𝑓𝑠𝑝⍟
hallo ka aku sudah mampir ya
ashana gk mau dengerin ucapan ibu nya sih kan jdi kena masalah
Araaa❣️🍭
ceritanya menarik 🤩
Araaa❣️🍭
next thor
Araaa❣️🍭
next Thor 🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!