Wangi harum ind*mie goreng di pukul 02.00 dini hari. “Aaahh!” Jerit kami berdua.
Sebuah pertemuan yang unik pada saat itu.
***
Alena dan Jaehyuk berasal dari negara yang berbeda dan memiliki semangat untuk menggapai mimpinya!
***
Awalnya sih, gamau jatuh cinta.
***
Akan kah pertemuan mereka terus berlanjut?
Mohon bantuan dan dukungannya, dengan cara LIKE, KOMEN dan VOTE, karena dukungan dari kalian sangat berarti untuk Author 🙏🤗🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NANA BATAGOR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 9
“Bagaimana harimu, hari ini?” Tanya Alena sembari membuat sketsa, dan sesekali ia mengunyah camilan. “Bisa ga kunyah dulu yang bener makannannya, baru ngomong?” Tanya Jaehyuk lagi. “Hump, bisa!” Alena Menelan, lalu menjawab Jaehyuk.
“Hmm, gada yang spesial jadi.. biasa aja,” sahut Jaehyuk. “Oh.. gitu.” Jawab Alena. “Iyaaa.. begitu,” balas Jaehyuk.
“Hari ini cerah sekali ya padahal udah mau petang, anginnya juga sejuk!” Pungkas Alena. Jaehyuk menghirup dan menhembuskan napasnya. “Udaranya juga segar ya.” Sahut Jaehyuk. “Hmm, iya kamu suka?” Tanya Jaehyuk.
“Suka siapa?” Balas tanya Jaehyuk. “Haish, suka sama udaranya? Suasananya? Cuacanya?” Tanya jelas Alena sebal. “Pftth, iya suka, suka.” Balas tawa Jaehyuk.
“Kamu, kalau kamu gimana hari ini?” Tanya Jaehyuk. “Yap! Aku senang.” Jawab Alena. “Senang karena apa tuh?” Tanya Jaehyuk. “Aku senang aja he.. he..” balas seraya tertawa kecil Alena.
“Senang aja? Ga senang banget?” Tanya Jaehyuk lagi. “Senang bangetttt!” Teriak Alena sambil tersenyum lebar. Jaehyuk pun yang mendengar dan melihat ekspresi wajah Alena ikut tersenyum.
“Uhuk, uhuk.” Suara batuk Alena. “Eh! Kamu gapapa Alena?” Tanya Jaehyuk. “Ini aku lagi batuk, masih aja nanya ‘kamu gapapa alena?’, yakalii..” balas Alena.
“Ha.. Ha.. iya maaf, dimana air minum kamu?” Tanya Jaehyuk. “Apa di atas meja ini keliatan ada air minum?!” Balas tanya sebal Alena. “Ga ada tuh,” jawab Jaehyuk, “yaudah tunggu sebentar, aku beli di vending mesin dulu.” Lanjutnya.
“Hmm, hmm,” Alena mengangguk. Jaehyuk berjalan masuk kedalam Universitas ke lorong yang terdapat ada vending mesinnya. *Klang.. Klang.. bunyi suara minuman kaleng yang jatuh dari vending mesin.
‘Uwahh.. hei, bukannya itu Jaehyuk Anderson.’ Bisik siswa yang sedang lewat dan tidak sengaja melihat Jaehyuk di depan vending mesin. ‘Uwahh.. Iya, aku tidak menyangka, auranya beda ya.’ Balas bisik siswa lainnya. ‘He’em,’ sahut temannya.
Lagi-lagi Jaehyuk hanya diam, ia hanya melihat ke vending mesinnya, dan menghiraukan bisikan-bisikan siswa itu.
*Jaehyuk mengambil minuman Banana Milk* kalengan itu. ‘Hmm, Apa dia suka Banana Milk?’ Gumam Jaehyuk, ‘entahlah, coba aja deh.’ Lanjutnya.
Tiba-tiba Shua lewat dan menyapa Jaehyuk, “Oh, Jaehyuk, udah sore gini masih disini, masih ada kelas kah?”. “Oh enggak, kamu.. bukannya teman Alena?” Jawab dan tanya Jaehyuk.
“Oh iya, Aku Shua sekelas sedan Alena. Apa dia bersamamu sekarang?” Sahut dan tanya Shua. “Ah iya, dia bersamaku.” Balas Jaehyuk. “Oh okay, Aku titip Alena ya, dia anaknya lumayan tidak bisa diam jadi tolong jaga dia ya.” Pungkas Shua sambari tersenyum. “Ah iya.” Balas Jaehyuk. Shua pun pergi.
Sementara itu di Taman..
Alena sibuk dengan tab dan camilannya. Datang seorang wanita cantik, rambutnya blonde sepinggang, matanya biru, gayanya juga elegan menghampiri Alena, “Halo kak, Apa kamu tau dimana lokasi studio musik?”.
“Oh, kakak dari sini lurus aja terus belok ke kanan gedungnya ada di samping kiri Univ ini,” jawab Alena. “Oh dari sini lurus, belok kanan, nanti gedungnya ada di samping kiri Univ ini ya?” Mengulang penjelasan Alena. “Iya kak, nanti ada tulisannya kok, Music Departement, besar.” Balas Alena. “Okay, terimakasih ya kak.” Ucapnya. “Iya sama-sama.” Balas Alena.
*‘Waw Cantik banget.. kaya Princess* Disnep.’ Gumam Alena terpesona.
*“Ini.” Ucap Jaehyuk tiba-tiba, sembari menaruh Banana Milk* kaleng di meja. “Uwahhhh! Banana Milk.” Pungkas Alena senang. “Suka?” Tanya Jaehyuk. “Hmm, hmm. Suka!” Alena mengganggukan kepalanya.
“Ngomong-ngomong kamu lumayan lama loh, gada masalah kan?” Tanya Alena. “Enggak, tadi cuma ada sedikit masalah di vending mesinnya aja kok,” jawab Jaehyuk. “Hmm, okay,” sahut Alena seraya meminum Banana Milk yang diberi Jaehyuk.
“Terima Kasih.” Ucap Alena. “He’em sama-sama,” balas Jaehyuk. “Sudah sampai mana gambarnya?” Tanya Jaehyuk. “Sampe sini,” jawab Alena sembari memperlihatkan hasil gambarnya.
“Ohh.. Keren.” Puji Jaehyuk. “Aku mau jadi Webtuunist di Garis Webtuun.” Timpal Alena. “Kamu pasti bisa, gambarmu juga bagus,” sahut Jaehyuk. “Garis Webtuun aku pasti bisa masuk kesana, tunggu aku!” Teriak Alena. “Hmm, hmm, kamu pasti bisa.” Ujar Jaehyuk sambil mengganggukan kepalanya.
Jaehyuk menaruh kepalanya di atas meja lalu menghadapkan wajahnya ke arah Alena yang sedang menggambar. ‘Dia sangat keren!’ Batin Jaehyuk, ia juga terus-terusan memperhatikan tangan, rambut, wajah dan gerak-gerik Alena yang sedang sibuk menggambar di tabnya.
Alena melirik ke arah jaehyuk. ‘Aduh ini orang natap Aku terus, jadi gerogi nih.’ Batin Alena. “Hei, Jaehyuk apa aku boleh melihat, dan mendengar permainan biola mu?” Tanya Alena.
“Ah..” sahut Jaehyuk seraya melihat ke arah tas biolanya, “Tentu.” Lanjutnya. Jaehyuk membuka tas biolanya dan mulai untuk memainkannya. Alena sangat antusias.
Jaehyuk memainkan Hungarian Dance No 5.
Caranya nya bermain sangat Ekspresif, sangat menghayati, ia seperti tenggelam dalam permainannya sendiri. Suaranya yang keluar dari biolanya dan kempuannya memang tidak bisa diragukan lagi.
Angin dan daun pun berjatuhan seolah senang mendengarnya. Menambah suasana semakin ‘Wah’.
Aku yang melihat serta mendengarnya juga ikut menghayati, rasanya seperti sedang dalam Dunia Dongeng Kerajaan.
Alena terbelalak kagum. Jaehyuk selesai dengan permainannya, lalu ia menurunkan biolanya. *Prokk.. Prokk.. Prokk.. Tepuk tangan Alena. Jaehyuk pun membungkuk setengah badan seperti memberi hormat.
“Wah, aku kehabisan kata-kata.” Ucap Alena. “Terimakasih Alena.” Balas Jaehyuk. Jaehyuk pun duduk kembali sembari merapihkan biolanya memasukannya ke dalam tas biola.
“Kamu udah kaya Violinist Profesional loh.” Sahut Alena. “Terima Kasih.” Balas Jaehyuk. “Apa kamu sudah selesai?” Tanya Jaehyuk. “Hm, udah.” Jawab Alena. “Ayo pulang, aku antar.” Ucap Jaehyuk. “Ayo,” balas Alena.
Mereka pergi dari Univ, dan berjalan pulang, di perjalanan ada anak kecil berlari. ‘Gedubrak.’ Suara jatuh. “Aduuhhh Sakit!” Teriak anak kecil itu.
Ayah dan Ibunya datang menghampirinya, Ibunya membersihkan lutut Anak itu, dan Ayahnya menenagkannya, “Gapapa, lain kali hati-hati ya nak.”. ‘Beruntungnya..’ gumam Alena. “Hah?” Ucap Jaehyuk. “Oh, gapapa,” balas Alena.
Alena kembali melihat ke depan, dan Jaehyuk ikut pun melihat Alena ke arah yang barusan dia lihat tadi, melihat Anak, Ibu dan Ayah itu.
“Jaehyuk lihat! Disana ada Food Truck yang jual sate indonesia, Ayo kita beli.” Ajak Alena sembari menarik tangan Jaehyuk. “Wooouu.. pelan-pelan.” Sahut Jaehyuk.
“Halo, aku mau pesan..” ucap Alena pada pramusaji, “kamu suka pedas atau enggak?” Tanya Alena. “Aku tidak terlalu, tapi aku bisa makan pedas,” jawab Jaehyuk. “Kak, aku pesan 1 porsi, pedasnya sedang aka ya kak.” Pungkas Alena.
“Oke, ini ya kak pesanannya, 1 porsi pedasnya sedang.” Ucap pramusaji. “Oke, terimakasih, ini uangnya..” balas Alena. Ketika Alena sedang mengulurkan tangannya untuk memberi uang tiba-tiba tangan Jaehyuk berada diatas tangan Alena dengan sejumlah uang, “Biar aku aja ya.”.
^^^Bersambung...^^^
...•••...
...💚Jangan lupa untuk Like👍 Coment 💌 dan Vote 💎 karena dukungan kalian sangat berarti untuk Author 🥰 Terimakasih🙏🤗...
di tunggu up selanjutnya ...,