Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Ima." Gumam Ambar dengan suara bergetar, ia bisa meraskan bahwa putrinya tentu belum bisa menerima kehadiran dirinya. Ia akan menunggu dengan sabar saat Ima mau mengakui diirnya.
Ambar sadar bahwa kepergiannya dulu meninggalkan luka yang mendalam bagi putrinya.
"Aku kesini atas perintah ayah?" ucap Ima.
"Apa kabar ayahmu?" tanya Ambar dengan wajah penuh senyum.
"Ayah sudah meninggal. "
"Degg....."Ambar tentu saja kaget saat mendengar bahwa mantan suaminya meninggal dunia.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun, ibu turut berduka cita. Kapan ayahmu meninggal?" tanya Amba dengan tatapan sendu.
"Seminggu yang lalu." ucap Ima dengan suara bergetar menahan tangis. Ambar ingin sekali memeluk Ima yang tengah rapuh, tapi Ima pasti akan menolak dirinya. Ambar bisa melihat betapa putrinya kehilangan orang yang paling ia cintai.
"Maaf, ubu tak tau. Jadi apa maksud kedatangan kamu kemari?" tanya Ambar ti the point.
"Kata ayah sebelum meninggal hanya ibu satu - satunya orang yang bisa menolong aku." ujar Ima canggung.
"Jadi kamu mau minta bantuan ibu gitu?"
"Hmm...kalau ibu mau." angguk Ima.
"Baik, ibu akan bantu kamu. Apa yang kamu butuhkan,? Rumah, mobil, uang, emas atau yang lain pasti ibu berikan. " ujar Ambar.
Ima hampir tudak percaya dengan pendengarannya, ternyata ibunya tajir melintir." Betul ibu mau bantu aku dan mengabulkan apa yang aku mau?" tanya Ima memastikan.
"Betul, tapi boleh ga ajukan sebuah syarat?" tanya Ambar.
"Syarat, syarat apa?"
"Kamu tinggal di sini bersama ibu, gimana?" tanya Ambar.
Untuk sesaat Ima termenung ingin menjawab. Siapa yang tak mau tinggal di rumah semegah ini tapi ia masih belim bisa menerima ibunya seutuhnya dan ia juga harus menyelesaikan sesuatu di rumah suaminya.
"Beri aku waktu sebentar, ada yang masih aku selesaikan dulu." jawab Ima akhirnya.
"Apa kamu berat untuk meninggalkan suamimu? tebak Ambar membuat Ima melongo , dari mana ibunya tau kalau ia sudah menikah.
"Dari mana ibu tau jika aku sudah menikah?"
"Karna saya selalu mengawasi kamu. Apa kamu bahagia?" jawab Ambar jujur.
"Untuk saat ini tidak. " Ima tertawa kecut.
"Kenapa tak bahagia? Bukanya kalian saling mencintai?"
"Itu kan dulu, sekarang cinta itu sudah memudar dan mungkin habis. Aku mau dia hancur sehancurnya termasuk keluarganya." ada kilatan kemarahan di mata Ima.
"Apa dia menyakiti kamu?"
"Hmm....."
"Apa yang mesti saya lakukan untuk membantu kamu?" tanya Ambar.
Ima tersenyum tipis, apa yang ayah katakan memang benar adanya bahwa ibunya yang bisa membantu dirinya untuk balas denda. Ia membayangkan bagaimana suaminya hancur beserta istri barunya termasuk keluarganya juga.
"Menghancurkan perekonomian suamimu?"
"Betul."
"Gampang ."
"Caranya."
"Buat usaha yang sama sebagai saingan. Buat menu yang sama rasanya serta tambahan inovasi biar resto kamu lebih maju."
"Tapi aku ga tau konsepnya seperti apa?".
"Tenang biar ibu yang pikirkan, ibu akan meminta bantuan teman ibu yang sukses di dunia kuliner."
"Tapi saya tak mau suami saya tau jika resto itu saya yang punya."
"Tenang saja, nanti ibu yang atur."
"Ok, saya setuju. Saya tunggu kabar baiknya. Karna sudah selesai, saya pamit."
"Cepat amat, tunggulah sebentar lagi. "
"Maaf saya tidak mau suami saya curiga karna pulang lama."
"Ok, hati - hati. Sampai ketemu lagi." Ima hanya mengangguk dengan senyum tipis. Ia meningalkan rumah mewah ibunya dan kembali kerumah suaminya.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 👍🙏🙏