Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Untung
Setelah memastikan ibunya baik-baik saja di kamar barunya, Kayden meninggalkan Rumah Sakit Umum Corholt. Ia kemudian pergi ke ATM terdekat dan menarik uang tunai beberapa puluh juta rupiah untuk pegangan. Ia juga membeli tas kecil di toko tak jauh dari ATM dan memasukkan uangnya ke dalamnya.
Kayden pasti membutuhkan uang tunai untuk makan dan transportasi. Mengingat dia baru saja dipecat dan Merry tidak memberinya kompensasi selembar uang pun. Wanita sialan!
Lain kali, Kayden berharap akan bertemu lagi dengannya dan sistem mengabulkan balas dendamnya. Pria dan wanita sama saja, perihal uang, mereka hanya ingin untung saja. Tanpa memikirkan bagaimana nasib para pekerjanya.
Dalam kesempatannya kali ini, Kayden tidak lagi bermurah hati hanya karena dia adalah seorang wanita. Ini karena Reysa, wanita yang telah ia berikan seluruh hatinya namun malah berkhianat. Jadi, untuk apa dia bermurah hati?
Lalu, ia menuju apartemennya. Ia menyimpan ranselnya di sana, yang berisi kunci mobil dan rumah barunya, serta sertifikat kepemilikan properti keduanya. Tentu saja, ia ingin melihat rumah dan mobil barunya sesegera mungkin!
Dia tidak tahu seperti apa rupa Bugatti Tourbillon. Namun, mengingat ada kata 'Bugatti' di namanya, pasti mobil itu keren sekali!
Beruntungnya, Kayden dulunya adalah seorang kurir dan memiliki SIM, jadi dia tidak akan kesulitan mengendarai mobil barunya nanti.
Ia juga tidak tahu seperti apa rumah barunya; Mountainview No. 1. Namun, ia mendengar bahwa rumah-rumah di Mountainview Real Estate sangat mahal. Satu rumah di sana bisa berharga hingga 100 juta dolar! Itulah sebabnya Mountainview Real Estate menjadi salah satu kawasan hunian terbaik di Corholt City.
Dengan semua fakta ini, Kayden semakin tidak sabar untuk melihat rumah dan mobil barunya.
Setibanya di apartemennya, Kayden langsung disambut oleh seorang perempuan paruh baya dengan dua pria kekar berdiri di belakangnya. Perempuan itu mengenakan gaun rumah bermotif bunga dan berambut keriting. Ketika memandang Kayden, ia sama sekali tidak menyembunyikan ekspresi jijiknya.
Dia langsung berteriak, "Kamu lama sekali, Brengsek! Aku sudah menunggumu di sini lebih dari lima belas menit! Waktunya bayar sewa! Kalau kamu tidak bayar sekarang, aku akan langsung ambil semua barangmu dan mengusirmu!"
Mendengar itu, Kayden menunjukkan ekspresi kesal. Wanita ini selalu datang tepat waktu untuk menagih uang sewa. Ia tak segan-segan mengumpat dan memukuli mereka yang tidak segera membayar. Kayden sudah sering menjadi korbannya. Namun, ketika terjadi masalah, seperti toilet mampet, pemanas rusak, dan masalah lain yang berkaitan dengan fasilitas apartemen, ia selalu kabur. Pada akhirnya, penghuni apartemen lah yang menyelesaikan semua masalah tersebut.
Sejujurnya, Kayden sangat ingin meninggalkan apartemen ini. Karena selama menjadi penghuni apartemen ini, terasa seperti berada di neraka.
Namun, dulu Kayden tidak dapat melakukannya karena sangat sulit menemukan apartemen murah di Corholt City.
Pada akhirnya, neraka ini jauh lebih baik daripada hidup di jalanan, bukan?
Karena itu, ketika akhirnya ia memiliki rumah dan uang baru, ia sangat bahagia. Ia akhirnya terbebas dari neraka ini!
Kayden menjawab, "Anda tidak perlu melakukan itu, Nyonya Jenner. Aku memang ingin pindah dari tempat ini."
Mendengar itu, Jenner sangat terkejut hingga tak kuasa menahan diri untuk berkata, "Kamu mau pindah?! Kamu kan tahu sendiri tidak ada apartemen di Corholt City yang lebih murah dari ini?! Harusnya kamu bersyukur masih ada aku yang mau memberi harga sewa murah! Bukankah kamu sangat miskin? Apa kamu memutuskan untuk hidup di jalanan?!"
“Cih, memang pantas jadi pengemis saja!” oceh wanita itu.
"Anda tidak perlu tahu tentang itu, Nyonya Jenner. Yang terpenting adalah aku tidak akan tinggal di apartemen ini lagi. Izinkan aku masuk, aku akan berkemas dan pergi," jawab Kayden sambil melangkah menuju pintu apartemennya.
Namun, Jenner tiba-tiba berdiri di depan pintu, menghalangi Kayden. Ia tidak mungkin membiarkan salah satu mesin ATM-nya pergi begitu saja.
Kayden adalah salah satu investor terbaiknya. Kayden tidak hanya memperbaiki pemanas yang rusak, ia juga sering membersihkan toilet tanpa dibayar! Ia juga tidak pernah terlambat membayar sewa. Ia adalah penghuni terbaik di apartemen ini!
Oleh karena itu, Jenner mengancam Kayden dengan mengatakan, berharap Kayden akan berubah pikiran, "Apakah kamu pikir kamu bisa pergi begitu saja, Bajingan?! Jika kamu ingin mengambil barang-barangmu kembali, kamu harus membayar sewa dua kali lipat padaku!"
Mendengar itu, Kayden menunjukkan ekspresi tidak percaya. Apa perempuan jalang ini mencoba memerasnya?!
Tentu saja, Kayden tidak ingin memberikan uang kepada Jenner.
Lagipula, menggandakan sewa berarti dia harus memberi Jenner 500 dolar! Itu terlalu banyak! Itu sama dengan gajinya selama satu bulan!
Namun, mengingat sistem tidak memberinya pesan apa pun, dan dengan dua pria kekar berdiri di belakang Jenner, Kayden jelas tidak ingin bertengkar soal ini.
Oleh karena itu, Kayden mengeluarkan uang dolar dari tas kecilnya, menyerahkannya kepada Jenner.
"Sudah puas, Bu Jenner? Sekarang, izinkan aku masuk. Jangan khawatir, ini tidak akan lama."
Jenner kembali terkejut melihat Kayden benar-benar memberinya uang 500 dolar tanpa ragu. Apa si brengsek ini akhirnya punya banyak uang?
Lagipula, uang ini masih sangat baru. Bau khas uang tercium jelas. Uang ini pasti berasal dari ATM!
“Apa bajingan ini baru saja menang lotre?! Apa ini berarti ada lebih banyak uang di tas kecilnya?!” ucap Jenner dalam hati sambil melirik ransel Kayden, ia mulai punya pikiran licik dan serakah.
“Sialan! Kalau kamu beneran menang lotre, kamu harusnya berbagi lebih banyak denganku! Jangan nikmati semua uangnya sendirian!” Begitu pikirnya.
Karena itu, Jenner berkata, "Aku berubah pikiran. Kalau kamu mau mengambil barang-barangmu, kamu harus memberikan tas kecil itu beserta semua uang di dalamnya!"
"APA?!" Kayden menunjukkan ekspresi tak percaya yang tak terlukiskan. Wanita jalang ini benar-benar ingin memerasnya?! Apa dia gila?!
Namun, sebelum Kayden sempat berkata apa-apa lagi, Jenner memerintahkan dua pria kekar di belakangnya untuk merebut tas kecil itu dari Kayden. Dia pasti punya semua uangnya! Kayden pasti masih punya uang lebih di rekeningnya, kan? Mengambil tas kecil itu seharusnya bagian yang adil!
Pada titik ini, Kayden bingung. Apa yang harus ia lakukan sekarang?
Haruskah dia memberikan tas kecilnya ini?! Tapi, isinya satu juta dolar. Ini pertama kalinya dalam hidupnya dia punya uang sebanyak ini. Bagaimana mungkin Jenner mau merebut ini darinya sebelum ia sempat memakainya?!
Tepat saat Kayden tengah berpikir keras, antara memutuskan apakah akan memberikan uang itu atau berjuang untuk mempertahankannya, sistem tiba-tiba memberinya pesan.
[Target ketemu! Dia Jenner Delamo, pemilik apartemen kumuh ini. Mau balas dendam?]
Pada titik ini, Kayden tersenyum puas. Dengan ini, ia tak akan ragu untuk bertarung. Ia tak hanya akan bisa menghemat uang, tetapi juga akan menerima lebih banyak. Karena itu, menerima beberapa luka seharusnya bukan masalah. Bahkan itu pertukaran yang adil.
"Tentu saja aku terima!" kata Kayden segera.