Menutup hati karena menanti cinta masa kecil kembali, akankah itu terjadi....???
Nathan dan Nayla tiba - tiba bertemu secara tak sengaja, dan tak di sangka mereka menerima begitu saja pernikahan mereka karena Aki Rustam. Bagaimana pernikahan mereka ? Akan kah berjalan mulus...?? Bagaimana bucinnya Nathan begitu tahu Nayla adalah cintanya...??
Hai semuanya, ini karya pertamaku. Jadi maafkan daku yang tidak selihai dan seahli author lain. Aku juga sedang belajar nulis. Karena ternyata menulis apa yang ada di pikiran dan menyusun menjadi kalimat yang enak di baca itu sulit🤕🤕🤕. Lebih enak membaca😂😂.
Jadi kalau suka silahkan di baca. Teriman kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NungHa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Malam Pertama
Nathan menyelesaikan makan dan beranjak ke kamar meletakkan jasnya dan mengambil baju ganti di lemari. Kemudian keluar lagi karena kamar mandi hanya satu di belakang rumah. Tangannya meraih piring bekas makannya dan mendekati Nayla. Nayla yang menyadari dan menoleh mengambil piring Nathan. Nathan hanya tersenyum. Nayla berpaling, kenapa dia semanis park chanyeol, umpat Nayla dalam hati.
Drama Korea So I married my anti fan tengah digandrunginya saat ini. Ia baru menyadari Nathan memiliki muka yang semanis park chanyeol.
Nini dan Bibi hanya memperhatikan interaksi keduanya.
Nathan bergegas mandi. Ia kemudian berbincang dengan Isman, dan teman - teman lainnya. Mereka hanya mengobrol sebentar. Malam menunjukkan pukul 22 : 30 wib. Aki ngeteh ditemani Paman Waslan. Nathan memeriksa laptopnya menyelesaikan desain yang diminta klien.
"Istirahat aja Nay...! Kamu udah capek kan...?? " kata Nini pada Nayla.
Ia melihat Nayla masih membantunya beres - beres. Padahal ini sudah cukup larut.
" Iya Ni...!! " sahut Nayla.
" Udah... tinggal aja Nay, Bibi juga mau istirahat....!! "Bi Darti menambahkan.
Nathan menoleh pada Nayla, gadis itu memang rajin. Andai dia Ayla, aku pasti sangat beruntung, Nathan malah membandingkannya dengan teman kecilnya dulu yang dia janjikan untuk dinikahi. Sekarang ia malah menikah dengan orang lain.
" Iya sayang, istirahatlah...!! Apa yang dikerjakan suamimu yang sudah tidak jomblo itu...? Sudah punya istri masih aja sibuk! " Aki angkat bicara.
" Aku bekerja Ki...! Tidak bermain Uno...!! "
" Berhentilah bekerja dan ajak Nayla ke kamar...! Kamu tidak kasihan, dia seharian tidak berhenti...!! "titah Aki.
Nathan menatap Nayla.
" Udaah... besok lagi Nay...! " Nathan mematikan laptopnya.
Nayla menghentikan kegiatannya membantu beres - beres dan pergi ke kamar mandi. Nathan menyusulnya.
" Jangan terlalu capek...!! " ucap Nathan begitu Nayla keluar kamar mandi.
Nathan kemudian mencuci kaki dan tangannya juga membasuh muka yang membuatnya tampak mempesona. Nayla menatapnya tak berkedip.
" Kedip Nay...! Apa aku beneran mirip park chanyeol...?? Sepertinya kuota internetmu habis karena drakormu...!! "sindir Nathan dengan senyum menggodanya.
Wajah Nayla terasa panas, " apa sih...!! " elak Nayla berjalan masuk meninggalkan Nathan. Nathan mengikutinya seraya tersenyum.
Nayla yang sedang membereskan tempat tidur menoleh melihat Nathan masuk ke kamar. Rumah sudah sepi, sepertinya Aki, Nini, Paman dan Bibi sudah tidur.
" Ada apa ??? " tanya Nayla.
" Mau tidur lah...!! " Nathan meletakkan laptop dan Hp nya dimeja.
Nathan mengambil kasur lantai yang biasa dipakai tidur didepan tv dan mengelarnya disamping ranjang Nayla.
" Kamu tidur sini ??? "tanya Nayla seraya menyerahkan bantal dan selimut.
Nathan mengiyakan kemudian berbaring dan menyelimuti dirinya. Demikian juga Nayla. Mereka terdiam dalam keheningan.
" Nay...!! " panggil Nathan pelan.
" Apaaa...! "
"Maaf menikah tanpa minta restu orang tua mu !! "
"Tidak apa - apa. Kita sudah sepakat untuk tidak mengatakannya dulu ...! "
"Aku seperti pecundang ya...! "
"Aku tidak menganggapmu seperti itu...! "
"Kenapa kamu begitu baik...?"
" Aku dilahirkan memang jadi baik...! " Nayla PeDe.
Nathan tersenyum.
" Berapa lama lagi kamu disini...? "
"Mungkin beberapa hari lagi...!"
"Kenapa cepat pulang ? "
"Aku harus ngumpulin receh Nathan... "
"Aku bertanggung jawab untuk nafkahmu Nay...! "
"Tapi bukan berarti aku tidak bekerja kan ? "
" Kalau begitu aku hanya punya beberapa malam untuk tidur disampingmu...! "
Nayla diam
" Ini malam pertama kita...! Boleh aku pegang tanganmu...? "
" Hanya pegang tangan ya...?? "tegas Nayla.
"Iya...! Aku hanya ingin pegang tangan istriku untuk pertama kalinya setelah kita menikah...! Pegang yang lain menyusul nanti....! " Nathan menggoda.
"Isssh..... "
Nayla merasa berdesir hatinya mendengar perkataan Nathan. Kemudian menggeser tubuhnya ke pinggir kasur. Menjulurkan tangan pada Nathan. Nathan menarik tangan Nayla dan meletakkannya didadanya. Nayla bisa merasakan detak jantung Nathan yang cepat.
" Maaf... belum bisa jujur padamu Nay...!"
" Iya. Malam ini aku belum siap mendengar kejujuranmu..!! "
Nathan mengenyitkan dahi, " apa maksudmu?? "
"Aku sangat mengantuk Nathan, aku tahu siluet itu... aku tahu itu yang membuatmu galau kan?? "
Nathan terdiam. Nayla setia menunggu jawabannya.
"Tidurlah Nay, kamu pasti capek. Aku ingin menikmati malam pertama kita seperti ini dulu. Tunggu lah sampai aku siap mengatakan semuanya "
Nayla terlihat mengangguk ditengah temaram lampu. Nathan masih memegang tangan Nayla. Mereka terlelap karena lelahnya hari ini.