Yoona seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai model dan selebriti terkenal terjebak perasaan dengan seorang CEO cerdas lulusan Jerman.
mereka yang awalnya hanya berpura-pura pacaran pada akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain.
namun sayangnya kisah cinta Yoona dan sang CEO tidak berjalan mulus begitu saja, teror demi teror berdatangan menjelang hari pertunangan mereka.
dapat kah Yoona dan kekasihnya melewati semua rintangan itu?
Persahabatan, Konflik, Komedi, Romantis dan kesedihan tersaji didalam cerita ini.
penasaran seperti apa keseruan cerita nya?
yuk dukung dan baca karya saya Hujan Temani Aku Menangis.
Instagram penulis: rii_mhey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni'matul Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 (Belanja)
"ssssstttttttt...." desis April memanyunkan bibir seraya meletakkan jari telunjuk tegak berdiri didepan mulutnya.
dia mengisyaratkan agar teman-temannya tidak berisik, lalu dia pun mengangkat telepon masuk tersebut.
"hallo...!!! iya udah pulang ini lagi dijalan" ucap April menjawab pertanyaan dari lawan bicaranya dalam telepon.
Jeje mencolek April lalu berkata dengan suara berbisik "loudspeaker"
"iya loudspeaker Pril" ujar Yoona dengan suara pelan sambil mengangguk-angguk kan kepalanya, mendukung ide Jeje.
April pun menekan icon loudspeaker di ponsel nya, kini suara Dewa bisa didengar oleh semua orang yang berada di dalam mobil Alphard hitam tersebut.
Dewa: "pulang naik apa ini??"
April: "naik mobil Yoona, bertiga sama Jeje juga..."
Dewa: "ya udah hati-hati..!! kabarin kalau udah nyampe rumah"
April: "iya tapi ini aku mau mampir ke mall dulu sama teman-teman, soalnya ada yang mau dibeli"
Dewa: "oh ya udah kalau mau belanja pakai kartu debit yang aku kasih itu aja..!! kebetulan kemarin udah aku top up lagi, Yoona sama Jeje dibayarin aja sekalian"
"makasih kak Dewaaa...." seru Yoona dan Jeje kegirangan mendengar apa yang baru saja diucapkan Dewa.
sementara April tersenyum menahan tawa melihat ekspresi dua sahabatnya.
"loh kalian dengar suara aku??" tanya Dewa keheranan.
April: "iya tadi Yoona dan Jeje minta aku buat loudspeaker telepon ini"
"haha... astaga.. kalian benar-benar yaaa" ucap Dewa sambil tertawa malu.
"oh iya ini nanti aku jemput kamu dimana?" tanya Dewa lagi.
April: "dirumah Yoona, soalnya habis dari mall langsung kerumah dia"
Dewa: "oh iya oke... ya udah kalian have fun belanja nya yaa...!! aku titip April"
"oke kak" ujar Yoona menyahut, dia selalu berusaha untuk bersikap biasa saja meski tiga bulan yang lalu ia pernah dipeluk dan menginap dirumah Dewa.
namun walau begitu, ia sangat menjaga jarak dan membatasi diri dari Dewa, karena ia tidak ingin perasaan suka nya pada Dewa kembali muncul.
Jeje: "beres kak"
Dewa: "aku tutup dulu teleponnya ya"
Jeje: "tunggu, tunggu.. ini telepon mau ditutup gitu aja?? nggak ada kiss jauh atau sekedar bilang i love you gitu sama April??"
mendengar itu April pun melotot ke arah Jeje karena perkataan itu cukup membuat dirinya merasa malu pada Dewa.
Dewa: "hehe.. iya iya.. i love you"
"i love you too...." seru April, Jeje dan Yoona menjawab dengan serentak.
panggilan telepon itu pun berakhir.
"eehh itu Dewa bilang i love you cuma buat gueee... kalian berdua nggak dapat jatah i love you, kenapa kalian ikut jawab i love you too???" protes April dengan mimik wajah menggemaskan.
alih-alih merasa bersalah Jeje dan Yoona justru kembali menggoda sahabatnya itu.
Jeje: "kata siapa?? orang kak Dewa juga gak bilang kalau i love you nya cuma buat lu doang..!! itu buat kita bertiga tahu"
Yoona: "berempat buat pak Jamil juga itu i love you nya..."
"heeiiiii...." teriak April diiringi gelak tawa Yoona dan Jeje, begitu pula pak Jamil yang sedari tadi hanya menjadi pendengar kini ikut tertawa.
Tak lama kemudian mereka tiba di Grand City Mall, mereka berbelanja dengan antusias membeli pakaian dan alas kaki yang akan mereka kenakan untuk kencan nanti malam merayakan hari valentine dengan pasangan masing-masing.
"kalau yang ini gimana??" tanya April yang baru keluar dari ruang ganti.
dia berpose lalu berputar-putar menunjukkan dress yang ia kenakan, dress itu berwarna cream dengan berbahan tile, dengan model lengan terbuka sementara panjang ke bawahnya hanya sampai lutut.
"cantik Pril.. bagus ini daripada yang tadi" ucap Yoona memberi pendapat.
"iya Pril benar, yang ini lebih cocok sama lu" Jeje turut memberi komentar.
April: "oke deh kalau gitu, gue ambil yang ini aja"
Yoona: "jangan lupa beli heels juga, cari warna yang soft aja biar matching sama dressnya"
"gue juga mau beli lah mumpung biaya belanja kali ini ditanggung presiden Dewa" ujar Jeje sambil cengengesan.
April: "iya kalian belanja aja bebas, mumpung dibayarin cowok gue yang baiknya kelewatan itu haha..."
setelah puas berbelanja mereka pun pulang kerumah Yoona.
April dan Jeje sudah berpamitan kepada orang tua masing-masing, bahwa hari itu mereka akan menginap dirumah Yoona.
mereka berdua cukup sering menginap dirumah itu, karena memang Yoona hanya tinggal berdua dengan ART nya.
sementara pak Jamil hanya datang saat pagi lalu pulang setelah pukul 20:00 WIB.
________
jam dinding dikamar Yoona menunjukkan pukul 18:05 WIB.
April dan Jeje fokus dengan aktivitas merias diri masing-masing.
sementara Yoona hanya duduk diatas ranjang bersandar pada bantal dengan memegang ponsel ditangannya.
tidak seperti April dan Jeje yang akan pergi berkencan, malam itu Yoona hanya akan diam dirumah, karena dirinya tidak memiliki pacar meski sebenarnya banyak cowok yang menyukainya.
"Yoon... daripada lu kesepian diem doang di rumah, mending lu ikut gue sama Radit nonton" ajak Jeje dengan nada santai sambil mencatok rambut.
"ogah banget.... jadi obat nyamuk dong gue??" Yoona menolak mentah-mentah ajakan itu.
Jeje: "masih mending lu ikut gue, si Radit bawa mobil, daripada lu ikut April sama kak Dewa dia kan bawa motor lu mau bonceng di mana??? mau bertengger di spion kayak capung?? haaa...?"
"kekekekek" April terkekeh mendengar perkataan konyol Jeje.
"ya nggak gitu juga Jaenab" ucap Yoona membalas ledekan Jeje dengan menyebutnya Jaenab.
"gue nggak mau ikut lu, gue juga enggak mau ikut April, namanya kencan tuh berdua sama pasangan, kalau gue ikut namanya kerja kelompok bukan kencan" imbuh Yoona lagi.
April kembali terkekeh mendengar perdebatan 2 sahabatnya itu.
Jeje: "makanya cari cowok....!!! biar ada yang ngapelin, ada yang perhatiin, nggak kayak lu sekarang, diem doang di rumah setiap HP lu bunyi yang telepon juga kita-kita aja"
"kalau nggak gue yang telepon, paling juga April, atau nggak nyokap lu, nggak ada sama sekali cowok yang telepon lu" seru Jeje meledek sekaligus mengomeli Yoona agar segera cari pacar.
"eh sembarangan...siapa bilang nggak ada cowok yang telepon gue???" Yoona membantah.
Jeje: "emang ada????"
Yoona menjawab penuh percaya diri "ada lah.."
April dan Jeje penasaran, karena sepengetahuan mereka Yoona tidak pernah mau memberikan nomor ponselnya setiap kali ada cowok yang memintanya.
mereka berdua pun bertanya bersamaan "siapa???"
Yoona: "pak Jamil... biasanya dia telepon gue kalau mau izin nggak masuk kerja"
"astagaaaa....." teriak Jeje dan April, mereka tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Yoona yang diluar dugaan itu.
"pak Jamil enggak termasuk hitungan Yoon... gimana sih lu kekekek..." ujar April diiringi gelak tawanya.