Indonesia
NovelToon NovelToon
Just Us

Just Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: naurah

Mereka sudah bersahabat sejak lama, Dua laki-laki dengan satu orang gadis diantara mereka, persahabatan mereka sungguh indah. Apapun akan Daejung dan Chunghee lakukan untuk kebahagiaan Karina, gadis yang selalu mereka jaga dan mereka pastikan kebahagiaannya. Mereka membuat sebuah janji yang terdengar mustahil, yaitu untuk tidak saling mencintai atau pun menumbuhkan perasaan cinta diantara mereka. Mereka berpikir perasaan itu akan menghancurkan persahabatan mereka.

Tapi seperti kata pepatah tidak ada perasaan yang biasa saja dengan persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Pasti disana akan ada benih cinta yang tumbuh dan berkembang diantar mereka. Cinta itu datang karena terbiasa bersama, dan hal itu terjadi juga pada hubungan mereka, dua laki-laki yang mencintai satu gadis yang sama, yang selalu berada diantara mereka.

Lalu bagaimanakah persahabatan mereka ketika sang gadis yang mengetahui perasaan dua sahabatnya itu padanya? akankah persahabatan mereka tetap terjalin? haruskah dia memilih memilih satu diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 10

Matahari mulai merangkak naik menyinari warga Seoul, perlahan kesibukan warga Seoul mulai terlihat, lalu lalang warga mulai memadati jalanan.

Sementara itu disalah satu kamar di sebuah Apartemen, seorang gadis masih bergelung di ranjangnya, gadis itu mengeliat kecil, matanya mengerjap beberapa kali lalu tiba-tiba gadis itu menyibak selimutnya dan berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan kembali isi perutnya

"Minuman sialan, aku tidak akan pernah sudi menyentuhnya lagi" umpat Karina begitu selesai memuntahkan isi perutnya

Karina sudah terlihat lebih segar setelah mandi tadi. Gadis itu memeriksa ponselnya, berharap Daejung mengirimnya pesan atau paling tidak laki-laki itu membalas pesannya, tapi ternyata nihil tidak ada satu pesan pun dari Daejung, gadis itu mendengus kesal. Karina menghubungi Chunghee setelah tadi membaca pesan dari laki-laki itu yang menanyakan keadaannya

"Yeobseyo" sapa Chunghee dari seberang sana

"Chunghee-ah...." balas Karina dengan riang

"Wae? kenapa kau menelefonku sepagi ini? bagaimana keadaanmu?" jawab Chunghee

Karina tersenyum, meski pun Chunghee menyebalkan tapi laki-laki itu memang selalu perhatian padanya maupun Mina

"Nan Gwenchana, gomawo Chunghee-ah kau memang selalu bisa diandalkan"

"Aku memang selalu bisa diandalkan, jadi..ada apa kau meneleponku sepagi ini eoh?" Tanya Chunghee

"Em...apa kau bisa menjemputku pagi ini? kau tau kan aku tidak bisa berangkat sendiri"

"Hah....sudah kuduga"

"Chunghee-ah Jebal..." rengek Karina

"Arraseo, cepatlah bersiap lima belas menit lagi aku sampai"

"Gomawo Chunghee-ah...aku akan segera bersiap"

Setelahnya Karina mematikan panggilan telefon tersebut dan segera bergegas.

.

.

.

Makan siang pun tiba, kali ini Karina, Mina dan Chunghee memutuskan untuk makan siang bersama di Kantin Rumah sakit, Karina dan Mina duduk menunggu Chunghee yang mengantri mengambilkan makanan untuk mereka

"Karina-ya aku dengar kemarin kau mabuk" ujar Mina

"Darimana Eonni tau?" jawab Karina

"Menurutmu?"

"Ah..laki-laki itu benar-benar. Pada siapa lagi dia mengatakan hal itu, awas saja kalau sampai Daejung tahu, aku akan menjahit mulutnya" sungut Karina

Mina terkekeh, dua rekannya itu benar-benar seperti Tom and Jarry

"Jadi...kenapa kau sampai mabuk?" tanya Mina sekali lagi

"Aku hanya ingin memanfaatkan waktu saja Eonni, kapan lagi aku bisa melakukan hal itu. Eonni tau kan bagaimana Daejung, jadi aku hanya memanfaatkan kesempatan yang ada saja Eonni"

Mina terkekeh "Dasar gadis nakal, pantas saja Daejung selalu meminta kami mengawasimu selama dia pergi" Mina teringat pesan Daejung padanya dan Chunghee untuk selalu mengawasi Karina selama dia pergi

"Ck dia memang laki-laki protektif"

Mereka terkekeh lalu kembali membahas hal-hal random lainnya. Selang beberapa menit Chunghee datang dengan nampan berisi makan siang mereka

"Cha...selamat makan" ujar mereka sebelum menyantap makan siangnya

"Ah, Karina katakan kenapa kau minum sampai mabuk seperti itu? kau tau Nunna, semalam dia benar-benar mabuk berat dia bahkan mengumpat tidak jelas" ujar Chunghee disela acara makannya

"Yak!! kenapa kau terus membahas hal itu eoh? kenapa mulutmu itu benar-benar sangat lentur, pada siapa lagi kau mengatakan kalau aku mabuk?" sungut Karina marah

"Aku hanya mengatakan pada Mina Nunna, dan perawat Jung. Tenang saja aku sudah meminta pada perawat Jung untuk merahasiakan hal itu" ujar Chunghee

"Dan kau percaya? lalu dari mana para perawat lain tau kalau kemarin aku mabuk" balas Karina

"Mana aku tau, mungkin saja ketika aku mengatakannya ada orang lain yang mendengarkan" bela Chunghee

"Yak!! kenapa tidak sekalian saja kau mengatakannya menggunakan speaker rumah sakit, agar semua orang tau kalau aku mabuk berat" ujar Karina dengan mata memicing pada Chunghee

"Ah...sepertinya itu hal yang bagus" Jawab Chunghee dengan kekehan

"Yak!!! kau benar-benar menyebalkan" ujar Karina dengan tangan yang terangkat siap melayangkan pukulan pada Chunghee

Dan tentu saja Chunghee tak mau kalah, dia juga ikut mengangkat tangannya

"Yak!! bisakah kalian diam, lihatlah kita menjadi bahan tontonan, apa kalian tidak malu" tegur Mina

Karina dan Chunghee pun melihat kesekitar dan benar saja mereka menjadi pusat perhatian karena kegaduhan yang mereka buat, Karina dan Chunghee pun berdiri dan membungkuk sambil mengucap maaf

"Sekarang makan lah dan berhenti bertengkar" Perintah Mina

Karina dan Chunghee menganggukkan kepala dan kembali menikmati makan siang mereka

"Ekhem..."

suara itu memecah keheningan di meja yang Karina dan dua rekannya gunakan untuk makan, ketiganya sontak menoleh ke sumber suara

"Apa aku bisa ikut bergabung?" tanya Baekhwa dengan senyuman khasnya

"Eoh tentu saja, duduklah" ujar Chunghee

Baekhwa pun duduk disebelah Chunghee, laki-laki itu mencuri pandang pada Karina, begitu Baekhwa duduk, Karina mengambil ponselnya dan berpura-pura mengangkat panggilan

"Eoh Yeobseyo, perawat Bae"

"........"

"Baiklah siapkan saja, sebentar lagi aku akan sampai"

Karina memasukkan kembali ponselnya, setelah itu ia menatap Mina

"Eonni... mian aku harus pergi perawat Bae menelfon dia bilang ingin membicarakan sesuatu denganku" ujar Karina

Baekhwa tau pasti Karina berbohong, gadis itu pasti hanya mencari alasan untuk pergi dari sana, Baekhwa pun angkat bicara

"Karina aku..." ucapan Baekhwa terputus

"Ah Eonni, Chunghee aku pergi dulu, aku takut perawat Bae terlalu lama menunggu" pamit Karina

Karina tau sikapnya ini sangat tidak sopan, tapi sungguh dia tidak ingin bertemu ataupun satu tempat dengan Baekhwa. Segera gadis itu pergi meninggalkan mereka. Mina dan Chunghee saling pandang menatap heran tingkah Karina, sedangkan Baekhwa hanya dapat menghela nafas berat

"Ada apa dengan gadis itu, bukankah perawat Bae sedang cuti melahirkan kemarin" ujar Chunghee dengan penuh keheranan, karena setahunya perawatan Bae mengambil Cuti kemarin karena melahirkan

"Molla" jawab Mina

"Ck dia semakin aneh saja, aku harap Daejung segera pulang sebelum gadis itu bertambah aneh" timpal Chunghee

"Daejung?" gumam Baekhwa, tapi hal itu dapat didengar oleh Mina dan Chunghee

"Kau mengenalnya?" tanya Chunghee

"Ah...aniyo, aku hanya pernah mendengar namanya saja" jawab Baekhwa

"Tentu saja, dia seorang CEO muda, dia bahkan beberapa kali masuk ke beberapa majalah bisnis dan menjadi pembicara hangat beberapa waktu ini" ujar Chunghee

Baekhwa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya

'Jadi mereka masih bersama sampai sekarang' batin Baekhwa.

Sementara itu dilain tempat Daejung sedang mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan, tugas-tugasnya sudah selesai dan besok dia sudah bisa pulang, jadi sebelum pulang dia berencana untuk membelikan oleh-oleh untuk Karina. Langkahnya terhenti di sebuah toko perhiasan, laki-laki itu memasuki tempat tersebut dan mulai melihat-lihat beberapa perhiasan disana. Lalu matanya tertuju pada sebuah kalung bermatakan sebuah permata indah, bentuknya begitu sederhana tapi sangat elegan, ia yakin pasti kalung itu akan sangat indah bila dipakai Karina, tanpa pikir panjang, Daejung membeli kalung tersebut. Daejung tersenyum laki-laki itu membayangkan bagaimana cantiknya Karina memakai kalung tersebut

.

.

.

TBC

See you next chapture...😊

1
NZ
❤❤❤
Ra Ja
cinta segitiga
Nora: heheh🤭
total 1 replies
Ra Ja
suka ceritanya
Nora: wah, terima kasih jangan bosen² baca ceritaku ya😊
total 1 replies
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴
hai yhoy
Nora: teria kasih sudah mampir😊
total 1 replies
salt sand and smoothies
Thor semangat!!! Aku cuma bisa kasih semangat dan do'a. Author tetap yang ngetik dan cari ide ya hehehe. Aku menunggumu :*
Nora: hehehe...
oke makasih ya doa nya....
total 1 replies
mintandrose
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
Nora: makasih...
aku usahain up lagi ya...
total 1 replies
Drone Ground
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
Nora: makasih....
oke siap...
total 1 replies
Hustle Flyswat
lanjuttt thorrr semangat ,jangan lupa jaga kesehatan ,dan jangan lama lama upnya ok會汨交汳ェ
Nora: oke makasih.....
total 1 replies
flowerbean
Keren banget demi apa pun suaranya keren banget  minta tanda tangan dong
Nora: hahahhaha
makasih...selalu tunggu lanjutan cerita ini ya....
total 1 replies
skyeandstaghorn
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
Nora: hahahhah
kayaknya ide bagus tu, ditunggu selalu ya lanjutan cerita ini...
total 1 replies
stellarflower
Debest banget lahh ini karya bikin mood aku sebagus itu!!
Nora: heheh
terimakasih sudah mampir...😊
total 1 replies
SugaryHeaven
alurnya jelas ceritanya menarik.. semangat buatmu thoor.. 5 star n like buatmu!!!! 
Nora: makasih untuk dukungannya...😊
total 1 replies
rowiethelabel
Authooooor! Aku suka sama ceritanya! Crazy up, please *puppy eyes*
Nora: makasih....
eemm... aku usahain ya heheh
total 2 replies
SnowySecret
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
Nora: oke....
makasih sudah selalu menunggu karya ini..😊
total 1 replies
monsoonblooms
Gausah minder sama karya lain ya thor. Tiap karya dibuat dengan ciri khas penulisnya masing2 kok! Mangatseee‾
Nora: makasih semangatnya dan dukungannya kak....1
🥰🥰
total 1 replies
RainbowSweety
Ngegantung lagi aja.. dan kenapa pula gantung pas bagian yang seru huaaa gasabar banget deh aku jadinya
Nora: 😅😅😅
nanti malem aku usah in ya hehehe
total 1 replies
sharing_genes
hai authorr 、 ganbatte ya, sukses teruss...
Nora: hallo...
oke... Aamiin....
makasih doa nya
total 1 replies
Selamat Saint
Jujur aja, niatnya mampir buat baca sekilas.. eh kok malah bablas haha aku tunggu crazy upnya thor!
Nora: heheheh
oke aku usahakan ya...
total 1 replies
Prabu Marbun
aku nangis nih kalau lama lanjutannya
Nora: 🤣🤣🤣
oke, oke nanti aku usahakan up ya....
total 1 replies
fleurlovin
Aku pengen deh jadi pemeran utamanya, seru kali ya! Thor! Aku mau masuk ke ceritamu bisa enggak?!
Nora: boleh, boleh bgt dong...
heheheheh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!