Indonesia
NovelToon NovelToon
...

...

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:49.3k
Nilai: 5
Nama Author: My Project

[Sedang Mengalami Revisi]
[Sebaiknya baca Modern System selama novel ini direvisi]

"Guru, berarti si cacat Deon tidak akan pernah bisa menjadi seorang Machitis? ... Benar-benar sampah klan Aciel."

Pada awalnya Deon hanyalah pemuda kurang beruntung dari klan terkuat tapi dapat hidup bahagia di kota Nervik.

Semenjak terjadinya suatu peristiwa di kota Nervik kehidupan Deon berubah secara perlahan. Dimulai dari kematian ibunya disusul perubahan sikap seluruh anggota klan kepada Deon.

"Aku memanglah bukan orang pendendam, tapi, aku tidak akan terima jika seluruh anggota klan ku dibantai! Apalagi jika wanita yang paling aku sayangi terluka!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My Project, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10 Berhentinya Pertarungan

"Yon, kamu jaga rombongan, jangan sampai mereka terluka!" Titah Felix kepada Deon tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari Haris dan Gary yang ada dihadapannya.

"Tapi-" ucap Deon terpotong.

"Tidak ada tapi-tapian! Ke-dua orang yang ada di hadapanku lebih berbahaya dari pada mereka yang mengepung kita." Ucap Felix menyela kalimat Deon sambil Felix mengumpulkan Mana ke ke-dua tangannya.

*BHUUUM*

Ledakan terjadi tak begitu lama. Dari ledakan Mana Felix Ke-dua tangan Felix langsung terselimuti oleh kobaran api.

"Hahahaha, aku turuti permintaanmu." Gary tertawa lebar melihat Felix memasuki mode tarungnya.

*BHUUUM*

Ledakan energi Mana kembali terjadi. Dan kini ke-dua tangan Gary yang diselimuti oleh aliran listrik yang bertekanan tinggi.

Gary langsung melesat cepat kearah Felix sambil menarik mundur tangan kanannya.

Felix berhasil menahan pukulan Gary dengan ke-dua lengannya. Tendangan kaki kanan Felix diarahkan ke pelipis kiri Gary.

Dengan cepat Gary langsung kayang untuk menghindari tendangan Felix. Karena Felix sudah kenyang dengan pengalaman bertarung, Felix langsung menurunkan kakinya secara vertikal.

*BHUAAK*

Ujung kaki bagian belakang Felix menghantam dada Gary dengan sangat keras.

Semua orang yang ada di tempat itu terlihat tidak percaya dengan apa yang dilihat. Gary berhasil menahan hantaman kaki Felix hanya dengan dadanya dan ke-dua tangan yang menyentuh tanah.

"Giliran aku."

*BHUAAK*

Gary langsung menyerang balik Felix. Gary menendang dada Felix hingga membuat Felix mundur dan jatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangannya.

Gary menegakkan kembali tubuhnya. Gary memasang seringai diwajahnya dan berkata. "Cuma segitu saja kemampuanmu? Bisa-bisanya ngaku menjadi teman pemimpinku."

"Aku masih belum kalah." Ucap Felix sambil berdiri kembali.

Adu gebuk antara Felix dan Gary berlangsung begitu sengit. Keduanya sama-sama menerima pukulan lawan di tubuhnya. Felix seorang Machitis level Delta dari kerajaan Isla, melawan Machitis yang tidak diketahui asalnya.

Haris langsung berteriak. "Serang!!!" Saat menyadari jika rombongan keluarga bangsawan Tidelda lengah karena terlalu fokus pada pertarungan Felix melawan Gary.

Seluruh anggota divisi dua organisasi Nue seketika langsung menyerbu rombongan keluarga bangsawan Tidelda secara bersamaan.

Disaat yang bersamaan pula seluruh pengawal pribadi keluarga bangsawan Tidelda dan juga Deon kembali tersadar. Mereka semua langsung bersiap untuk menerima serangan musuh.

Tapi sayang mereka semua sudah terlambat, seluruh anggota divisi dua organisasi Nue membabat seluruh pengawal pribadi keluarga bangsawan Tidelda.

Kini Pengawal pribadi keluarga bangsawan Tidelda hanya tersisa lima Machitis termasuk Hans sang pemimpin, mereka semua mati-matian melindungi tuan mereka, Amor Tidelda beserta keluarganya.

Deon langsung berlari menuju kereta kuda yang berisi Amor Tidelda beserta keluarganya saat melihat tiga orang anggota divisi dua organisasi Nue berjalan mendekati kereta kuda itu.

Si A terlihat sangat senang begitu ia membuka pintu kereta kuda dan mendapati tiga orang berpakaian sangat mewah di dalam kereta kuda itu. Tapi si A tidak menyadari jika kepalanya dalam bahaya, begitu pula ke-dua rekannya.

*CLEEB*

"aaaaach....."

Sebuah pisau tiba-tiba menancap di kepala si A. Hal itu membuat anak dari Amor Tidelda ketakutan setengah mati. Anak berusia 13 tahun yang tidak pernah mengalami kerasnya dunia, kini diperlihatkan kematian seseorang dengan tragis.

Dengan cepat Deon langsung melompat kearah si A. Deon langsung mencabut pisaunya dan langsung menendang si A hingga membuat si A terhempas cukup jauh dengan keadaan tak bernyawa.

Deon langsung memasang kuda-kuda dengan ke-dua matanya memandang tajam dua rekan si A.

Si B memulai serangan dengan tebasan pedang secara vertikal kearah Deon.

Deon melompat kearah kanan karena Deon tidak ingin ambil resiko apalagi dengan keadaan tubuhnya yang tidak menguntungkan. 30 % adalah presentasi keberhasilan bagi Deon jika dia memilih untuk menangkis serangan si B.

Disaat yang bersamaan pula ternyata si C melemparkan sebuah pisau kearah lompatan Deon.

"Arggh." Deon berteriak kesakitan saat pisau si C menancap di dada kirinya.

"Hahahaha, kamu terlalu banyak gaya bocah." Ucap Si C sambil berjalan kearah Deon yang tergeletak sambil mengerang kesakitan di tanah.

*BHUAAK*

"Uhuuk."

Tendangan bebas si C menghantam dada Deon dengan sangat kuat. Darah segar keluar dari batuk Deon.

"Hei, jangan urusi bocah itu, cepat bantu aku membawa kabur mereka!" Ucap si B dengan nada tinggi sambil menunjuk ke dalam kereta kuda.

"Hahahaha, siap." Tepat setelah si C mengucapkan selamat, ia langsung membalikkan tubuhnya.

"Deon adalah dewa, dewa tidak akan pernah kalah." kalimat penyemangat Verena Zara untuk Deon kembali terbesit di benak Deon.

"Hei, aku belum kalah!" Ucap Deon sambil berusaha berdiri dengan pedangnya yang ditancapkan ke tanah.

"Ma-" belum sempat si C mengucapkan kalimatnya, tiba-tiba pisau Deon menembus tenggorokan si C saat si C membuka mulutnya.

Deon mencabut pisau yang menancap di dadanya. Deon melemparkan pisau itu ke udara, dan.

*SLAAAS*

Kepala si B terpenggal oleh pedang Deon. Ya, Deon kembali menggunakan teknik tarung yang belum 100% dikuasainya.

Deon jatuh dengan lutut sebagai tumpuan. Tenaga Deon benar-benar terkuras habis di pertarungan kali ini.

*****

"Sepertinya kamu masih kuat seperti dulu 'ya Felix." Ucap Haris sambil menggendong Gary yang tak sadarkan diri di punggungnya. "Semuanya kita mundur!!!" Titah Haris.

Mendengar perintah dari pemimpinnya seluruh anggota divisi dua organisasi Nue yang tersisa langsung menarik diri dari pertarungan. Mereka semua pergi meninggalkan rekan mereka yang tewas begitu saja.

Semua pengawal pribadi keluarga bangsawan Tidelda jatuh berlutut. Tenaga mereka benar-benar sudah terkuras habis, hingga untuk berdiri saja mereka tidak sanggup. Lima pengawal tewas dalam pertarungan.

Hans beserta dua bawahannya yang selamat meneteskan air mata kesedihan. Mereka menyaksikan sendiri rekan-rekan mereka tewas mengenaskan dalam pertarungan singkat kali ini.

Felix dirundung kesedihan yang amat mendalam. Felix benar-benar sedih karena tidak berhasil membawa teman sejak kecil sekaligus teman seperjuangannya dulu kembali bersamanya.

Ditengah tangisan lirih Felix dia teringat dengan muridnya, Deon Aciel. Felix mengusap air mata dengan ke-dua tangannya sendiri. Felix berdiri dan langsung mencari keberadaan Deon ditengah kumpulan mayat.

Felix kembali tenang saat melihat Deon sedang diperban oleh seorang wanita di samping kereta kuda yang dinaiki oleh Amor Tidelda beserta keluarganya.

Felix berjalan mendekati Deon, dengan sopan Felix berkata. "Maaf, nona siapa 'ya?"

Wanita itu membalikkan tubuhnya dan berkata. "Nama saya Mina saya istri dari Amor Tidelda."

Dari dalam kereta kuda keluar Amor Tidelda sambil berkata. "Maaf tuan Machitis, istri saya hanya berniat memberikan pertolongan pertama kepada murid tuan Machitis."

"Oohh, kalau begitu saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada keluarga bangsawan Tidelda." Felix.

Bersambung......

My Project sebagai penulis "Deon Sword of Darkness" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.

Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan

Like

Comment

Vote

Rating 5🌟

Subscribe

Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

1
Kang Nyimak
komen ahh
Mhd Sayubi Efendi
terlalu naif MC nya
Kang Nyimak
👣
Kang Nyimak
👣👣
Kang Nyimak
👣
Kang Nyimak
petualangan baru di mulai
Kang Nyimak
mantap kreatif bet lu Thor sampe buat peta Ama logo nya
Kang Nyimak
orang hebat akan lahir dari penderitaan
Kang Nyimak
makin seru nihh

muehehehe
Kang Nyimak
ya 11 12 kek Naruto waktu ujian kelulusan
Kang Nyimak
mampir di sini ahh sambil nunggu yang di sebelah Up
Off
Antara sayang dan naif beda tipis ya wkek semangat thor bagus ceritanya
Empires
pasti setelah itu dia nyari adiknya trus sembah" tu si adik iyakan ?
Empires
wah wah gelar baru nih dalam cerita, biasanya terlihat kalo dilain sisi ada kuktivator, pendekar kalo yg ini machitis kerrrennnnn
why
MC nya kurang OP cemen
Aqsa Grizzly
mantap ceritanya
ベルゼブブ
....
ベルゼブブ
.....
ベルゼブブ
...
ベルゼブブ
h...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!