Indonesia
NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

"Bagaimana keadaannya?" tanya Dante pada dokter.

"Untuk sementara luka ini tak boleh terkena air. Oleskan salep ini tiga kali sehari, dan berikan obat pereda nyeri ini sesuai takaran yang tertulis di resep," jelas Dokter Hudson tenang.

Setelah kejadian pagi itu, Dante segera menggendong Clark ke ruang tamu luas, mendudukkannya di sofa empuk dengan sangat hati-hati. Ia berseru memanggil kepala pelayan, dan tak lama Paman Luis datang tergesa-gesa. Dante memerintahnya memanggil dokter sekaligus mengumpulkan seluruh staf yang bekerja di kediaman ini.

Dante mengangguk paham mendengar penjelasan dokter. Setelah urusan selesai, dokter pun berpamitan, diantar Paman Luis hingga ke pintu utama.

"Paman, kenapa seluruh pelayan dikumpulkan seperti itu?" tanya Hudson saat mereka agak menjauh. Sebenarnya ia adalah kakak sepupu Dante, namun karena sifat Dante yang tertutup, hubungan mereka tak begitu dekat, membuatnya sering merasa sungkan.

"Itu perintah Tuan Dante. Saya sendiri belum tahu tujuannya," jawab Paman Luis sopan.

Hudson hanya berdehem, tak bertanya lebih jauh lalu melanjutkan perjalanan pulang.

"Pelan sedikit... itu perih..." rintih Clark saat Dante mulai mengoleskan salep.

"Ya," jawab Dante singkat, namun ia mengurangi tekanan tangannya hingga nyaris tak terasa.

Melihat pemandangan itu, puluhan pelayan yang berbaris rapi tak kuasa menahan keterkejutan. Benarkah ini Tuan Dante yang mereka kenal? Pria yang namanya ditakuti hingga ke penjuru kota, yang tak segan melenyapkan siapa pun yang melawan?

Kini ia begitu lembut memperlakukan seseorang, seolah benda yang disentuhnya adalah kaca paling rapuh. Sementara mereka masih terpana, Dante tetap fokus menyelesaikan tugasnya.

"Selesai," ucapnya lega. Luka melepuh itu kini tertutup rapat salep. Ia berdiri perlahan, lalu menatap tajam ke arah barisan pelayan yang menunduk takut.

Di kediaman ini ada lima puluh empat orang yang bekerja: dua puluh laki-laki yang bertugas sebagai pengawal, sopir, dan petugas kebun serta tiga puluh empat perempuan yang mengurus kebutuhan rumah tangga. Semuanya kini menahan napas, bingung dan cemas akan alasan mereka dikumpulkan.

"Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa aku meminta kalian berkumpul di sini," suara Clark memecah keheningan. Dante yang tadinya berdiri tegak, kembali duduk di sampingnya sambil menyilangkan kaki, memberi kesempatan penuh pada istrinya untuk berbicara.

"Rumah ini memang sangat besar, tentu membutuhkan biaya perawatan yang tak sedikit," Clark menjeda ucapannya sejenak, menyadari bahwa kekayaan suaminya jauh melampaui apa yang bisa dibayangkan orang biasa. "Maka dari itu... demi penghematan, separuh dari kalian terpaksa harus berhenti bekerja."

Ia melirik sekilas ke arah Dante, dan melihat pria itu tak menampakkan keberatan sedikit pun.

"T-tapi Nyonya... kami sudah bekerja di sini bertahun-tahun. Jika kami dipecat, bagaimana nasib keluarga kami?" protes Elena memberanikan diri.

'Dasar tidak tahu diri! Peduli amat dengan nasibmu,' umpat Clark dalam hati, namun wajahnya tetap tenang dan seolah penuh pertimbangan.

"Sebenarnya yang akan dilepas hanyalah mereka yang tenaganya tak lagi dibutuhkan, serta mereka yang kerap membuat masalah... seperti gemar membicarakan majikan di belakang," ucapnya tegas sembari menatap tajam tepat ke arah Elena yang seketika memucat. Ia lalu menoleh pada Dante. "Benar begitu, bukan, Suamiku?"

Dante mengangguk mantap. "Kau adalah istriku. Segala urusan di rumah ini adalah hakmu untuk mengaturnya."

"Karena suamiku sudah berkata demikian, aku tak ingin mengecewakannya. Paman Luis, Bapak yang paling lama mengabdi dan paling tahu cara kerja mereka semua. Bisakah Bapak membantuku memilih siapa yang harus pergi?"

Paman Luis terdiam sejenak, namun perintah Dante segera terdengar.

"Lakukan seperti apa yang dikatakannya."

"Baik, Tuan." Paman Luis membungkuk hormat. Kini ia paham betul betapa besarnya perasaan tuannya pada wanita itu. Mulai hari ini, ia akan melayani Nyonya dengan kesetiaan yang sama besarnya seperti pada Tuan Dante sendiri.

"Bagus. Aku senang mendengarnya," Clark tersenyum manis pada Dante. Senyum yang begitu memikat namun menyimpan ketajaman yang membuat jantung Dante berpacu lebih cepat, bahkan lebih kencang daripada saat ia habis berlari tadi pagi.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Dante segera beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri. Clark hanya tersenyum geli melihat tingkahnya yang begitu mudah tersipu.

"Kau benar-benar keterlaluan!" bentak Elena begitu Dante menghilang dari pandangan. "Baru sehari di sini, kau sudah mengeluarkan aturan seenaknya! Kami sudah bekerja lama di sini, memecat kami dengan alasan tak masuk akal sungguh tak adil!"

"Elena! Jaga mulutmu!" bentak Paman Luis tegas.

"Biarkan saja dia bicara, Paman. Biarkan dia meluapkan semuanya sebelum benar-benar pergi, agar hatinya lebih lega," ucap Clark santai. "Paman, tolong laksanakan perintahku. Pecat siapa saja yang malas dan suka mencari masalah. Kalian semua boleh bubar!"

Pelayan lain segera menurut dan mundur perlahan, menyisakan Elena yang masih berdiri di tempat dengan wajah penuh tantangan.

"Masih ada yang ingin kau sampaikan padaku?"

"Ya!" jawabnya tegas. "Kau tak bisa memecatku sembarangan! Aku ditempatkan langsung oleh Tuan Zeck, paman Tuan Dante. Kau tak berhak mengusirku tanpa persetujuannya!"

"Benarkah?" Clark menatapnya meremehkan.

Elena tertegun, tak menyangka tak ada sedikit pun rasa takut di wajah wanita itu.

"Tuan rumah di sini adalah Dante. Dan siapa nama yang kau sebutkan tadi? Zeck? Dia tak tinggal di sini, jadi dia tak perlu ikut campur urusan rumah tangganya. Kemasi barangmu sekarang juga! Aku masih bersikap baik karena menghormati suamiku. Tapi jika kesabaranku habis... entah apa yang akan terjadi padamu."

"Kau!" Elena menunjuk kasar wajah Clark.

"Jangan berani menunjuk wajahku! Ingatlah posisi kau sebenarnya. Kau bukan siapa-siapa di sini."

"Kau bukan majikanku! Aku takkan pernah menganggapmu begitu! Kau hanyalah alat pembayar hutang keluargamu! Sama saja dengan kami bahkan lebih rendah!"

PLAK!

Tamparan keras mendarat tepat di pipi Elena, membuatnya terdiam seribu bahasa.

1
dome🌬️🌀🌀🌀
aisshhh kayknya ini salah faham😁😁 soalnya clark lngsunng ttendang aja tannpa liat mukanya yg laki
dome🌬️🌀🌀🌀
aaahhh,, ku ga suka sama sm cwe yg gampang dihasut dan dimanipulasi. dihasut dikit ragu, dimanipulasi! dikit goyah. jeleknya clark yaa ini
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwkkk... akhirnya si perjaka tingting diperjakain juga sama bocil😂😂😂😂
haduhh dnte ga kreatif bener dah.. masa si ckark yg lebih kreatif mulai duluan. emang gen Z ygg lebih mendominasi🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
kesalah pahaman macam apa ini😆😆.. siapa oulaa yg bilang ckark diculik sihh.. ember bangget dahh mulut anggota mafianya🤣
wong dia lg curhat dengan kakak tercintanya😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
yeeyyyy🤣🤣🤣 gimana sih nih konsepnya si dante sampe butuh bntuan dokter hingga vidio yg warna blue buat belajar😂😂
haduhhh sakit oerutku membayangkan kelakuan dante. badan besar hatinya semungil kelinci😆
dome🌬️🌀🌀🌀
ini yg sangat siapa sihhhh🤣🤣🤣🤣🤣
koo yg menggebu2 malah istrinyaa. si dante macam perjaka tinggting yg mau diperjakain🤣🤣🤣
ku menakutkan si clark maknya dantenya ketakutan 🤣🤣terlalu agresif😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
harusnya bagi yg sudah menjalaani hidup yg ke 2 kalinya. yg masa lalu audah jd oelajaran. bagaimana dante terpuruk setelah kematian mu dan lebih mwmilih mati dari pada mencari pengganti mu. artinya apapun orng luar berkata macam2 harusnya sih pengalaman nyata lebiih bisa dipegang kepercayaannya dr pada hanya sebuah kata2 yg tidak jelas kebenarannya.
dome🌬️🌀🌀🌀
🤣🤣🤣🤣🤣
mafia nya lugu🤣🤣
biasa main pistol postolan sih jadinya minim ilmu seksual🤣
banykin nonton film warna blue yaa dante😆😆
dome🌬️🌀🌀🌀
ga salah kah😂😂😂 mafia kok malu malu meong 😆
dome🌬️🌀🌀🌀
yeeee... pelayan kok sableng. brani sama majikan.. penngen di cincang hidup2 kayaknya
dome🌬️🌀🌀🌀
hahahahahahaha,,, sudaah se effort itu pake drama jatoh, nngis, merajuk.. ujungnya haaahhhhh membagongkan jiwa😂😂😂
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk.. tuh laah yaa kalau matinnya mati perawan. jd saat ngulang waktu jadi semakin berani dan agk gesrek😂😂😂

jangan bngun sekarang? ukuran tidak mnusiawi??🤣🤣🤣
kaannnn jd traveling 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kalii ini pepet terus dante cla, jngn dilepas lagi tempel trus 😂😂😂
dome🌬️🌀🌀🌀
lg mimpi tuh kau Clark 😁😁😁

orng barat ada yaa acara nikahnya pake akad🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
malaikat nya lagi kebanjiran job 🤣🤣🤣noh ngitungin orng2 yg mati dibunuh Dante 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
llihat alurnya dahulu🤗🤗🤗
Pa Muhsid
sakit perut baru ini mafia diperkosa sama istri sendiri, kalo udah gol dan candu dia akan nyesel kenapa gak dari dulu 🙊
Pa Muhsid
anjay mafia loh🥴🥴🥴
Pa Muhsid
orang lain bela belain dioperasi supaya gede nah ini insecure karena gde 🙈
Diah Al Khalifi
kuniira tadi sakit ternyata konsultasi to 🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!