Indonesia
NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN RATU SRIGALA

KEBANGKITAN RATU SRIGALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Disebuah kerajaan bulan yang dihuni ribuan manusia Srigala. Disaat gerhana bulan merah, permaisuri Lira baru saja melahirkan seorang anak perempuan yang cantik namun tidak memiliki aura Srigala yang membuat sang Raja Argan harus membunuh anak kandungnya sendiri karena dianggap aib.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 010: Perjanjian Gelap

Kaki Kaelan baru saja melangkah masuk ke ruangan Seraphina di Kerajaan Bulan Perak. Ia datang khusus untuk menyampaikan pesan penting dari Alaric.

"Tuan Putri, Ketua Alaric menyuruh Tuan Putri memakai kembali gelang itu untuk menyembunyikan kekuatan asli Tuan Putri, demi keselamatan Tuan Putri," ucap Kaelan dengan hormat.

Seraphina terdiam, menatap pergelangan tangannya. Ia perlahan mengangkat tangan, memperlihatkan gelang perak berukir naga yang sudah melingkar di sana. Cahaya bulan memantul pada gelang itu, dan aura luar biasanya perlahan meredup, tersembunyi di balik kilauannya.

"Aku mengerti maksud Ayah, Kaelan. Lihatlah, gelang ini sudah melingkar indah di pergelangan tanganku."

Kaelan mengangguk lega, namun matanya tetap waspada. "Syukurlah, Tuan Putri. Semoga ini bisa menjaga Tuan Putri dari mata-mata yang tak diinginkan."

"Aku tahu. Selama gelang ini bersamaku, kekuatan asliku tetap menjadi rahasia." ucap Seraphina.

Di tempat yang jauh berbeda, tepatnya di penjara bawah tanah yang lembap, berbau pengap, dan penuh jeruji besi yang sudah lapuk dimakan usia. Elara dan Sari ditempatkan dalam satu ruang sel yang sempit, sementara Raja Argan terpisah sendirian di ruangan yang lebih gelap lagi.

"Hai... Nona manis," sapa suara serak tiba-tiba dari sudut ruangan yang paling gelap. Ternyata ada sesosok pria tua yang kedua tangan dan kakinya dirantai dengan rantai ajaib.

Elara tersentak kaget dan mundur sedikit. "Ka... kamu siapa? Dan bagaimana kamu bisa terkurung di tempat mengerikan ini?"

Pria tua yang bernama Morgath itu hanya tersenyum sinis menampakkan giginya yang tak lengkap. "Siapa aku bukan hal yang perlu kau ketahui sekarang. Yang penting, apakah kau ingin membalas dendam kepada orang yang menjatuhkanmu dan membuangmu ke tempat ini?"

Elara terdiam mematung. Tawaran itu seolah menyentuh amarah yang selama ini dia simpan rapat di dalam dadanya.

"Nak, tolong pikirkan baik-baik. Jangan sampai kau melakukan hal yang justru akan mencelakai dirimu," bisik Sari dengan suara gemetar.

Elara mengangkat kepalanya. Matanya merah padam, penuh kebencian.

"Diamlah, Bu! Aku akan melakukan apa saja, apa pun itu, asalkan bisa membalas Seraphina dan seluruh Klan De Luna!" bentaknya keras.

Sari terkejut. Dia tidak pernah mendengar putrinya berbicara sekasar itu. Perlahan, dia menunduk, hatinya terasa perih.

Elara menarik napas panjang. Amarahnya belum padam.

"Mereka telah menghancurkan hidupku. Sekarang giliranku yang menghancurkan mereka," ucapnya dingin.

Sari hanya bisa diam. Dia tahu, kata-kata lembutnya tidak akan cukup mengubah keputusan Elara.

Morgath kembali menyunggingkan senyum penuh rencana jahat. "Bagaimana kalau kau bersedia bekerja sama denganku? Aku akan memberimu kekuatan tak terbayangkan, dan kau pun akan keluar dari tempat pengap ini."

"Aku mau! Aku setuju!" jawab Elara tanpa berpikir panjang.

Morgath perlahan melafalkan mantra terlarang yang terkunci berabad-abad. Di balik tawaran itu tersembunyi kebenaran kelam, ini bukan perjanjian kekuatan, melainkan pengorbanan. Ia berniat mengambil tubuh muda Elara dan meminum darah murninya demi kebebasan seutuhnya.

Saat hawa gelap menyelimuti dan kekuatan itu meresap masuk ke dalam urat nadi Elara, pakaiannya perlahan berubah sepenuhnya menjadi hitam legam. Ia menatap kedua tangannya, lalu tertawa panjang penuh kebanggaan. "Ha ha ha! Akhirnya! Takhta Kerajaan Bulan Perak itu pasti akan kembali menjadi milikku!"

Elara menunduk sedikit, suaranya dingin tanpa belas kasih. "Terima kasih..." bisik Elara dingin, lalu melangkah santai keluar melewati jeruji besi yang kini tak lagi berarti baginya. Di belakangnya, Morgath tergeletak lemah di lantai. Tubuhnya perlahan mengempis, menyusut secepat kapas yang dikosongkan isinya, hingga akhirnya yang tersisa hanyalah pakaian lusuh yang pernah ia kenakan.

Di wilayah Klan De Luna, Alaric tiba-tiba menatap langit yang perlahan berubah kelabu gelap. Wajahnya seketika berubah serius. "Dia telah bangkit... Sang Iblis itu akhirnya bebas kembali."

"Lalu apa yang harus kami lakukan, Ketua?" tanya Boras cemas.

"Jangan bertindak gegabah. Untuk saat ini kita hanya mengamati saja gerak-geriknya," jawab Alaric sambil terus memandang ke langit gelap itu.

"Baik, Ketua," sahut Boras patuh.

Alaric mengatupkan tangannya erat. "Kekuatan jahat ini pasti akan mengincar Seraphina terlebih dahulu. Aku takkan membiarkan hal itu terjadi sedikit pun," batinnya penuh tekad membara.

1
kaylla salsabella
masih ngeyel
kaylla salsabella
cari mati sari
kaylla salsabella
ooo ternyata bener rian yang dulu di tolong Seraphena
kaylla salsabella
pangeran rian apakah orang yang sama dengan yang di sembuhkan nazar
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
si elara atau ibunya elara
Surianto Tiwoel
🔥🔥🔥
kaylla salsabella
alhamdulillah
kaylla salsabella
🤔🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut😍😍
kaylla salsabella
semoga berhasil
kaylla salsabella
yeeee rasain kamu elara🤭🤭🤭
kaylla salsabella
ooo srigala bangsawan nya adalah rian
kaylla salsabella
pasti ratu lira
kaylla salsabella
jodohin lira sama Alaric saja 🤣🤣🤭🤭
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
perasaan ku Dikit amat🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!