Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:90.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Kembali

Pertanyaan Ayura membuat Saka tersadar bahwa dirinya sekarang bukanlah Saka yang dulu. Kini dia hidup dalam tubuh Aryan. Seorang pria asing dalam kehidupan Ayura.

“M-Maaf, aku pikir kamu temanku, Ayumi,” bohong Saka.

“Oh … tidak apa.”

“Apa toko ini masih buka? Aku mau beli kue untuk ibuku.”

Demi bisa berlama-lama dengan Ayura, Saka pun memikirkan cara lain. Ayura segera bangkit dari duduknya lalu menuju etalase tempat memajang aneka kue. Jumlah kue yang terpajang sudah tinggal sedikit.

Untuk sesaat Saka tampak bingung. Dia mencoba mengingat kue apa yang disukai Astri. Sekuat apa pun Saka mengingat, pria itu tetap tidak tahu kue apa yang disukai ibu Aryan tersebut.

“Mau kue apa?” tanya Ayura membuyarkan lamunan Saka.

“Ehm … minta red velvet, tiramisu, black forest, dan cheese cake masing-masing satu slice.”

Karena tidak tahu apa kue kesukaan Astri, Saka memutuskan membeli beberapa macam kue. Dia juga memesan satu slice cheese cake lagi untuk dimakan di tempat.

Ayura segera mengantarkan pesanan Saka ke meja yang ditempati pria itu. Saat menaruh kue di atas meja, Saka mengajukan permintaan yang cukup membuat Ayura terkejut. “Apa kamu bisa menemaniku? Aku tidak suka makan sendiri.”

Sejenak Ayura tertegun. Perkataan pria di depannya mengingatkan akan Saka. Pria itu juga tidak suka makan sendiri.

Bahkan Saka sering melakukan panggilan video agar bisa menikmati makanan bersamanya.

“Tapi kalau kamu keberatan tidak apa,” ujar Saka lagi dan membuat Ayura tersentak.

Wanita itu menarik kursi di hadapan Saka lalu duduk di sana. Saka langsung memperkenalkan dirinya. “Aryan,” ujar Saka seraya mengulurkan tangan. Ayura langsung membalas uluran tangan Saka sambil menyebutkan namanya.

“Ayura, nama yang cantik. Kamu biasa dipanggil apa?”

“Orang-orang biasa memanggilku Yura.”

“Ehm … begitu. Kalau aku memanggilmu Ay, apa kamu keberatan?”

Kembali Ayura dibuat tertegun. Apa yang dikatakan pria di hadapannya mengingatkannya akan pertemuan pertamanya dengan Saka. Saat itu Saka juga menawarkan diri memanggilnya dengan sebutan Ay.

“Boleh?” tanya Saka lagi.

“Ehm … boleh.”

Sebuah senyuman terbit di wajah Ayura. Di hidup keduanya, Saka kembali dipertemukan dengan Ayura. Seolah takdir sedang memberinya kesempatan kedua.

Karenanya pria itu bermaksud mendapatkan wanita itu kembali. Kali ini dia tidak akan melepaskan Ayura, apa pun yang terjadi.

“Apa ini tokomu?” tanya Saka lagi.

“Bukan. Aku hanya bekerja di sini. Temanku pemiliknya.”

“Apa kue-kue ini kamu yang membuatnya?”

“Bagaimana kamu tahu?”

“Hanya menebak saja. Rasa kuenya enak sekali, aku suka.”

“Terima kasih. Oh ya, kue yang kamu beli, itu untuk siapa? Pacarmu?”

“Bukan, untuk ibuku. Aku belum punya pacar.”

Ayura hanya menjawab dengan senyuman. Meski baru bertemu, wanita itu merasa cukup nyaman berbincang dengan Aryan.

Pria itu terlihat sopan, ramah, dan enak diajak bicara. Sekilas sosok Aryan mengingatkannya akan Saka.

Saka memakan cheese cake sedikit demi sedikit. Dia ingin lebih lama bersama dengan Ayura. Lewat percakapan ringannya,

Saka tahu bahwa Ayura baru pindah ke kota ini enam bulan lalu. Waktunya bertepatan dengan hilangnya wanita itu.

Entah bagaimana dia bersembunyi sampai detektif swasta yang disewanya kesulitan mencari keberadaannya.

Kemungkinan informasi yang Saka dapatkan terakhir kali sebelum mengalami kecelakaan berkaitan dengan lokasi Ayura saat ini.

“Rumahku tidak jauh dari sini. Jaraknya sekitar lima ratus meter, tidak jauh dari halte. Nama jalannya Aster,” ujar Saka.

“Aku mengontrak sebuah rumah di jalan Anggrek. Kamu sendiri kerja di mana?”

“Prima Taksi.”

“Ah ya, aku sering lihat armada itu di jalan. Warna mobilnya kuning, kan?”

“Iya.”

Tanpa sadar Ayura melihat jam di pergelangan tangannya. Sadar jam buka toko akan segera berakhir, Saka segera menghabiskan kuenya. “Terima kasih sudah menemaniku makan.”

“Sama-sama.”

Dengan membawa bungkusan berisi kue yang dibelinya, Saka keluar dari toko. Namun pria itu tidak langsung pulang. Dia menunggu Ayura di tempat tersembunyi.

Sepuluh menit kemudian Ayura keluar dari toko. Setelah mengunci toko, wanita itu pulang ke rumah kontrakannya. Wanita itu pulang dengan berjalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh.

Setelah Ayura berjalan cukup jauh, barulah Saka keluar dari persembunyiannya. Pria itu mengikuti Ayura dari jarak aman.

Lima menit kemudian Ayura sampai di rumah kontrakannya. Rumah yang ditempati Ayura hanyalah rumah kecil bergaya minimalis.

Cukup lama Saka memandangi rumah tersebut sampai akhirnya dia melanjutkan perjalanan pulang.

Sepuluh menit kemudian Saka sudah kembali ke rumah. Astri yang belum tidur, menyambut kepulangan anaknya. Saka langsung memberikan kue yang dibelinya.

“Ini buat Ibu.”

“Apa ini?”

“Kue. Tapi … aku lupa Ibu suka kue apa. Makanya aku beli beberapa.”

“Masa kamu lupa kue kesukaan Ibu? Ibu lebih suka bolu marmer dan bolu ketan.”

“Oh iya, maafkan aku, Bu. Sejak kecelakaan, kadang aku melupakan sesuatu.”

“Benarkah? Apa karena benturan di kepalamu?”

“Ehm … mungkin saja.”

“Apa perlu ke dokter lagi untuk pemeriksaan?” tanya Astri yang terlihat khawatir.

“Tidak perlu, Bu. Aku baik-baik saja. Ingatan yang hilang bisa aku dapatkan lagi secara perlahan. Ibu tenang saja.”

Astri mengangguk pelan. Wanita itu menerima pemberian Saka lalu memasukkannya ke dalam kulkas. Setelah itu, Saka dan Astri segera masuk ke kamar masing-masing.

***

Keesokan paginya Saka dikejutkan dengan Dirga yang sudah berada di rumahnya.

“Tumben ke sini pagi-pagi. Ada apa?” tanya Saka tanpa basa-basi.

“Aku sengaja menjemputmu. Kita berangkat ke pool bareng-bareng, supaya kamu nggak kena masalah lagi.”

“Masalah apa?” tanya Astri yang baru saja menaruh piring lauk di atas meja makan.

“Bukan masalah besar, Bu. Kemarin aku nggak sengaja terlibat masalah keluarga. Ada mantan suami-istri yang lagi rebutan hak asuh anak.”

“Kok bisa?”

“Aku pikir laki-laki itu penculik, soalnya tiba-tiba dia datang dan ambil anak yang sedang bersama ibunya. Aku cegah dia pergi dan sempat mukul dia. Nggak tahunya dia itu ayah anak itu.”

“Lain kali harus berhati-hati.”

“Iya, Bu.”

“Ayo makan dulu. Kamu juga Dirga.”

Dengan senang hati Dirga menerima tawaran Astri. Pria itu langsung makan dengan lahapnya.

Selesai sarapan, Saka dan Dirga segera berangkat menuju pool taksi. Saat motor yang dikendarai Dirga melintasi toko kue tempat Ayura bekerja,

Saka melihat Ayura baru saja memasuki toko tersebut. Saka berniat mengunjungi Ayura lagi sepulang kerja nanti.

Sesampainya di pool, keduanya langsung bersiap. Sambil membersihkan dan memeriksa kondisi mobil, Saka mencoba mengorek informasi tentang Aryan. Dia ingin tahu apa dulu Aryan pernah memiliki kemampuan melihat masa depan.

“Dir, aku boleh tanya sesuatu?”

“Apa?” tanya Dirga sambil mengelap bodi mobil.

“Sejak kecelakaan, aku kadang melupakan sesuatu. Siapa tahu kamu ingat.”

“Tanya apa?” kali ini Dirga menghentikan pekerjaannya. Dia menatap Saka.

“Apa aku indigo?”

“Indigo? Hahaha! Mana ada. Memangnya kamu bisa melihat hantu?”

“Nggak sih. Ehm … dulu apa pernah aku cerita kalau bisa melihat masa depan? Atau punya firasat akan kejadian buruk.”

“Kejadian buruk?”

Dirga terdiam sebentar. Pria itu mencoba mengingat apa yang ditanyakan Saka. Namun akhirnya dia hanya menggelengkan kepala. “Tidak pernah.”

“Yakin?”

“Iya.”

“Oh … ya sudah.”

“Memangnya kenapa?” tanya Dirga yang mulai curiga.

“Nggak apa-apa.”

Tak ingin Dirga bertanya lagi, Saka memilih masuk ke dalam kantor.

Baru saja Dirga hendak menyusul, salah seorang rekannya mengatakan bahwa pria itu dipanggil oleh Revan. Bergegas Dirga menuju ruangan Revan. Setelah mengetuk pintu dan mendengar jawaban dari dalam, barulah dia masuk.

“Ada apa, Pak?”

“Duduk!”

Secepatnya Dirga menarik kursi di depan meja kerja Revan. Perhatian Revan yang tertuju ke layar komputer, kini beralih kepada Dirga.

“Dirga, sudah berapa lama kamu berteman dengan Aryan?”

“Sudah lama, Pak. Dari SMP saya sudah dekat dengannya.”

“Ehm … sudah lama juga. Jadi kamu tahu semua tentang dia?”

“Iya, Pak.”

“Apa Aryan memiliki kemampuan melihat masa depan?” tanya Revan tanpa basa-basi.

***

Revan sama keponya dengan Firlan

1
Diana Lely
apes deh saka ketemu lg sama firlan😄😄
dewi rofiqoh
Baskae, Sepertinya kamu cuma dijadikan alat oleh ikrar 🤔🤔. Jika memang keluarga adiguna berhubungan dengan kematian orangtuamu, mana mungkin mereka merawatmu baskara. Bisa jadi ikrar sendiri dibaliknya.
vania larasati
lanjut kak
Humaira
setan kepala manusia 🤭
choowie
ada masalah dimasa lalukah
Febri Nayu
koyok e biang kerok e ikrar
tehNci
Alaaah...palingan Baskara dimanfaatin sama sama orang yg dia panggil om Ikrar itu. Cerita tentang kematian ortunya Baskara, mgknkah palsu atau ada salah paham
Ayuk Witanto
apa ikrar itu teman alm kakek saka
Ayuk Witanto
pasti si om ini yang fitnah keluar Adiguna sehingga Baskara dendam
Ayuk Witanto
tergantung kamu mak🤭🤭
Ayuk Witanto
apa pak Wisnu mau pisahin mereka lagi
Ayuk Witanto
sedih😭
Nawang Kasturi
baskara baskara... ternyata kamu hanya alat🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
Ikrar namanya Bun....
Om yg di panggil Bask ?🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
oalah si Baskom ternyata hanya pion yg di mainkan....
jd orang ini yg di panggil Om dalang yg sesungguhnya .... dia iri dan dendam sama papa Wisnu Adiguna ...jadi dia gunakan Bask sebagai alat untuk balas dendamnya dgn kasih tau penyebab meninggalnya orang tua si Bask... keknya gitu mungkin ...ya taa 🤔
ntah kah ya ...cuzz lanjut baca 🤭✌🏻
Sari Hastuti
ternyata aksi bls dendam toh
Nunung Nurul hikmah
makin keren nih cerita nya gk boleh kelewat dikit...lanjut
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Jangan mudah percaya Bas, siapa tau si om itu cuma memanfaatkan kamu dengan memfitnah keluarga Adiguna,.padahal sebenarnya si om itu yang punya dendam pribadi pada keluarga Adiguna. Atau kalaupun benar memang ada sesuatu yang terjadi dimasa lalu bisa saja kan itu karena memang kesalahan ayahmu sendiri. blcoba selidiki dengan sebenar²nya. Baiknya dimaafkan saja, tidak baik memupuk dendam, kan selama.ini juga kamu sudah jadi anak angkat keluarga tersebut, dirawat dengan baik. Bahkan diberi kepercayaan untuk mengurus perusahaan.
Ria alia
Kaya’y c baskara dibohongi c aki tua bangka itu deh 🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
jd sekarang kamu jangan bingung lagi ya Ay..... kalo yg manggil namamu Ay..... berarti yg ada di raganya Aryan itu Saka.....tp kalo yg manggil kamu dgn Yura berarti itu Aryan ato Kala....jd kamu bisa menentukan sikap dan akan tau kamu berinteraksi dgn sapa orang yg di hadapanmu.....ya Yur... ouwkeiii kan sekarang 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!