Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 - Wilayah para penguasa
Siang harinya suara bel terdengar di sekolah Garuda Bhakti yang menandakan jam pelajaran telah berakhir, para siswa pun keluar dari kelas mereka masing-masing.. begitu juga dengan Beel dan teman-temannya.
Kelompok Beel pun seperti biasa pergi ke cafe tempat biasa mereka bersantai sepulang sekolah, Beel dan Jason yang tertinggal pun menyusul ke cafe tersebut.. dalam berjalan menuju cafe ,Beel dan Jason melihat anak-anak kelas 10B sedang terpojok oleh kelompok anak kelas 12
Jason melihat terlebih dahulu
"lihat itu Beel..mereka mencoba mencari uang dari anak kelas 10B" bisik Jason.
Beel menoleh ke tempat dimana Jason memberitahu, tanpa berbicara Beel lalu berbelok dan berjalan ke arah mereka,
"hello.. ada apa nih rame-rame?" tanya Beel santai.
Para siswa kelas 12 lalu berbalik dan melihat Beel, mereka tahu Beel karena kabar soal kekalahan salah satu 'pemimpin' di sekolah itu ,Derry.
"oh ini orang yang lagi ramai dibicarakan.." ujar anak kelas 12 itu yang bernama Gregor, yang merupakan salah satu 'pemimpin' lain di sekolah Garuda Bhakti.
Beel tidak merespon,dia hanya memiringkan kepalanya sedikit,
Gregor memperhatikan Beel
"benar kata orang-orang itu, lu punya kepercayaan diri luar biasa.." ujar Gregor.
Salah satu anak buah Gregor pun bersiap untuk menyerang Beel
"gimana kalau kita kasih tau ke anak ini kalo kelompok kita beda sama kelompok Derry.." ujar anak buah Gregor,
Gregor menahan anak buahnya
"tidak perlu.. belum waktunya" kata Gregor, lalu menatap Beel
"sepertinya kelas 10 sekarang punya pelindung.." tambah Gregor yang kemudian menyuruh anak buahnya untuk mundur.. Gregor berbalik dan berjalan,
"kita mundur.." ujar Gregor kepada para anak buahnya, lalu anak buahnya mengikutinya.
Lalu Gregor menghentikan langkahnya,
"satu hal yang perlu gua kasih tahu, kelompok Derry adalah yang terlemah di antara semua 'pemimpin' di sekolah.." jelas Gregor lalu kembali berjalan.
Beel hanya memperhatikan Gregor dengan ekspresi datarnya.. Jason sendiri menghela nafas saat melihat Gregor pergi,
"untung saja.. gua udah mikir bakal ada keributan" lega Jason
kemudian para anak kelas 10B pun mendekat ke Beel
"Bro makasih ya, kalau ga ada lu abis kita tadi.." ujar anak kelas 10B
Beel mengangguk
"lain kali pergi aja gausah diikutin kemauan mereka.." kata Beel
"ya lu sih enak ngomong, kita mana ada yang berani buat ngelawan dia" timpal salah satu anak kelas 10B lain
Lalu Beel berbalik dan berjalan
"kalau begitu hindari saja mereka, jangan berurusan dengan anak-anak kelas 12" ucap Beel kemudian berjalan ke menuju cafe tempat kelompoknya berada, Jason pun mengikuti Beel dari belakang.
Sesampainya di cafe Fajar, Bayu, Felicia, Irma, Lena dan Christi sudah ada disana.. Beel dan Jason pun bergabung dengan mereka
"lama banget.." kata Felicia
Jason menjawab
"biasa lah Beel berurusan lagi sama kelas 12.." jawab Jason
Fajar menoleh ke Jason
"siapa?" tanya Fajar
Jason membuka snacknya
"Gregor.." jawab Jason lalu memasukkan snack ke mulutnya
Lena yang sedang makan pun terkejut
"Gregor? wah..dia bahaya loh, kudengar dia ikut sebuah kejuaraan Muay Thai antar sekolah dan juara" ucap Lena
Jason yang sedang makan snack berhenti seketika
"juara Muay Thai?" tanya Jason panik, lalu menoleh ke Beel yang duduk sambil memainkan ponselnya.
"nah kan..bakalan bahaya cari masalah sama dia" tambah Bayu
Irma melihat Beel yang terlihat biasa saja dan santai
"tapi gua rasa jagoan kita ini ga peduli soal dia juara Muay Thai.." canda Irma, yang membuat semuanya menoleh ke Beel dan tertawa
Christi pun ikut tertawa kecil sambil menatap Beel
"kau tahu Beel, kau memiliki sifat tenang seperti ini di kelas 10 itu luar biasa, aku ga bisa ngebayangin gimana jadinya ketika kau lulus sekolah" ujar Christi
"kupikir dia akan cocok jadi pemimpin mafia" tawa Felicia
"seorang sniper juga cocok.." tambah Fajar.
Di tempat lain sebuah taman dekat sekolah Garuda Bhakti, sekitar 14 orang siswa sekolah lain tergeletak meringis kesakitan.. di hadapan mereka berdiri Gregor dan kelompok nya.
Gregor mendekati salah satu dari mereka dan jongkok kemudian memegang dagu salah satu siswa sekolah lain tersebut,
"ini masih wilayah Garuda Bhakti dan merupakan tempat terlarang bagi sekolah lain.." ujar Gregor dingin
Siswa sekolah lain itu pun menjawab
"kami hanya ingin bertemu seseorang dari SMA Garuda Bhakti.." katanya
Gregor tersenyum jahat
"peraturannya kau harus melakukan 'registrasi' jika ingin masuk ke wilayah kami, itu peraturan yang berlaku disini.." jelas Gregor dengan tatapan dingin.