Waktu terus bergulir. Menapaki takdir yang telah digariskan oleh sang Ilahi. Merangkai kisah demi kisah yang terus berlalu tanpa pernah kita tahu akhirnya.
Dua minggu sudah Aini menginap di rumah Ratmini. Dua minggu itu pula, ia berada jauh dari suaminya. Adit beberapa kali ke rumah Ratmini untuk menemui Aini, tapi gagal. Aini memilih pergi saat Adit datang mencarinya. Tapi ia membiarkan Adit bertemu dengan putranya. Karena ia tahu, Umar pun merindukan ayahnya.
Bukan Aini tak mau bertemu, hatinya hanya belum siap menerima semua yang terjadi begitu cepat. Dan entah kenapa, Aini sering mendapat firasaf buruk semenjak ia memiliki seorang madu.
Pukul tujuh malam, Aini memarkirkan motornya di depan rumahnya. Ia pun mengambil tasnya dan segera mengajak putranya masuk ke rumah. Iya, Aini akhirnya pulang ke rumah Adit.
Rumah dalam keadaan kosong. Adit dan Ratri sedang berkunjung ke rumah orang tua Adit sejak tadi sore.
"Astaghfirullah!" Gumam Aini saat melihat rumahnya begitu berantakan.
Aini menghelas nafas beratnya. Ia lalu mengajak putranya ke kamarnya yang beberapa hari ia tinggal. Umar yang tadi siang tidak tidur siang, segera mengajak Aini untuk tidur.
"Sebentar ya Sayang! Bunda masukin motor dulu." Pamit Aini setelah mengecup pipi Umar yang sedikit dingin karena berkendara.
Umar hanya mengangguk. Ia yang sudah dilanda rasa kantuk yang berat, enggan untuk banyak bicara apalagi bergerak.
Aini pun segera kembali ke depan rumah untuk memasukkan motornya ke dalam rumah. Ia lalu segera menemani Umar untuk tidur. Dan tak butuh waktu lama bagi Umar, untuk segera terlelap.
Aini lantas meninggalkan Umar yang sudah terbang ke alam mimpinya. Ia lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat. Selepas sholat, barulah ia keluar kamar.
Aini menatap nanar rumahnya yang berantakan. Beberapa gelas minum berceceran di meja ruang keluarga. Bungkus-bungkus camilan pun berserakan di beberapa tempat. Sedang di dapur, ada beberapa piring kotor yang teronggok tak beraturan d…
Perjalanan Hati Aini
Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 189 Episodes
Comments