Ciiitt, BRAK.
Aini yang tak fokus mengendarai motornya, tak bisa mengendalikan laju motornya, saat sebuah mobil di depannya mengerem secara tiba-tiba. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Motor Aini menabrak mobil cukup keras. Tubuhnya terpental beberapa meter dari motornya.
Orang-orang segera mengerumuni lokasi kecelakaan. Beberapa orang langsung menolong Aini, yang langsung tak sadarkan diri.
Beruntung, pemilik mobil mau bertanggung jawab dan mengantar Aini ke rumah sakit terdekat. Yang kebetulan, juga rumah sakit dimana Ratmini dirawat. Karena memang, Aini sudah hampir tiba di rumah sakit.
Aini segera mendapat pertolongan dari pihak medis. Kondisinya tidak cukup buruk. Tak banyak luka di tubuhnya. Hanya beberapa bagian saja yang memar dan lecet.
Tapi, Aini mengalami keguguran. Tubuhnya yang terbentur ke aspal cukup keras, membuatnya mengalami pendarahan hingga keguguran.
Malam harinya, Aini terbangun di salah satu ruang rawat. Ia ditemani oleh kakaknya, Ratna, yang belum lama tiba bersama suaminya. Kedua putranya, ia titipkan pada paman dan bibinya, yang tinggal tak jauh dari rumah mereka. Ia dikabari oleh tetangga Ratmini tadi, bahwa ibu dan adiknya masuk rumah sakit dengan alasan yang berbeda.
"Mbak? Ini dimana?" Tanya Aini lirih.
"Di rumah sakit. Kamu tadi kecelakaan kan?" Jawab Ratna halus.
Aini berusaha mengingat apa yang terjadi. Ia pun ingat, saat menabrak sebuah mobil yang berhenti mendadak di depannya. Dan setelah itu, ia tak ingat apapun.
"Ibu? Ibu gimana Mbak?" Tanya Aini cepat.
"Kamu istirahat dulu. Ibu biar aku sama Mas Irwan yang urus." Jawab Ratna sekenanya, demi menenangkan Aini.
"Aku mau lihat Ibu Mbak." Aini berusaha bangun dari posisinya.
"Kamu itu baru sadar. Pulihkan dulu kondisimu!" Saran Ratna seraya menahan Aini agar tak bangun.
"Tapi Mbak, aku mau lihat kondisi Ibu." Aini memaksa tetap bangun.
"Jangan ngeyel, Ni!" Bentak Ratna.
Aini berusaha untuk bangun. Ratna akhirnya mengalah. Saat Aini sudah terduduk, ia merasakan sesuatu yang aneh pada b…
Perjalanan Hati Aini
Kabar buruk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 189 Episodes
Comments
Enih Rustini
sabar ya Aini ... semoga karma segera datang menghantam mereka yang telah berlaku keji padamu
2023-02-16
1
momy ida
aini sayank.... sinih aunty peluk kamu nak😭
2022-07-15
1
Aswaly Timahery
nyesek😭😭
2022-06-29
1