~ Keesokan harinya ~
Aliya memandangi wajah di depan cermin dia melihat perutnya dan mengelus-elus nya dengan harapan dia bisa di percayakan untuk bisa mendapatkan keturunan.
"Kita tidak tahu dengan yang namanya sebuah keajaiban Tuhan dan aku sangat berharap dengan keajaiban tersebut."
Fabian memperhatikan Aliyaa dia menghampiri dan melihat Aliyaa yang sedang mengelus perut nya.
"Kamu pasti menginginkan kehadiran bayi di dalam perut mu itu kan,? sama seperti aku juga yang ingin segera bisa di panggil Ayah ketika aku pulang dari kantor."
Fabian memeluk erat tubuh istrinya tersebut.
"Kamu yang banyak pikiran yaa, aku tahu mungkin yang menghambat kehamilan ini adalah kamu yang sibuk dengan kuliah kamu tugas-tugas kamu sehingga itu bisa jadi juga alasan nya kamu yang terlalu kecapean."
Fabian mengelus rambut panjang Aliyaa.
"Kita harus selalu berpikir positif karena kamu yang sehat jadi kita tidak punya hambatan untuk bisa memiliki keturunan, kita hanya harus bisa bersabar saja menuggu waktu nya untuk bisa di percayakan mendapatkan kebahagiaan sebagai orang tua."
Aliya merasa sangat sakit sekali ketika dia mendengar perkataan suaminya tersebut, tapi Aliyaa tetap harus semangat dan berpikiran positif terhadap apapun yang terjadi dengan dirinya.
"Ya sudahlah, kita jangan membahas tentang itu. Lebih baik sekarang kamu bersiap-siap untuk berangkat kerja dan aku pun akan pergi ke rumah sakit yaa."
Fabian melihat Aliyaa yang meneteskan air mata nya.
"Kenapa Aliyaa selalu saja merasa sedih ketika kita membicarakan tentang kehamilan ataupun anak. Ada apa dengan kamu Aliyaa."
Fabian memilih untuk mengantarkan Aliyaa terlebih dahulu sebelum dia pergi ke kantor.
"Aliya, aku akan mengantar mu pergi ke Rumah Sakit dan kamu jangan banyak berkomentar yaa."
Aliya dengan terpaksa dia harus mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya.
"Sudahlah Aliyaa, lebih baik kamu pasrah saja yaa. Mungkin memang sekarang semua nya harus mengetahui nya."
Aliya pun berjalan menuju ke mobil dan ternyata…
Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *143*
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 316 Episodes
Comments