Dokter El-Rivan memberikan handphone kepada Aliyaa tapi Aliyaa menangis dia mengabaikan nya.
"Aliya, ini demi keselamatan mu juga. Saya menghawatirkan jika kista yang semakin besar dan menjadi pecah itu sangat bahaya sekali."
Aliya menghapus air mata nya dengan kedua tangan nya.
"Lebih baik Dokter saja yang menghubungi Mama saya, saya tidak berani melakukan nya."
Dokter Putra tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan Dokter El-Rivan, dia melihat Aliyaa yang menagis sambil menutup wajahnya dengan kedua matanya.
"Aliya bagaimana dengan hasil pemeriksaan nya,? apakah Aliyaa yang harus segera di tindak sekarang juga?."
Dokter El-Rivan yang hendak mau menghubungi Miranda dia pun menyimpan kembali handphonenya nya karena kehadiran Dokter Putra.
"Iya Dokter Putra saya menghawatirkan bisa sampai pecah karena memang tidak ada perubahan sama sekali."
Dokter Putra duduk di samping Aliyaa dia merangkul Aliyaa, dan Aliya hanya menundukkan kepalanya saja.
"Aliya kamu sekarang adalah anak perempuan ku, dan aku adalah Ayah mu. Ini bukan keinginan kamu. Ayah paham rasa ketakutan kamu yang merahasiakan ini dengan Fabian karena kamu takut Fabian merasa kecewa dan kamu takut tidak bisa memberikan anak untuk Fabian."
Tangisan Aliyaa semakin kencang ketika mendengar perkataan dari Dokter Putra.
"Tapi kamu harus memikirkan kondisi kamu Aliyaa, semoga saja dengan tindakan operasi akan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan."
Dokter Putra mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa dan dia pun mengeluarkan handphone nya.
"Biarkan saya yang menghubungi Fabian, biarkan saya yang menjelaskan semuanya."
Dokter Putra pun keluar dari ruangan tersebut dia memilih untuk menelephone Fabian di luar.
Aliya tidak tahu harus berkata apa kepada Mama nya dan suaminya tersebut.
Aliya yang lebih memilih untuk mengirimkan pesan kepada Siska.
*Siska seperti malam ini aku akan melakukan tindakan operasi, aku minta doanya dari kamu yaa semoga yang terbaik untuk ku.*
Siska yang mendapatkan pesan dari Aliyaa dia san…
Wanita Kesepian (Pecinta Brondong) Season 2
Episode *145*
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 316 Episodes
Comments