Arka dan teman-temannya sedang bermain basket, namun tiba-tiba saja salah satu temannya tak sengaja melempar bola keluar dari lapangan dan mengenai kepala seorang gadis, hingga membuat gadia itu kesal dan marah.
"Siapa yang melempar bola ini?" teriaknya mengambil bola di sampingnya.
"Ah, maaf saya gak sengaja!" pria yang melempar bola basket itupun mendekat kearah gadis yang sedang marah.
"Bisa main gak sih? kalo gak bisa mending keluar aja atau kalo nggak gabung sama tim cewek aja sana!" sungutnya semakin kesal, melempar bola ke hadapan pria di depannya cukup kuat hingga mengenai wajahnya, kemudian berlalu meninggalkan nya dengan keadaan hidung yang mengeluarkan sedikit darah akibat terkena lemparan bola seorang gadis.
"Gila tuh cewek, hidung gue sampe berdarah kayak gini karena lemparannya." lirih nya mengusap hidung dengan handuk miliknya. Iapun kembali ke lapangan berkumpul dengan temannya yang lain.
"Lo gak papa kan?" tanya Bibi saat melihat keadaan temannya.
"Gak paa, cuma lecet sedikit." jawabnya memegangi hidungnya yang masih terasa nyeri.
"Kita istirahat aja dulu, besok lanjut lagi!" usul Arka yang langsung di setujui lainnya.
"Kejam banget tuh cewek!" ucap Bibi membantu temannya yang masih merasa sakit di bagian hidungnya.
"Gue gak papa, lagian tadi gue juga yang salah."
"ya tetep aja, kan lo udah mintak maaf, seharusnya tuh cewek ngomongnya baik-baik aja lah." sungut Bibi kesal melihat keadaan teman setimnya terluka.
"Udahlah, gue gak papa ini. Balik ke kelas yok!" ajaknya agar Bibi tak terus teringat dengan kejadian tadi. Arka hanya mengikuti mereka dari belakang tanpa bicara, ya beginilah Arka ia selalu irit bicara tapi sangat perhatian dengan teman-temannya melalui tindakannya. Seperti kemarin saat salah seorang teman sekelasnya di bully, ia adalah orang pertama yang membela, bahkan ia siap maju di bagian terdepan untuk membela orang yang lebih lemah siapapun mereka.
"Ka, lo jadikan pulang bareng gue?" tanya Bibi saat jam pulang sekolah.
"Hmm, boleh?"
…
Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Kesedihan Habibi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 129 Episodes
Comments