"Bagaimana Hans?" tanya Maurin menatap serius Asisten nya Hans.
Hans tersenyum miring, ia meletakan amplop coklat di atas meja kerja Maurin dan masih mempertahankan senyum miringnya. Maurin segera mengambil amplop di hadapannya, ia mulai membuka perlahan, seketika matanya membuka lebar tak percaya akan yang ia lihat saat ini, Sorot mata nya memancarkan kemarahan dan kepedihan yang mendalam.
"Hans, ini!" ucap Maurin meyakinkan penglihatannya, ia menatap Hans dengan penuh keterkejutan.
Hans mengangguk, ia juga sempat terkejut sebelumnya saat mengetahui hal ini. "Aku bahkan sempat tak mempercayai hal ini." jawab Hans juga tak menyangka akan apa yang ia dapatkan.
"Aku tak menyangka jika akhirnya kami harus kembali berurusan dengan pria berengsek ini lagi.." ucap Maurin memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kebesarannya.
"Benar, dan sekarang anak nya justru ingin menyakiti keponakan ku.." ucap Hans, ia duduk di hadapan Maurin yang masih dalam posisi yang sama.
"Entah mengapa kami harus berurusan lagi dengan mereka padahal aku sudah memberikan apa yang mereka minta dulu bahkan kami sudah pergi jauh dari kehidupan mereka..." ujar Maurin merasa jika hidup selalu saja mempermainkan dirinya juga putranya.
"Tenang lah, aku sendiri yang akan menghabisi mereka jika sedikit saja mereka menyentuh Habibi.." ucap Hans tanpa keraguan menatap serius Maurin yang tersenyum tipis mendengar ucapannya.
"Terimakasih Hans, kamu selalu membantu keluarga ku selama ini.." ucap Maurin tulus.
Hans mengangguk, ia juga tersenyum tipis. "Kalian sudah aku anggap seperti keluarga, bahkan aku pun sangat menyayangi Habibi seperti putraku sendiri bahkan kau tahu sendiri jika istriku lebih menyayangi Habibi di banding putra kami sendiri.." jawab Hans tersenyum lembut menatap Maurin yang mengangguk setuju karena ia juga tahu sebarapa besar kasih sayang istri Hans untuk putra nya.
"Baiklah, aku akan kembali ke ruangan ku.." ucap Hans beranjak dari duduk nya. Maurin mengangguk,
Ha…
Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Masa Lalu Mamah Maurin dan Habibi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 129 Episodes
Comments
Defi
Anak Papanya Habibi yang ingin melukai Habibi
2023-05-20
0
Inisial M
next..
2023-04-16
0