Setiap hari, jam, menit bahkan detik, mata Mara selalu menatap Regar yang masih berbaring di kamarnya dengan segala alat alat medes yang melekat di tubuhnya yang semakin kurus. Mara selalu setia mendampingi calon suaminya yang benar benar telah mengisi hati Mara sepenuhnya.
"Kakak tahu, hari ini Kak Maira masak enak banget, nanti kalo Kakak bangun Kakak harus mencobanya!" ucap Mara bibirnya tersenyum namun matanya meneteskan air mata.
"Kak, Arka selalu ngeselin kalo ke sini, pokoknya kalo Kakak bangun Kakak harus kasih Arka pelajaran ya! janji!" Mara terus mengajak Regar berbicara dan itu memang yang di sarankan oleh Dokter Erick langsung. Bukan hanya Mara yang sering berbincang pada Regar namun seluruh keluarga juga melakukan hal yang sama
Air mata Mara terus jatuh bahkan sampai mengenai tangan Regar, namun bibirnya terus berbicara aapun dan tersenyum layaknya orang yang sedang bahagia.
"Kak, kapan sih bangunnya Mara kangen tahu!" lanjut Mara bibirnya ia kerucutkan layaknya orang yang sedang ngambek
"Kakak tega tahu, biarin Mara nunggu lama kayak gini.." lanjut Mara menggoyang goyangkan lengan Regar.
"Kakak gak mau lihat Mara lagi ya! Kakak marah ya sama Mara?" Mara tak henti berbicara, bahkan air matanyapun semakin deras membasahi pipinya yang mulus.
Hari itu semua keluarga memang sedang berkumpul, mereka sedang berdiskusi tentang Regar dan masa. depan Mara. Mereka akan memutuskan jika sampai dua bulan ini tak ada perkembangan Regar, maka mereka memutuskan untuk mencabut semua alat alat yang telah di pasang di tubuh Regar sebagai alat penyambung nyawanya, dan membiarkan Mara hidup tenang tanpa bayang bayang Regar lagi.
Mara kecewa dengan keputusan keluarganya juga keluarga Regar, ia sama sekali tak setuju maka dari itu ia semakin intens mengajak Regar berbicara.
"Kakak tahu, Mereka ingin memisahkan kita jika Kakak gak bangun bangun, jadi aku mohon bangunlah Kak, Mara gak mau di pisahin sam Kakak.." lanjut Mara semakin terisak..
Tiba tiba tangan Regar bergerak, nam…
Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Penantian yang Tak Sia Sia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 129 Episodes
Comments
Inisial M
next
2023-02-23
0