Keesokkan pagi nya, seperti yang sudah di rencanakan ketiga sahabat itu menuju ke tempat yang telah mereka ketahui adalah kediaman Mamah Kalisa.
"Loe yakin ini tempat nya?" tanya Kana ragu
Mereka sudah berdiri tepat didepan gerbang yang besar di mana di hadapa nya mereka terdapat rumah yang sangat newah dan besar pulan, namun terlihat begitu sunyi dan sepi.
"Ya, dan kita harus masuk bagaimana pun cara nya.." jawab Wulan masih fokus memandanfi kediaman Mamah Kalisa.
"Gimana cara nya kita masuk Lan?" tanya Fatimah bingung karena tak melihat satu pun orang yang ada di sana.
Wulan nampak berfikir dan sesaat kemudian seseorang keluar dari dalam rumah besar itu.
Wulan tersenyym tipis. "Kita akan masuk..." ucap nya sambil menunjuk seorang pria paruh baya yang baru saja keluar dan berjalan ke arah mereka dengan tatapan penuh tanya.
"Permisi..." teriak Wulan sambil melambaikan tangan nya
Pria itu hanya diam dan terus berjalan ke arah mereka hingga ia sampai di hadapan Wulan barulah ia bertanya dengan nada dingin.
"Siapa kalian?" tanya nya penuh selidik menatap Wulan juga kedua sahabat nya secara bergantian
"Saya Wulan, ini Kana dan ini Fatimah..." jawab Wulan dengan senyum ramah, namun tidak dengan pria paruh baya itu yang nampak tak suka.
"Ada perlu apa kalian ke sini?" tanya lagi tanpa perduli ucapan Wulan.
Wulan sejenak menarik nafas. "Kami ingin melihat rumah ini, bukankah pemilik nya akan menjual nya?" Wulan tak menjawab justru ia memberian pertanyaan.
Lagi lagi pria itu menatap Wula juga kedua sahabat nya secara seksama seolah tak percaya dan sangat meragukan akan ucapan gadis belia di hadapan nya kini.
"Pergilah, sebelum saya panggil satpam.." ucap pria itu dan hendak berbalik meninggalkan ketiga nya.
Wulan merasa kesal begitupun Kan akan tetapi tidak dengan Fatimah yang justru tersenyum. "Hei, apa Anda meragukan kami tak punya uang?" pertanyaan Fatimah sontak membuat pria yang hendak pergi kembali membalikkan tubuh nya menghadap mereka lagi.
"Kami punya uang, dan And…
Pengkhianatanmu Ku Balas Dengan Bahagiaku
Menemukan Sesuatu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 129 Episodes
Comments