19. Debaran Jantung

Lin sangat kesal karena Rizha bangun lebih pagi dari biasanya, padahal sekarang sudah pukul 08.00 pagi. Ia terus mengomel dan sesekali menguap karena masih mengantuk. Sambil mengomel ia memasak juga karena Rizha sudah lapar dan ingin makan bubur.

Sudah dua hari ini Rian benar-benar lepas tangan untuk pekerjaan di rumah karena mereka harus mempercepat pekerjaanya di rumah pak Heru agar bisa menerima lagi tawaran pekerjaan lainnya seperti yang dijanjikan oleh temannya.

"Tttrrrr... ttrrr... ttrrr...!" ponsel Lin berdering.

"Iya, halo!" sapa Lin menjawab panggilan suara dari Raka.

"Kata mama, Janes mau melanjutkan sekolahnya di situ soalnya nggak ada sekolah SMA yang dekat dari rumah kita di desa. Boleh nggak dia nginap di rumah kalian? Masalah biaya sekolahnya nanti saya yang tanggung," tanya Raka dari seberang.

"Iya, Kak, nanti saya komunikasikan sama Rian kalau sudah pulang kerja," sahut Lin.

"Tolong kabari nanti kalau kamu sudah bicara sama suamimu!'

"Siap, Kak!"

Sambungan telepon terputus. Bagi Lin tidak ada masalah jika adiknya mau tinggal di rumah mereka karena tenaganya bisa ia manfaatkan.

Malam hari setelah Rian tampak bersantai, Lin mengutarakan pesan yang disampaikan oleh kakaknya.

"Kalau saya tidak masalah, tapi kamar kita hanya satu, trus adik kamu itu mau tidur di mana?"

"Nggak masalah Mas, dia bisa tidur di ruang tengah,"

"Terserah kamu aja, bagaimana baiknya!"

Malam itu juga Lin langsung menghubungi kakaknya dan menyampaikan bahwa Janes boleh tinggal di rumah mereka.

***

Hari ini adalah hari pertama bagi Janes masuk ke sekolah barunya. Jarak sekolahnya dari rumah Lin kurang lebih satu setengah kilo meter yang harus ditempuh dengan jalan kaki.

Sejak Janes tinggal di rumah Lin, keadaan rumah mulai berubah. Janes sangat rajin membersihkan bahkan ia sering mencuci pakaian kotor milik kakaknya. Ia sangat tidak suka jika ruangan berantakan. Sangat berbeda dengan sifat kakaknya yang pemalas.

"Hhmmm... rumah kita sekarang sudah bersih dan rapi, harusnya kamu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!