Janes sudah selesai mandi. Bersamaan dengan itu, Rian pun telah selesai. Ia mandi di kamar mandi yang ada di kamar tidurnya sedangkan Janes mandi di luar rumah.
Janes menengok ke sana ke mari dan buru-buru hendak berpakaian, tiba-tiba Rian muncul dan matanya terbelalak melihat tubuh mulus yang hanya berlilitkan handuk pada bagian bawah tubuh sedang setengahnya ke atas terpampang nyata tanpa sehelai kain. Dua buah bukit kembar yang menantang sangat indah dan menggiurkan sudah di depan mata.
"Jangan ke sini, Kak!" seru Janes karena malu.
"Ehh... iya, maaf," Rian mundur secara teratur, padahal dalam hatinya ia masih ingin memanjakan matanya dengan pemandangan yang indah itu.
Janes memasang bajunya dengan lincah lalu menyiapkan tas sekolah yang akan dibawah sebentar karena ia sudah minta izin kepada kakaknya. Dengan membawa tas sekolah, tentu kakaknya tidak akan menaruh curiga kepadanya.
Di kamar, Rian sangat gelisah. Gejolak dalam tubuhnya sedang merontah-rontah karena telah melihat sesuatu yang indah. Sesuatu dalam dirinya pun merasa terusik karena sudah lama tidak pernah merasakan belaian.
Tak lama kemudian Lin pulang dari pasar. Ia terlihat lelah karena menjinjing dua kantong besar berisi bahan belanjaan.
"Kenapa tadi kamu nggak meneleponku biar saya jemput kamu di pasar?" tanya Rian basa-basi.
"Saya lupa bawa ponsel," jawab Lin tanpa curiga.
Janes langsung mengambil segelas air putih dan memberikan kepada kakaknya tanpa diperintah. Ia tahu kakaknya capek karena peluh menetes dari keningnya.
"Kak, saya pamit dulu, mau ke rumah teman!" kata Janes. Di punggungnya sudah bertengger tas sekolah sehingga Lin mempercayainya.
"Ok, tapi pulangnya jangan terlalu larut malam! Nanti kalau ada apa-apa pasti saya yang kena marah oleh Kak Raka juga mama dan papa!" ujar Lin.
"Iya, Kak," sahut Janes.
Lin agak ragu memandangi kepergian adiknya karena hari telah gelap. Ia memegang keningnya seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Jan, Jan... tunggu dulu, biar Rian mengantarmu!" teriak…
Istri Pemalas, Suami Selingkuh
21. Sentuhan Pertama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments