Keesokan paginya Niken berangkat bekerja seperti biasa. Mamanya sempat berat melepaskan anaknya itu untuk bekerja tetapi Niken meyakinkan semuanya akan baik-baik saja. Niken tidak singgah ke tempat kosnya karena waktu yang mepet. Begitu sampai di meja kerjanya, Niken langsung menyibukkan diri dengan goresan-goresan gambar gaun yang telah dipesan pelanggan agar hati dan pikirannya sedikit teralihkan.
Benar saja, Niken merasa waktu jam makan siang datang begitu cepat. Mungkin karena Niken terlalu menenggelamkan diri dengan pekerjaannya. Di bukanya kotak bekal yang di bawa dari rumah mamanya dan Niken menghela napas karena ia merasa sudah kenyang terlebih dahulu padahal sesuap nasi pun belum ia makan sejak tadi pagi. Niken hanya sarapan dengan sepotong roti.
"Jun," sapa Niken. Ia memutuskan untuk menelepon Juna agar dapat menemaninya makan siang walau hanya dengan suaranya saja.
"Apa?" sahut Juna diseberang sana. Ia sepertinya juga tengah menyantap makan siangnya.
"Lagi makan siang?" tanya Niken basa-basi.
"Iya. Kau lagi makan juga kan?"
"Ini juga lagi makan?" Padahal yang dilakukan Niken hanya mengaduk-aduk nasi di kotak bekalnya.
"Kok lesu gitu? Sakit? Pasti karena kau sok-sokan ngerawat Nabila. Jadi ketularan kan!" Juna tanpa omelan itu bagai sayur tanpa garam. Hambar!
"Jun." Niken mengabaikan mulut pedas Juna, "Aku batal nikah."
Juna terdiam, sepertinya terkejut dengan berita yang dibawa Niken.
"Kau nggak papa?" Lirih Juna mencemaskan keadaan Niken.
"Sakit." Niken menghapus kasar air matanya dan menggeser kotak bekal yang belum berkurang sama sekali isinya.
Hari ini Niken memilih menghabiskan jam makan siangnya tanpa beranjak dari kursi yang didudukinya. Ia tak pergi makan diluar dengan alasan sudah membawa bekal padahal alasan sesungguhnya ialah dirinya butuh ketenangan dan tidak terganggu dengan suasana diluar yang pasti penuh kebisingan.
"Jangan di pendam. Kalo memang nangis bisa buat kau lega, keluarkan. Setelah puas nangis, lupakan. Dia bukan jodohmu."
Kata-…
Namamu Rahasia
Menghilang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments