"Oya pa, tadi pagi kamu ngomong apa sama Marsya? Dia manyun sampai pulang sekolah. Bercanda kamu keterlaluan ih," sebal Niken.
Suami Niken tertawa, "Jadi dia ngadu sama kamu ma."
"Marsya cuma manyun tapi Marcel yang ngaduh semua," omel Niken tapi lagi-lagi suaminya hanya tertawa dibalik telepon sana.
"Pa! Papa serius pengen punya anak lagi?" tanya Niken resah. Ia takut hanya karena suaminya ingin mempunyai anak lagi dan Niken menolaknya, sang suami akan mencari rahim yang lain untuk di buahi.
"Kenapa? Kamu kepikiran?" tanya suaminya yang bukannya menjawab pertanyaan sang istri tetapi justru mengajukan pertanyaan lain.
"Aku takut," ungkap Niken jujur.
"Takut apa?" tanya suami Niken heran.
"Takut kamu bakalan ke lain hati demi bisa punya anak lagi."
Diseberang sana, suami Niken kembali tertawa, "Pikiran kamu itu ya, terlalu banyak nonton sinetron. Mana mungkin aku cari yang lain hanya karena demi anak. Aku tuh sayang dan cinta kamu sampai maut memisahkan kita. Butuh perjuangan untuk bisa dapatin kamu. Butuh waktu sampai belasan tahun agar bisa bersama kamu. Maafin aku ya kalau candaan aku buat kamu gelisah dan jadi berpikir yang nggak-nggak. Satu yang harus kamu tau, kamu tak akan tergantikan."
Ucapan dari suaminya sontak saja membuat wajah Niken bersemu merah. Di sentuhnya sebelah pipi dengan tangan yang tak memegang ponsel. Untung saja saat ini mereka hanya berbincang lewat telepon, bila berhadapan langsung sudah dipastikan Niken akan malu bukan kepalang karena kata-kata romantis dari suaminya.
"Janji nggak ada wanita lain diantara kita?" tanya Niken memastikan.
"Hmm gimana ya. Sudah terlanjur ada Marsya juga di hati aku."
Niken memasang wajah datar setelahnya. Berharap dapat di romantisin kembali oleh suaminya tetapi justru balasan itu yang di ucapkan suaminya.
***
Niken mengemas barang-barangnya seperti ponsel dan dompet serta cermin kecil ke dalam tasnya dan bersiap untuk pulang. Hari ini pelanggan yang meminta untuk di buat kan baju pengantin tidak terlalu bany…
Namamu Rahasia
Anniversary
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments