Niken menyalami kedua orang tua Bayu dan sanak saudaranya. Beberapa dari mereka sudah Niken kenal, selain karena mereka menghadiri acara pertunangan nya dulu, Bayu juga sering mengajak Niken bertandang ke rumah mereka. Tapi itu dulu!
Mereka menatap Niken sendu. Entah kasihan dengan nasib Niken atau malu dengan kelakuan Bayu. Niken tidak mau pusing-pusing menafsirkan raut wajah mereka. Mereka sempat terkaget dengan kado yang di bawa Juna tetapi segera menormalkan mimik wajah. Tidak bertanya macam-macam.
Para tamu undangan juga tak sedikit yang memusatkan perhatian kepada Niken dan Juna berkat kado yang mereka bawa. Apalagi ketika Niken naik ke panggung pelaminan dengan langkah tenang.
Niken sudah menebak bahwa nama Nabayu Aditama yang tertera di undangan itu akan sama dengan Nabayu Aditama sang mantan calon suaminya tetapi begitu melihat langsung Bayu dan Nabila bersanding di pelaminan nyeri itu kembali hadir dan membuat saluran pernapasan Niken sedikit sesak.
"Are you oke?" cemas Juna walaupun Niken tampak berjalan tenang di sampingnya. Raut wajahnya tenang tetapi genggaman tangan Niken di lengannya sedikit mengencang membuat Juna cemas Niken akan menangis dan berakhir dengan mempermalukan diri sendiri.
"Emang aku kenapa?" Niken justru balik bertanya. Niken sadar dirinya gugup, sekuat tenaga ia menyakinkan diri, pasti bisa melewati ini semua.
Juna memilih diam dan melanjutkan langkah hingga sampai di depan kedua mempelai. Tak lupa kereta bayi juga ikut naik ke panggung pelaminan.
"Selamat ya bang, semoga bahagia." Suara Niken hampir tercekat sewaktu mengatakan itu. Disalaminya Bayu yang tersenyum kaku. Ia melirik kereta bayi yang berada di sampingnya. Sengaja Bayu meletakkannya disana.
"Selamat Nabila. Sorry aku jadi tamu tak di undang. Oya, kadonya nggak sempat aku bungkus, mendadak banget belinya. Semoga bermanfaat untuk anak yang sedang kau kandung ya," ucap Niken berbisik ketika ia tengah memeluk Nabila.
Bagi orang yang melihat, mereka hanya seperti orang biasa…
Namamu Rahasia
Mencoba Tegar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments