Sudah seminggu dan Andre belum memberikan keputusan tentang tabungan bersama itu. Mungkin ia masih butuh waktu untuk berpikir dan Niken tidak akan memaksa bila memang Andre tidak menyetujui ide itu. Yang penting Niken sudah mencoba memberikan solusi yang menurutnya adalah solusi terbaik untuk masa depan mereka.
Sepulang dari bekerja dan membersihkan diri, Niken membeli tiga bungkus makanan dan membawanya ke gerai Andre. Ia berencana akan mengajak mereka makan bersama. Mereka berpacaran tetapi jarang bertemu karena jadwal mereka yang selalu bentrok. Niken bekerja siang hari sedangkan Andre malam hari membuat mereka sulit untuk bertemu.
Sesampainya di gerai, suasana terlihat tidak begitu ramai. Hanya segelintir orang yang berlalu lalang dan jalan-jalan mencari makanan yang menarik minat mereka. Niken menghampiri Andre yang tengah menunduk memainkan ponsel, tak terlihat kehadiran Anjas.
"Kakak!" sapa Niken ceria membuat Andre langsung mendongak dan tersenyum senang melihat kehadiran kekasih hatinya.
"Kok nggak bilang kalau mau kesini? Kan kakak bisa jemput," ucap Andre yang langsung menyuruh Niken masuk dan duduk disebelah kursi yang diduduki Andre.
"Mendadak kok tadi. Tiba-tiba pengen kesini aja. Nih, aku bawa makanan. Tadi rencananya mau makan bareng-bareng sama Anjas juga tapi kok anak itu nggak ada." Niken meletakkan makanan yang dibawanya dan membuka bungkusannya agar dapat langsung disantap. Perutnya sudah keroncongan menahan lapar.
"Anjas masih di rumah, mungkin sebentar lagi datang. Kebetulan banget, kakak belum makan. Makasih ya pacar," ucap Andre sembari mengelus rambut Niken membuat si empunya rambut tersenyum malu.
Mereka makan dan menyisahkan bungkusan untuk Anjas yang belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Nik!" Panggil Andre.
"Hmm." Niken berdehem dan masih asyik menikmati makannya. Ditolehkannya kepala menghadap Andre karena Andre yang tak bersuara kembali padahal Niken sudah menjawab panggilannya.
"Kenapa kak?"
"Tentang tabungan bersama itu..."
"Ken…
Namamu Rahasia
Malam Minggunya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments