"Aku dapat alamat ini dari Brian. Kemarin aku nggak sengaja ngelihat suami kamu di rumah Brian." Nabila memulai percakapan. Mungkin dia tidak enak hati hanya berdiam diri tanpa ada percakapan yang layak di antara mereka.
"Oya?! Kamu nggak sapa suami aku?" tanya Niken pura-pura terkejut padahal suaminya sempat memberi tahu dirinya bahwa ia bertemu Nabila dirumah Brian.
Nabila menggeleng, "Aku nggak enak hati mau nyapa. Dirumah Brian juga ramai saudara-saudara yang lain."
Niken mengangguk mengerti. Mungkin efek dari rasa bersalah masih menghantui Nabila sampai sekarang.
"Kamu kesini sama Bayu? Anak-anak kamu kok nggak diajak kesini juga?" Niken melanjutkan basa-basi nya. Ia juga belum tau motif Nabila mendatangi rumahnya untuk apa. Sekedar berkunjung atau ada hal lain.
"Bayu dan anak nggak ikut. Aku sendiri kesini. Itu anak-anak kamu?" Nabila menunjuk foto keluarga yang di pajang diatas dinding tepat berada di belakang sofa yang tengah di duduki Niken.
Niken menoleh sejenak memandang foto keluarga yang diambil sekitar satu tahun yang lalu itu. Foto itu diambil saat masih dalam suasana lebaran. Sehingga Pakaian muslim menjadi tema dalam foto tersebut.
"Iya, itu anak-anak aku. Anak kamu udah berapa?"
"Anak aku masih satu. Sekarang udah kerja. Anak-anak kamu cantik dan ganteng."
"Makasih," jawab Niken bingung mau menanggapi dengan kalimat apa atas pujian yang dilontarkan Nabila untuk anak-anaknya.
Niken permisi pamit ke belakang karena ia lupa menyuguhkan minuman untuk tamunya. Mungkin karena shock atas kedatangan Nabila yang tiba-tiba membuat Niken lupa bahwa tamunya membutuhkan minum.
Ketika Niken sedang menyusun biskuit kedalam toples, Niken tiba-tiba merasakan sebuah pelukan. Niken menolehkan sedikit wajahnya karena terhalang kepala yang kini tengah terisak di bahunya.
"Maaf, Nik," tangis Nabila pecah saat mengucapkan kata itu. Niken mengelus kepala Nabila dan tangan yang melingkar di perutnya.
"Hey, kenapa? Maaf untuk apa?" Tercekat suara Niken. Niken mulai menerka…
Namamu Rahasia
Saling memaafkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 106 Episodes
Comments