Akhirnya mereka sampai juga di kantor baru itu, Sumiatun dan Ningsih langsung menghirup udara dalam-dalam dan bersiap menaiki anak tangga itu sampai ke lantai tiga.
"Oke, Ning! Bekerjalah bagai kuda, semangat!" ujar Sumiatun memberinya semangat.
"Semangat!" teriak Ningsih juga.
Seonho dan Seojun menatap mereka bingung, mereka seolah akan melakukan pekerjaan berat saja, saat Sumiatun dan Ningsih hendak menuju anak tangga, tiba-tiba keduanya langsung ditarik tangannya oleh dua oppa-oppa itu.
"Mau kemana kalian?" cegah Seojun.
"Keataslah, ayo! Kita jangan membuang-buang waktu, ayo pekerjaan kita sudah menunggu dan pasti tak sedikit," ujar Sumiatun.
"Justru kalian akan membuang-buang waktu jika menaiki anak tangga seperti itu, udahlah badan capek terus membuang waktu juga!" sahut Seonho juga.
"Terus mau gimana lagi, dong? Terbang?!" tanya Ningsih gemes.
"Teknologi sudah canggih, apartemen kecil dan murah saja sekarang pakai lift apalagi sejenis kantor.. Ayo, kita naik lift aja!" jawab Seonho lagi.
Sumiatun dan Ningsih celingukan nyari tuh lift, ternyata ada disela antara dua tiang. Nyempil di sana sendirian.
"Pantesan gak keliatan di sana rupanya, emang muat? Kecil gitu!" tanya Sumiatun.
"Jangan liat dari luarnya, ayo kita masuk dan liat sendiri.." ajak Seojun sambil menarik tangannya.
Dan benar saja, pintu lift dengan satu daun pintu itu terbuka dan saat mereka masuk kedalam, suasananya sama seperti lift pada umumnya, luas dan lega. Malah sedikit lebih nyaman dibandingkan lift dari biasanya.
"Keren, dindingnya terbuat dari kaca semua, sehingga terlihat nampak lebih gede lagi, terus keamanannya juga bagus!" ujar Ningsih berdecak kagum.
"Kemarin kita kenapa gak naik lift saja? Kan capek naik turun lewat tangga!" sungut Sumiatun masih sedikit waras pikirannya dibandingkan Ningsih.
"Kemarin liftnya masih diservis, jadi belum bisa dipakai.." jawab Seojun.
"Ooh, kirain yang berdiri didepan lift kemarin lagi bersihin dinding, gak taunya lagi servis lift toh.." gumam Ningsih s…
Sumiatun, Saranghae!
Bab 31 Kisah Dari Sebuah Pengkhianatan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments