"Somi, telpon polisi sekarang!" perintah Seojun.
"Baik!" sahut Sumiatun bersemangat.
Dengan kelincahan jari jemarinya Sumiatun menghubungi polisi dengan cerita sedikit didramatisir. Seojun dibantu oleh Sumiatun dan putra ahjuma pemilik minimarket dibawah kantornya, membawa ketiga orang itu naik kelantai dua ruang kantornya.
"Sekarang kalian sudah tertangkap basah, sebelum semuanya terlambat kalian akui saja semua keterlibatan kalian dalam penyusupan kantor saya semalam!" ujar Seojun sangat tegas dengan pandangan yang tajam.
"Keren banget aku!" ujarnya dalam hati, sudah seperti aktor aksi saja dengan senyuman dibuat sekeren mungkin.
"Tak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan kamu soal kasus kriminal yang menimpa kantor dan salah satu karyawanmu itu," ucap mister Hong, mantan kliennya itu dengan tersenyum sinis.
"Memang, tapi tanpa sadar kalian juga mengakuinya. Bahkan terang-terangan menunjukkan kepada kami, apa kalian sadar yang kalian lakukan itu jahat!" sahut juga Sumiatun, dia membayangkan berada disalah satu scene drakor yang pernah dia tonton sama Ningsih, drakor detektif wanita yang terkenal itu.
"dan karyawan wanita itu, dia kan?! Ck, pandai sekali kau memanipulasi keadaan! Bisa-bisanya kau menunduh temanku padahal dia hampir saja menjadi korban, untung dia pintar dalam berstrategi meskipun oon dalam hal lain!" sambungnya lagi, ini Ningsih kalau dengar bisa ngambek tujuh hari tujuh malam.
"Apa ada buktinya, Nona? Bahkan didepan kalian sudah jelas terpampang bukti nyata, kalau wanita itu memiliki alat untuk melakukan ini semua!" bela karyawan wanita itu, tidak terima disalahkan.
"Eh, upil ijo!" Sumiatun nampak geram sama karyawan wanita itu, kalau bisa dia jambak itu rambutnya.
"Dari pagi tadi ini benda tidak ada, bahkan beberapa petugas sudah menggeledah semua sudut ruangan tidak menemukan beberapa benda aneh macam ini! Kamu mau membohongi siapa?!
Kucing kawin juga tau mana orang bo.doh sama enggak, apa perlu aku membuat contoh lain betapa bo.dohnya kalian…
Sumiatun, Saranghae!
Bab 50 Terperangkap Dalam Jebakan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments