Ningsih baru ngeh setelah semua orang pergi meninggalkan dirinya, dia mau nyusul tapi ketiga orang tadi sudah menghilang, mau gak mau akhirnya dia pulang naik taksi, untung dia bawa tas tadi.
Saat kembali ke kantor, suasananya sangat sibuk. Semua orang nampak mondar-mandir menerima sejumlah telpon dari pihak investor, ada yang membatalkan kerja samanya begitu saja, ada yang meminta dikembalikan modal mereka, ada juga yang sedikit mengancam dan meneror mereka.
Berkas berterbangan dan berserakan, suasana kantor benar-benar chaos. Ningsih menemui Seonho di ruangannya, dia tak kalah sibuknya menerima beberapa email dari beberapa kliennya, dia juga berusaha beberapa kali melobi mereka.
"Tuan, tidak seperti itu ceritanya. Tolong dengarkan saya.."
"Tuan, beri kami kesempatan lagi.."
"Tolong percaya saja kepada kami.."
Seonho benar-benar lelah dengan semuanya, dia melihat kearah Ningsih yang sedari tadi diam memperhatikannya, dia merasa kecewa, marah dan sedih, tapi Seonho harus menahan semuanya.
"Apa yang kamu lakukan di sana? Kembalilah ke mejamu, kita semua sedang sibuk mengurus ini semua.." ucap Seonho masih berusaha berbicara lembut kepadanya.
"Iya, tapi... Aku minta maaf dengan semua ini, aku tak menyangka akan seperti ini kejadiannya.." ucap Ningsih merasa bersalah.
"Sudahlah, nanti saja kita membahasnya.. Kembalilah ke mejamu," sahut Seonho dengan datar.
Ningsih terdiam, dia kembali kemejanya. Dia mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya, dia bolak-balik ke ruangan Seonho karena banyak yang tak dimengerti olehnya. Dia juga beberapa kali terlibat cekcok dengan beberapa rekannya karena kesalahpahaman.
"Ada apa ini?! Kita ini lagi menghadapi krisis besar-besaran, tolong tetap fokus! Dan jangan membuat kekacauan lagi," bentak Seonho, benar-benar emosi dengan situasi yang kacau ini.
"Pak, Nona Ning Ning beberapa kali melakukan kesalahan. Kami berniat memberitahunya, tapi dia tetap ngotot tidak mau disalahkan.." ujar salah satu karyawan itu.
"Tidak seperti itu, aku mela…
Sumiatun, Saranghae!
Bab 42 Krisis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments