Surga?
Shen Zhu membeku seraya mengedar pandang dengan alis bertautan.
Surga apanya?
Sebuah padang tandus yang didominasi warna arang membentang di sekelilingnya seperti hutan terbakar.
Pohon-pohon kering dan bebatuan di sekelilingnya berwarna hitam. Permukaan tanah di bawah kakinya retak-retak. Setiap retakannya menyala seperti bara.
Burung-burung gagak pemakan bangkai berkeriap di udara, terbang menukik dan berputar-putar di sekelilingnya. Beberapa bertengger di dahan-dahan kering seraya mengawasinya.
Tulang-tulang dari kerangka ikan purba dan makhluk laut lainnya berserak dan mencuat di sana-sini bersama kerang-kerang raksasa yang sudah membatu.
"Surga apa—" pekik Shen Zhu dalam bisikan tercekat.
"Surga Petaka!" Salah satu burung bangkai yang bertengger di dahan kering menjawab pertanyaannya dengan suara bariton seorang pria.
Shen Zhu tersentak dan menoleh ke arah burung itu dengan mata terpicing.
Burung itu melayang turun dalam bentuk asap, kemudian mendarat di depan Shen Zhu dalam bentuk pusaran gelap, lalu perlahan menjadi sosok pria berjubah gelap dengan tudung kepala berwajah sama persis seperti dirinya, juga menghunus pedang yang sama dengan miliknya.
Shen Zhu beringsut selangkah ke belakang, menatap wajah di bawah tudung jubah itu dengan waspada. Dewa Zainan! pekiknya dalam hati.
Sosok itu melangkah pelan seraya menyeret pedangnya, ujung pedangnya menggores permukaan tanah di belakangnya dan meninggalkan percikan api.
Shen Zhu mengerjap dan tertunduk mengawasi mata pedang itu dengan curiga. "Surga Petaka?"
Surga Petaka tercipta dari Kolam Nirwana. Samudera purba yang bergolak dan mengental seperti lahar. Karena terlalu panas, Kolam Nirwana mengalami perubahan dan terus menguap, mengepulkan asap gelap dan membuat kekacauan. Menyebabkan semesta gelap gulita.
Seiring berjalannya waktu, Kolam Nirwana mengalami penyusutan akibat terlalu panas. Uap yang dihasilkannya melahirkan dua dunia yang membelah Kolam Nirwana. Disebut Dunia atas dan Dunia Fana. Dunia Atas…
Pusaka Dewa Petaka
110
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 138 Episodes
Comments
Suezie Anggel
horeeee🥰🥰🥰🥰
2023-08-14
0
Doli Bakkara
lanjut
2023-08-12
0