Ada yang rindu para peserta Ujian Ksatria sepuluh tahun lalu?
Ini edisi khusus untuk kalian yang merindukan mereka!
Tjia Qianxi, si wanita perkasa pemilik tinju terkuat dari sekte prajurit aliran tinju sedang berlatih di barak ksatria bersama pria tampan berkepala botak alias alkemis brutal yang tidak mengerti caranya mengolah obat.
Mereka sedang berlomba untuk memperebutkan rekor tinju terkuat dan meledakkan puluhan samsak.
Seorang ksatria wanita dari aliran sihir berkutat di belakang mereka, memperbaiki samsak yang rusak dengan frustrasi.
Shi Tan, ninja katana dari aliran zen sedang bermeditasi di tempat tidurnya ketika suara terompet berbunyi di menara.
Semua kesenangan di Kota Pangkalan serentak terhenti. Semua orang bergerak serentak menyiapkan senjata dan bersiap-siap.
Terompet perang berbunyi menandakan klan iblis datang menyerang.
"Bersiap di posisi masing-masing!" teriakan lantang para kapten divisi menggema di sana-sini.
"Bersiap melawan musuh!"
Qianxi dan Li Qinfeng menghambur meninggalkan ruang latihan dan bergegas ke kamar masing-masing, memasang seragam dan baju zirah, kemudian bergabung dengan pasukan.
Ksatria wanita dari aliran sihir melemas kelelahan akibat terlalu banyak menggunakan energi spiritual untuk memperbaiki samsak yang dihancurkan kedua prajurit brutal itu.
Ketika semua orang bersiap-siap, gadis itu malah bersila dan bermeditasi untuk memulihkan diri.
"Waktunya sudah mendesak!" hardik kaptennya. "Tidak ada waktu untuk berlatih."
"Kekuatan spiritualku terkuras habis," erang gadis penyihir itu hampir menangis.
Tiao dan para murid asrama tujuh yang telah menjadi guru, sedang mengawasi murid mereka di kelas masing-masing di perguruan Sekte Bao ketika sebuah simbol kuno menyala di punggung tangan mereka.
Itu adalah rune perjanjian keanggotaan Aliansi Ksatria. Meski mereka diberi kebebasan untuk memilih berkarir di luar markas, panggilan misi itu tak bisa diabaikan.
Setiap juara tujuh puluh besar Ujian Ksatria yang berkarir di luar Kota Pangkal…
Pusaka Dewa Petaka
115
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 138 Episodes
Comments