Pekik-jerit rakyat jelata menggema di dua negara, Qingyun dan Jiangnan.
Aliansi Ksatria telah menemukan alasan untuk menghukum semua orang yang berniat berpaling dari otoritas mereka.
Mereka mungkin tak bisa menemukan kekurangan Kaisar Langit, tak bisa menuduhnya sesat. Tapi mereka selalu menemukan celah untuk menindas.
Dengan dalih penghujatan terhadap dewa, setiap orang yang menggunakan simbol Kaisar Langit ditangkap dan dihukum atas tuduhan pelecehan terhadap dewa.
"Jangan menyebut nama dewa dengan sembarangan!" Berbekal satu hukum ini, mereka menindas rakyat.
Itu adalah hukum langit.
Setiap rumah digeledah. Setiap sekte dihancurkan. Bahkan balai-balai pengobatan.
Rakyat kecil meratap!
Qingyun dan Jiangnan menjadi lautan api.
"Saatnya Dewi Pelindung turun tangan!" perintah Shen Zhu yang berada di Tahta Langit.
Semburat cahaya emas memancar di atas Laut Elemen, menembus dunia tak kasatmata dan menyoroti Xiao Mao, kemudian membawanya terbang ke langit, membawanya keluar Benua Jingling, membawanya melayang di langit Qingyun dan langit Jiangnan.
Xiao Mao menaruh seruling di mulutnya, kemudian memainkannya.
Irama sejuk mengalir seperti riak air. Selaksa bidadari melayang turun dalam lingkaran cahaya emas yang menyelubungi Xiao Mao, seperti hujan salju dalam pusaran angin.
Melayang ringan dalam tarian lembut seperti di dalam air.
Semburat pelangi tercipta dari alunan seruling Dewi Pelindung, membentang dari Jiangnan sampai ke Qingyun.
Para bidadari itu berpencar menjadi dua bagian, seperti air yang ditumpahkan langsung dari langit, kemudian mengalir ke tanah Qingyun dan Jiangnan.
Para wanita dan anak-anak tidak berdosa diselamatkan. Para pria diberi kekuatan.
Langit mendadak terang dan berkilauan seperti permata yaspis. Semua orang mendongak dan terperangah, tercengang seperti terkena sihir.
Lalu ketika para bidadari itu melayang turun ke seluruh penjuru negeri, semua orang merasa seakan mereka sedang sekarat.
Para bidadari itu sedang menjemput kami ke surga! pikir seb…
Pusaka Dewa Petaka
136
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 138 Episodes
Comments