"Kau benar-benar gegabah!" gerutu Kaisar Qingyun, kakak ipar Hua Ze.
"Aku hanya tak tahan saja," Hua Ze berkilah.
Long Hua Ze memang masih terlalu muda, mentalnya belum cukup untuk memimpin suatu negara, terutama negara besar seperti Jiangnan.
Setiap tindakannya selalu mendatangkan pro dan kontra. Setiap keputusannya selalu dipandang gegabah.
Tapi tanpa tindakan memulai, bukankah sebuah situasi takkan ada akhirnya?
Long Hua Ze mungkin terlalu gegabah. Sekarang dia tak hanya membongkar kedoknya di depan kakeknya, tapi juga menyebabkan sejumlah pihak tak lagi memihaknya. Tapi dia mempelopori pecahnya revolusi.
Sebagian besar rakyat kecil mendukungnya meski tidak berdaya.
Tapi apa bagusnya dukungan rakyat kecil?
Itulah yang dipertanyakan Kaisar Qingyun ketika Hua Ze berdalih bahwa keputusannya tidak semata-mata mengikuti ego.
Shen Zhu sudah bersama mereka ketika mereka terus berdebat.
Kaisar Qingyun mengundangnya secara pribadi untuk membahas permasalahan Hua Ze secara kekeluargaan.
Sekarang mereka berhimpun di sekeliling meja teh di sebuah taman terpencil di negeri Qingyun.
Taman itu merupakan tempat favorit Kaisar Qingyun ketika butuh menyendiri. Tempat yang tepat untuk bicara dari hati ke hati.
Dan sampai sejauh ini, Shen Zhu belum membuka suara.
Tapi ketika pertanyaan itu muncul, "Apa bagusnya dukungan rakyat kecil?" Shen Zhu langsung angkat bicara.
"Ada satu hal yang bisa mengubah suara rakyat menjadi energi besar," katanya menginterupsi.
Dan seketika, Hua Ze dan kakak iparnya langsung berhenti berdebat. Keduanya menoleh pada Shen Zhu dengan ketertarikan baru.
"Apa itu?" tanya keduanya hampir bersamaan.
"Pilar Dewa," jawab Shen Zhu.
Mata kedua kaisar itu bersinar penuh harapan.
"Tapi hal itu membutuhkan pengorbananmu," Shen Zhu menoleh pada Hua Ze.
"Aku?" Hua Ze menunjuk cuping hidungnya sendiri. "Bukankah aku sudah cukup berkorban?"
"Ada sesuatu yang ingin kuambil darimu," Shen Zhu berterus terang. "Dan itu sangat berharga."
"Apakah lebih berharga dari wajah tamp…
Pusaka Dewa Petaka
132
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 138 Episodes
Comments
Suezie Anggel
hooooreeer🥰🥰🥰
2023-08-25
0