Sari menghela napas pelan saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Ia beranjak dari ranjang kayunya yang berukuran kecil. Bunyi decitan ranjang saat Sari beranjak terdengar memecahkan kesunyian malam.
Ia keluar dari dalam kamar dengan langkah gontai. Sebelum subuh ia harus pergi kebun untuk mengambil mangga yang akan dijualnya pagi hari nanti. Ia membasuh wajahnya dengan air agar tidak mengantuk saat di kebun.
Ia melangkah menuju meja makan yang letaknya tidak jauh dari kamar mandi. Ia menghela napas pelan saat meja makan hanya terisi satu singkong rebus yang dibuat ibunya.
Ia mengambil satu singkong tersebut untuk dimakannya sebelum berangkat ke kebun. Setidaknya perutnya sudah terisi walaupun dengan satu singkong yang sudah terasa dingin itu.
Suasana sunyi pagi hari membuat Sari menatap sekitar rumahnya. Mulutnya masih terus mengunyah satu singkong yang baru habis setengah. Dari arah luar rumah ia hanya mendengar suara jangkrik yang saling bersahutan. Tidak ada suara apapun di sekitarnya, bahkan ia bisa mendengar napasnya sendiri yang terus berhembus.
"Sari?"
Sari menoleh saat suara ibunya terdengar. Ia menatap Kasih yang baru saja keluar dari dalam kamar.
"Udah bangun," ucap Kasih seraya menuangkan air putih dari dalam teko kecil.
Sari menganggukkan kepalanya dengan pelan, "iya Bu."
"Ahmad udah bangun?" tanya Kasih lagi.
Sari menggelengkan kepalanya dengan cepat, "belum aku bangunin Bu."
"Ya udah, kamu ke kebun bertiga kan sama Fitri?" tanya Kasih seraya duduk di kursi samping anaknya.
Sari kembali menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan ibunya, "gak."
"Loh? Kenapa?" tanya Kasih ingin tau.
Pasalnya mereka bertiga sering sekali untuk pergi ke kebun bersama. Namun pagi hari ini sepertinya hanya kedua anaknya yang pergi ke kebun.
"Fitri sakit Bu," jawab Sari memberitahu.
"Oh iya? Sakit apa dia?"
Sari mengedikkan bahunya tak acuh, "gak tau, tapi katanya sih demam gitu. Jadi gak mungkin buat ke kebun pagi ini."
Kasih menganggukkan kepalan…
Di Waktu 24 Jam
24. Bertemu di Kebun
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments