"Mau pulang sekarang Yu?"
"Iya nih, udah malem. Badan rasanya cape banget kerja seharian," jawab Wahyu seraya menghampiri temannya yang masih berkumpul di pelataran masjid. "Lo pada gak mau pulang?"
"Pulang, tapi nantilah. Nongkrong dulu."
Wahyu menghela napas pelan seraya menganggukkan kepalanya mengerti, "ya udah, gue pulang dulu ya."
"Lewat mana lo?"
"Lewat rumahnya pak RT," jawab Wahyu dengan santai.
"Serius?! Gak takut lo?!"
"Takut?" Wahyu mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Soal penampakan kuntilanak sengklek itu?"
"Anjing, berani banget ngomongnya."
Wahyu menghela napas pelan, "kalau gak lewat situ gue kejauhan muternya. Paling nanti gue lari atau jalan cepet, biar gak ketemu. Lagian gak semua warga bakal digangguin," jawabnya tak acuh.
"Biasanya yang sompral begini digangguin."
"Amit-amit," balas Wahyu seraya mengenakkan sandalnya. "Udah ah gue balik. Mau tidur langsung gue."
"Hati-hati loh, semoga gak ketemu kuntilanak sengklek."
"Aman."
Wahyu menghela napas pelan seraya melangkah meninggalkan area pekarangan masjid. Beberapa minggu terakhir ini, desanya diteror oleh satu sosok yang selalu muncul di kebun dekat rumah pak RT.
Banyak kesaksian dari warga jika sosok tersebut ialah kuntilanak dengan kepala yang miring. Di bagian lehernya terdapat luka menganga yang penuh dengan belatung berbau busuk.
Ia tidak pernah melihat sosok tersebut secara langsung. Namun setiap harinya, warga sekitar rumahnya selalu melapor jika sosok tersebut selalu muncul.
Di satu sisi ia amat penasaran, apakah sosok tersebut memang benar-benar ada ataukah hanya karangan warga sekitar. Entah bagaimana mulanya ia tidak tau, tiba-tiba saja berita tersebut sudah tersebar di sekitar rumahnya.
Wahyu memelankan langkah kakinya saat mendengar suara katak dari arah belakangnya. Ia menoleh untuk memastikan jika pendengarannya tidak salah. Ia menghembuskan napasnya pelan saat melihat katak berukuran besar meloncat ke arahnya.
Ia mengedikkan bahunya tak acuh, lalu melangkah kembali untuk bisa…
Di Waktu 24 Jam
100. Berubah Menjadi Katak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments