Tika tersentak kaget saat dirinya bermimpi terjatuh dari tidurnya. Ia membuka matanya perlahan karena rasa kantuk yang tiba-tiba menghilang. Ia menghela napas pelan, merasa kesal dengan mimpi yang ia alami tadi.
Ia mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat pagi, ia terbangun cukup cepat. Berbeda dengan hari biasanya, ia akan terbangun saat azan subuh berkumandang.
Tika mengubah posisinya menjadi duduk, ia menghembuskan napasnya pelan untuk menghilangkan rasa malas yang tiba-tiba ia rasakan. Ia turun dari tempat tidurnya, melangkah keluar dari kamar untuk pergi ke kamar mandi.
Terbangun di pukul setengah empat pagi sangat disayangkan jika ia tidak melaksanakan sholat sunnah tahajud. Ia selalu merasa jika ini menjadi salah satu tanda jika ia harus melaksanakan sholat malam. Tuhan membangunkannya dengan cara yang berbeda-beda, walaupun ia tidak sering untuk melaksanakan sholat malam.
"Ah dingin," gumamnya saat air yang ia nyalakan terasa dingin.
Wushh
Tika berbalik ke arah dapur saat merasakan hembusan angin yang terasa samar. Seperti seseorang yang lewat di belakang tubuhnya dengan berlari. Ia menoleh ke sekitarnya, tidak ada siapapun selain dirinya.
Area dapur yang berdekatan dengan kamar mandi terlihat sepi. Hanya dirinya yang berada di dapur untuk pergi ke kamar mandi. Ia mengedikkan bahunya tak acuh, mencoba tidak peduli dengan apa yang ia rasakan.
Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mengambil wudhu. Ia dengan serius membasuh beberapa bagian tubuhnya untuk bisa melaksanakan sholat malam. Setelah selesai, ia kembali ke dalam kamarnya untuk segera beribadah.
"Dingin," gumamnya seraya memakai mukena yang tergantung di belakang pintu.
Ia mulai melaksanakan sholat malam tanpa mempedulikan udara kamar yang semakin dingin. Ia mencoba untuk khusyuk, walaupun dirinya dapat melihat dari ekor matanya ada sesuatu yang berdiri di ujung kamar.
Udara kamar semakin lama semakin dingin, membuat bulu k…
Di Waktu 24 Jam
96. Berpamitan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments