Yanti bergerak gelisah karena menahan panggilan alamnya yang mendesak keluar. Kedua kakinya bergerak cepat karena merasa sudah tidak tahan.
"Kenapa sih lo?!" tanya Gita saat melihat Yanti terus bergerak gelisah.
"Kebelet pipis," jawab Yanti dengan suara tertahan.
Gita menghela napas pelan mendengar jawaban Yanti, "bentar lagi nyampe kantor om gue kok. Sabar ya," ucapnya mencoba menenangkan temannya itu.
Yanti menganggukkan kepalanya dengan cepat, "oke."
Tak lama mobil yang dikendarai oleh Gita memasuki area perkantoran berbentuk rumah. Mobil mulai terparkir rapih di parkiran kantor yang terlihat ramai.
"Ayo Yan," ucap Gita seraya keluar dari dalam mobil.
Yanti mengangguk singkat seraya mengikuti langkah Gita memasuki kantor. Ia mencoba menahan panggilan alamnya sebisa mungkin. Malu jika terlihat ia sedang menahan sesuatu untuk segera dikeluarkan.
"Om Wahyu," panggil Gita saat melihat Wahyu yang berdiri di meja dekat pintu masuk.
"Udah nyampe," ucap Wahyu basa-basi. "Ayo masuk."
"Sorry ya om telat, macet banget," ucap Gita seraya mengikuti langkah Wahyu menuju ruangan kaca yang tertulis 'direktur utama'.
"Om tau, pasti macet kan," balas Wahyu dengan santai. "Duduk."
"Banget." Gita langsung duduk di sofa panjang yang berada di ruangan Wahyu. "Om udah tau kan niat aku ke sini?"
Wahyu menganggukkan kepalanya mengerti, "udah dong."
"Om bisa gak? Kalau gak bisa ya gapapa. Kita sistemnya kerja sama, bukan memaksa," tanya Gita memastikan seraya memberikan proposal yang sudah ia susun.
"Bisa, nanti coba om usahain ya biar bisa," balas Wahyu seraya membaca proposal yang Gita berikan.
Yanti yang berada di sebelahnya hanya terdiam dengan kedua tangan yang saling bertautan. Ia benar-benar sedang menahan panggilan alamnya yang mungkin sebentar lagi akan keluar. Ia sedikit mendekatkan tubuhnya pada Gita yang berada di sampingnya, mencoba berbisik agar panggilan alamnya segera tuntas.
"Tanyain toilet dong," bisik Yanti seraya menyikut lengan Gita dengan pelan.
"Om, toilet di mana y…
Di Waktu 24 Jam
64. Sosok Hitam Besar Bermata Merah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments