Tasya merapihkan dapurnya yang tampak berantakan setelah acara pengajian tujuh harian anaknya selesai. Ia membereskan beberapa piring dibantu oleh suaminya.
Matanya sesekali melirik ke putri bungsunya yang sedang memeluk boneka. Ia menghembuskan napasnya lega saat anaknya itu terdiam dengan tatapan terus mengarah ke depan.
"Kamu istirahat aja sama Devina, biar aku yang beresin semuanya," ujar Rizky saat melihat istrinya yang melamun.
Tasya menoleh seraya menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia mencoba untuk tersenyum tipis, mencoba menenangkan suaminya, "aku gapapa," suaranya serak.
Bohong jika ia baik-baik saja, kehilangan anaknya menjadi neraka baginya saat ini. Anak keduanya yang dulu ia nanti-nantikan bersama sang suami, harus lebih dulu pulang ke sang pencipta.
Anaknya meninggal setelah melawan kanker ganas yang menggerogoti tubuhnya. Setiap hari ia berdoa untuk kesembuhan anaknya itu. Ia berharap bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya dalam keadaan sehat.
Tapi ternyata takdir berkata lain, anak keduanya lebih dulu dipanggil oleh sang pencipta. Meninggalkan luka lebar yang harus ia sembuhi seorang diri.
Setiap malam ia selalu menangis, menangisi anak keduanya yang tidak akan bisa ia peluk lagi. Ia memang masih memiliki kedua anak yang lain, tapi itu tidaklah cukup. Ia memiliki tiga anak, dan rasanya sangat sakit jika salah satunya tidak bisa lagi hidup bersamanya.
"Mah aku tidur dulu ya," ucap Devira yang datang dari arah depan.
Tasya dan juga Rizky menoleh ke asal suara. Mereka mengangguk seraya tersenyum ke arah anak pertamanya itu.
"Baca doa ya," ucap Tasya dengan lembut.
Devira menganggukkan kepalanya mengerti seraya masuk ke dalam kamarnya. Ia mengerti dengan perasaan kedua orang tuanya. Ia juga sangat kehilangan saat tau jika salah satu adiknya sudah tiada.
Melihat Devira yang sudah masuk ke dalam kamarnya, membuat Tasya terdiam dengan pikiran berkecamuk. Ia sangat tau jika anak pertamanya itu paham dengan apa yang ia dan suaminya rasakan. Tapi ia tidak…
Di Waktu 24 Jam
54. Kakakku yang Telah Pergi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments