“Jadi gitu ceritanya, Bang,” ucap Bisma akhirnya.
Ia menyandarkan punggung ke sofa, wajahnya tampak santai, tapi sorot matanya mengandung arti,seolah cerita itu masih menyisakan sesuatu yang belum sepenuhnya selesai.
Agam menatap Leo tak percaya. Alisnya terangkat tinggi, mulutnya sedikit terbuka. Leo justru duduk manis di kursinya, tubuhnya rileks, tangan bertumpu di sandaran, seakan semua yang baru saja diceritakan bukan masalah besar.
“Jadi… lo udah kenal sama Vana?” tanya Agam pelan, masih setengah tidak yakin.
“Sudah,” jawab Leo singkat. Ekspresinya datar, nyaris tanpa perubahan, seolah topik itu tak perlu dibahas panjang.
Agam mengerjap, lalu tertawa pendek tanpa humor.
“Kalau lo udah tahu, kenapa lo masih nyuruh gue buat nyari identitasnya lagi?”tanya Agam.
Leo mengangkat bahu kecil, lalu menyandarkan punggungnya dengan santai. “Cuma mau mastiin aja.”
Agam mendengus keras. Ia mengusap wajahnya dengan telapak tangan, frustrasi jelas terlihat.
“Dasar duda gila. Lo tau nggak gimana susahnya gue nyari identitas Vana, ha?” Ia menatap Leo tajam. “Gue sampai nyebur ke kali, masuk perkampungan, dikejar anjing. Anjing, Leo. Lo nyebut itu mastiin?”
Leo melirik sekilas, sudut bibirnya nyaris membentuk senyum tipis—lebih ke ekspresi puas daripada bercanda. “Tapi upahnya sebanding sama kerjaan lo.”
Kalimat itu jatuh pelan, namun menghantam.
Agam langsung terdiam. Mulutnya terbuka setengah, lalu menutup kembali. Bahunya turun, napasnya terhela panjang. Agam kalah telak.
Sementara itu sejak tadi, Kenan hanya berdiri diam. Wajahnya tenang, tapi sorot matanya tajam, seolah sedang menyusun sesuatu di kepalanya.
“Lo bisa tenang tanpa obat?” tanyanya akhirnya, suaranya rendah namun serius.
Ketiganya langsung menoleh ke arahnya.
Leo menatap Kenan lurus. Untuk sesaat, ekspresinya berubah tenang, tapi rapuh di baliknya.
“Iya,” jawabnya pelan namun tegas. “Gue bisa tenang tanpa obat sialan itu.”
Udara di ruangan terasa lebih berat setelah kalimat itu terucap.
Agam langsung menyipitk…
Jodohku Pak CEO DUDA
Bab 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments