Flash forward
Restoran kembali hidup, namun ritmenya berbeda.
Leo berdiri di tengah ruangan, mendengarkan laporan Pak Haris dengan ekspresi datar khasnya. Kepalanya sesekali mengangguk, sesekali menyela singkat—efisien, tajam, tanpa basa-basi. Agam berdiri setengah langkah di belakangnya, mencatat hal-hal penting, sesekali melemparkan pandang ke arah dapur.
Di luar sana, Vana akhirnya menarik napas panjang. Ia mengusap wajahnya pelan, seolah mencoba membangunkan dirinya sendiri dari mimpi yang terasa terlalu nyata.
“Van,” Yasmine mendekat, suaranya lebih lembut dari sebelumnya. “Lo nggak apa-apa?”
Vana mengangguk, meski gerakannya ragu. “Gue… cuma kaget.”
Jefri menyelipkan kedua tangannya ke saku celana. “Kaget doang?” Ia mendengus pelan.
“Gue rasa itu level ‘hidup lo barusan berubah’.”
Vana tertawa hambar. “Iya. Kayaknya.”
Di dalam, Leo menyelesaikan inspeksinya.
“Dapur,” katanya singkat.
Pak Haris refleks mengangguk. “Baik, Pak.”
Begitu mereka melangkah ke area dapur, suasana kembali menegang. Para staf berdiri tegak. Bunyi kipas dan desis kompor terasa lebih keras dari biasanya. Leo berhenti tepat di depan meja kerja utama—tempat Vana biasa berdiri.
Agam memperhatikan ekspresi Leo yang nyaris tak berubah. “Lo mau ngomong sekarang?” bisiknya.
“Belum,” jawab Leo pelan. “Biar profesional dulu.”
Ia menoleh ke Pak Haris. “Kinerja tim bagus. Jaga konsistensi. Ada beberapa catatan kecil, nanti Agam kirimkan.”
Pak Haris menghela napas lega. “Baik, Pak Leo.”
Leo mengangguk, lalu berbalik. Langkahnya mantap menuju pintu samping—jalur yang akan membawanya ke area depan. Tepat sebelum keluar, pandangannya menangkap pantulan kaca: Vana masih berdiri di luar, punggungnya lurus, namun bahunya tegang.
Detik itu, Leo berhenti.
Agam menyadarinya. “Lo yakin?” tanyanya lirih.
“Ya,” jawab Leo singkat.
Leo melangkah keluar.
Namun baru saja ia sampai di depan pintu restoran, deru mesin mobil terdengar—berat, rendah, dan terlalu dikenal. Sebuah mobil hitam mewah berhenti perlahan tepat…
Jodohku Pak CEO DUDA
Bab 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments