Pagi hari.
Cahaya matahari menembus kaca-kaca besar restoran, memantul di lantai yang masih sedikit lembap setelah dipel pagi. Suasana belum terlalu ramai—baru beberapa pelanggan datang, kebanyakan pelanggan tetap yang sudah hafal wajah para pegawai.
Setelah seharian penuh kemarin berada di rumah Leo, Vana akhirnya kembali ke rutinitasnya.
Malam sebelumnya, begitu Aksa dan Aska tertidur, Vana memilih untuk tidak berlama-lama. Ia pamit dengan hati-hati, tak ingin mengganggu suasana rumah yang akhirnya kembali tenang. Agam yang mengantarnya pulang ke apartemen, karena Leo masih terjebak dalam meeting panjang dengan kolega luar negerinya hingga larut malam.
Pagi ini, ia memutuskan kembali bekerja seperti biasa.
Vana melangkah masuk ke restoran dengan seragam kerja yang sudah rapi. Rambutnya diikat sederhana, wajahnya tampak segar meski jelas menyimpan lelah. Begitu ia melewati pintu, beberapa pasang mata langsung menoleh.
“Wih—”
Suara Jefri langsung terdengar dari arah meja kasir. Ia berdiri sambil bersandar dramatis, satu tangan menepuk dada.
“Akhirnya…” ucapnya dengan nada berlebihan, “setelah sekian purnama, setelah matahari berganti arah dan bulan nyaris pensiun, Mbak Vana masuk kerja juga.”
Vana berhenti melangkah. Ia menoleh pelan, menghela napas pendek, lalu mengangkat satu alis.
“Lebay kamu, Jef,” sahutnya santai. “Baru juga kemarin mbak nggak masuk.”
Jefri terkekeh, lalu mendekat sambil merendahkan suara, seolah sedang membocorkan rahasia besar.
“Kemarin tuh berasa seminggu, Mbak. Restoran kehilangan cahaya,” katanya sok serius.
“Kurang kopi berarti,” balas Vana cepat sambil membuka loker dan meletakkan tasnya.
“Udah jelas itu, Van,” suara Yasmine muncul dari arah luar sambil membawa baki. “Nih manusia pasti mau minta traktir kopi.”
“Eh, nggak usah diperjelas juga kali, Mbak,” protes Jefri sambil cengengesan.
Vana terkekeh kecil. “Ya udah. Nanti mbak pesanin. Kayak biasa.”
Mata Jefri langsung berbinar. Ia langsung menangkupkan tangan di dada.
“Cuma Mbak Vana y…
Jodohku Pak CEO DUDA
Bab 74
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments