Siang ini, Vana baru saja sampai di restoran bersama Bisma.
Mobil Bisma berhenti tepat di area parkir khusus karyawan. Dari balik kaca depan, bangunan restoran sudah tampak sibuk—beberapa staf hilir-mudik, aroma dapur samar tercium bahkan sebelum pintu mobil terbuka.
Pagi tadi, Aksa dan Aska bersikeras ingin ikut mengantar.
“Mami diantar Abang aja,” kata Aksa sambil berdiri di depan pintu, tangannya bersedekap seperti penjaga gerbang.
Aska mengangguk cepat. “Iya. Kan kami bisa sekalian lihat Mami kerja.”
Namun jadwal homeschooling mereka tidak bisa ditunda. Vana tahu betul, satu jam saja bolong, dua bocah itu bisa mengubahnya jadi drama panjang. Dengan berat hati, ia melarang.
Keputusan itu jelas tidak mereka sukai.
Wajah Aksa mengeras, Aska cemberut sambil menendang lantai pelan. Dan seperti biasa, ketika dua anak itu merasa tidak diuntungkan, mereka mulai menyusun strategi.
Alhasil, Bisma-lah yang ditunjuk sebagai pengganti.
Tapi tentu saja, itu bukan tumpangan gratis.
Bisma mematikan mesin mobil, namun tidak langsung turun. Ia menoleh ke Vana, senyum kecil tersungging di wajahnya.
“Kerja yang bener ya, Mbak,” katanya santai. “Tenang aja. Gue jagain.”
Vana menoleh. “Jagain apa, Bis?”
Bisma mengedikkan bahunya sambil tersenyum, "Dari apa pun, sesuai kontrak. " ucap Bisma santai.
Vana mendengus kecil. Ia sudah sangat kesal dengan Bisma semenjak dirumah Leo tadi.
Flashback
Di meja makan,setelah mereka selesai makan siang,pembicaraan diruang tamu tadi masih berlanjut. Walaupun Leo sudah tidak ada disana.
“Kalian mau bayar Anom berapa buat jagain Mami kalian?”
Bisma menyandarkan tubuh ke meja makan tangan bersedekap. Nada suaranya ringan, tapi sorot matanya penuh perhitungan.
Aksa dan Aska saling pandang.
Tidak lama.
“Lima puluh,” ucap Aska mantap.
Bisma berpura-pura berpikir. Ia mengusap dagu, lalu mengangguk.
“Jangan kebanyakan gaya,” celetuk Agam.
“Otaknya lagi ngitung bunga,” sambung Kenan.
“Hemmm… oke. Anom setuju. Anggap aja Anom bantu kalian.”
“Bantu dari Hong…
Jodohku Pak CEO DUDA
Bab 54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments